My Cruel Boss

My Cruel Boss
bab 35


__ADS_3

"syukurlah. benar kakak hanya kelelahan, sudah ya syifa besok kak bela akan menghubungi mu" ucap bela langsung mematikan sambungan tanpa persetujuan syifa


bela mengehela nafas lalu menaiki satu persatu anak tangga


"darimana saja?" tanya david datar sambil memasukkan tangannya disaku celana dari lantai atas


"apa aku menceritakan seluruh hidup ku?" tanya bela fokus menaiki anak tangga


"kau tinggal dirumah ku"


"maka aku akan pergi" ucap bela


"ada apa denganmu?" tanya david


"berani sekali kau!" david menaikkan suaranya satu oktaf


"maaf aku tidak berani" bela tidak ingin berdebat dan langsung masuk kedalam kamarnya


david menyusul bela kedalam dan ingin memarahi nya lagi namun diurungkan karena bela sedang duduk berusaha melepas sepatunya yang sudah banyak darah di kaki


"apa ini?" tanya david sambil berjalan cepat meraih kaki bela


bela refleks menarik kakinya menjauhi david


"maaf tuan sebaiknya anda keluar"


"bicara non formal!" titah david


"sebaiknya kau keluar sekarang" bela mengikuti perintah


"ini rumah ku otomatis ini kamar milik ku bukan"


"baiklah, aku akan pindah besok pagi maaf merepotkan mu selama ini dan maaf telah meminjam kamar mu" ucap bela tanpa menatap david

__ADS_1


"bukan begitu maksud ku"


"tapi itu yang aku maksud, tuan tolong keluar dari kamar ini hanya untuk malam ini saja" ucap bela


david tidak mendengar kan bela dia berjalan keluar dan kembali membawa kotak obat lalu meraih kaki bela dengan sedikit kasar agar bela menurut


"kenapa bisa terluka?" tanya david fokus mengoleskan obat


bela memalingkan wajahnya dari david, rasa kecewa itu kenapa terus menghantuinya bela juga tidak mengerti


"bela"


"bela"


"bela diana putri!" panggil david dengan keras


bela sampai mengangkat bahunya karena terkejut mendengar teriakan itu


"kau pulang naik apa kenapa baru sampai?" tanya david kembali mengoles obatnya


"berjalan kaki" jawab bela


david menghentikan tangannya mengolesi obat disekitar kaki bela


"kau gila berjalan sejauh itu hah!" teriak david


"entahlah anggap saja begitu" ujar bela tersenyum sinis


"aku menyuruh mu pulang bela" kata david mencoba menurunkan suaranya


"apa itu juga urusan mu? kurasa tindakan mu ini sangat tidak wajar sebagai bos. aku tidak pernah melihat bos mengobati sekertarisnya didalam kamar seperti ini. sebaiknya kau keluar sekarang" ucap bela mengikuti jejak david yang sangat dingin dalam berbicara


"sepertinya mood mu sangat tidak baik" kata david

__ADS_1


"bukan tidak baik tapi hancur" gumam bela


"bagaimana?" tanya david tanpa menatap bela


"bagaimana apanya?" tanya bela mengeryitkan dahi


"kau yakin baik baik saja setelah kejadian tadi?" tanya david balik


bela membisu setelah mengerti dengan pertanyaan david


"bagiamana rasanya? kau merasa tersiksa?" tanya david bertubi tubi


bela tetap tidak membuka mulutnya untuk berbicara karena memang benar apa yang dikatakan oleh david


"begitulah rasanya jika kau berdekatan dengan seorang lawan jenis. ku harap sejauh ini kau mengerti" ucap david


"aku tidak mengerti" kata bela memalingkan wajahnya


david mengeluarkan senyum getirnya melihat bela yang selalu menghindar


"sampai kapan?" tanya david


"apa?"


"katakan jika memang sakit, jangan pendam semua rasa yang ada di hatimu, itu akan menyakiti dirimu lebih jauh" jawab david


"untuk apa melakukan itu?" pertanyaan bela menuju masalah tadi lagi


"tidak ada yang spesial. hanya untuk balas dendam dengan kejadian di mall" jawab david dengan gampangnya


"dan untuk melihat apa kau cemburu atau tidak" imbuh david ditelinga bela


bela menjauhkan dirinya agar tidak terlalu dekat dengan david karena itu bisa membuat bulu kuduknya berdiri

__ADS_1


__ADS_2