
Dirumah sakit bela yang pingsan langsung ditangani oleh dokter karena luka dikepalanya terus mengeluarkan darah, raka adalah sahabat nya yang paling cepat bertindak untuk mengurus ruangan beserta pakaian ganti dan perawatan bela sedangkan ibunya hanya bisa menangis dipelukan pak toni
Tak lama bela mulai sadar dari pingsannya, dia mengerjapkan mata sambil memegang kepalanya yang terasa pening
"Bela" panggil raka yang ada disampingnya
"Mmhh" bela kembali memejamkan mata karena tidak sanggup menahan sakit kepalanya
"Bela" panggil raka sekali lagi
Bela tidak menjawab namun air matanya mampu menjawab keadaan bela yang sekarang
"Aku ingin pulang" ucap bela, suaranya tercekat karena harus menangis tanpa suara
"Tidak, kau harus sembuh terlebih dahulu"
Bela menggelengkan kepala dengan cepat sambil menangis sejadi-jadinya
"Raka aku ingin pulang" kata bela
Raka memeluk bela dengan erat, dia ingin membagi sakit yang bela rasakan pada dirinya
"Ssstt kau pasti kuat" ujar raka sambil mengelus punggung bela
Bela menangis sekuat yang dia bisa di dada raka, tentu bela tidak bisa melupakan kejadian yang baru saja menimpanya. Dia memang belum terlalu memiliki rasa pada david namun kejadian tadi cukup membuat dirinya sadar bahwa dia merasakan sakit yang sedalam-dalamnya
Braakk
__ADS_1
Pintu terbuka lebar tanpa permisi, david melihat bela sedang dipeluk oleh raka wajahnya sembab karena lelah menangis sedari tadi
"Bela"
Bela melihat kearah pintu, matanya menatap david dengan tajam dan penuh kebencian
"Aku tidak ingin bertemu dengan nya" ucap bela mengangkat kepalanya menatap raka
"Istirahat disini" kata raka tersenyum membaringkan tubuh bela
Raka mengecup kening bela lalu pergi menarik lengan david dengan keras
"Lepas!!" Teriak david karena dibawa ke ujung lorong oleh raka
"Aku tidak tau apa yang bela lihat yang jelas aku melihat kekecewaan dimatanya. Apa yang kau lakukan pada sahabat ku hah!!" Ucap raka meraih kerah kemeja david
"Kau memberikan luka fisik dan batin pada sahabat ku David Ferrero!!" Teriak raka emosi
"Wanita itu menjebak ku raka!! Dia memberikan obat perangsang dalam minuman ku!" Jawab david ikut emosi
Raka tersenyum sinis dengan jawaban david
"Benarkah? Siapa yang berani berbuat nekat pada tuan David Ferrero ini?" Tanya raka seakan menantang david
"Pryzel, pewaris Fresh Gold" jawab david
"Hanya karena seorang ****** kau menyakiti sahabat ku? Heehh harusnya aku sudah tau dari awal jika level kalian berdua terlalu jauh"
__ADS_1
"Apa maksudmu dia calon istri ku"
"Cih kau yakin dia masih mau menjadi calon istri mu? Cari yang lebih berkualitas dari bela DAN TENTUNYA YANG SETARA DENGAN LEVEL MU" ucap raka menekan suaranya sambil menepuk pundak david dan kembali keruangan tadi
David berdiri seperti patung mendengar ucapan raka
"Pryzel" gumam david mengepalkan tangannya geram
David langsung menghubungi riki untuk datang kekantor nya setelah itu david langsung bergegas kekantor untuk menyelesaikan urusannya
"Kau memanggilku?"
"Dimana dia?" Tanya david tanpa basa-basi
"Tuan Ferrero sudah mengurusnya" jawab riki datar
"Atur pertemuan ku dengannya di club biasa, kau pasti mengerti karena kau juga sering mencari jejak ku. Selain syifa kau juga memperhatikan gerak gerik ku bukan?" Ucap david menatap riki tanpa senyum
Riki menggigit bibir bawahnya lalu cengengesan tanpa alasan karena david mengetahui rahasianya
"Hehe baiklah, malam ini nona pryzel akan bertemu dengan mu di club biasa"
David mengangguk lalu membiarkan riki bekerja diruangan nya, hari pernikahan nya benar benar hancur karena perbuatan menjijikkan wanita itu
Sampai saatnya tiba david dan riki langsung bergegas menuju club tempat mereka akan bertemu dengan pryzel. David belum sempat menemui bela dirumah sakit sejak tadi
Riki mengambil tempat VIP agar David dan pryzel bisa berbicara dengan leluasa
__ADS_1