
"bela percayalah" ucap david menggoyangkan tubuh bela
"kenapa harus meminta kepercayaan ku?" tanya bela dingin
"karena,,,"
bela tersenyum sinis melihat david yang tidak bisa melanjutkan kalimatnya
"karena kau tunangan ku" ucap david
"benarkah? bisa kita batalkan saja? ini cincin mu" kata bela melepaskan cincin dijari nya
"bela!!" teriak david emosi
"aku sudah berusaha tidak keras terhadap mu!"
david kembali memasangkan cincin itu dengan kasar dijari bela walaupun tangannya merah karena david melakukannya dengan cukup keras
"siapa kau berani melepas cincin ini hah!" ucapan david penuh penekanan
bela tidak berani menjawab karena tatapan david benar benar mengerikan
"jangan karena hal kecil kau bertindak semaumu, awas saja jika kau berani melepas cincin ini, aku tidak akan segan mematahkan jari mu" ancam david
tangis bela akhirnya pecah karena ucapan david berhasil menusuk hatinya. sakit sekali rasanya
"kau tidur dengannya kenapa aku yang disalahkan, harusnya aku yang marah kenapa kau yang menyakiti ku" ucap bela tersedu sedu
david terdiam melihat tangisan itu, hatinya benar benar teriris melihat bela seperti ini
"maaf" david langsung membawa bela masuk kedalam pelukannya
__ADS_1
"maafkan aku bela maaf" ucap david lembut
"apa aku salah marah? jika salah maka katakan aku tidak akan marah, aku akan bekerja sesuai perintah" kata bela belum bisa menghentikan tangisnya
"ssttt maafkan aku kau tidak salah sama sekali, aku yang salah tidak melihat siapa yang berada disisi ku, aku salah tidak bisa membedakan mu dengan wanita lain maaf" ujar david menenangkan bela sambil mengelus rambut nya
"jangan menangis lagi bela"
"tangan ku perih, kau memaksa cincin itu masuk kedalam jari ku" ucap bela sesenggukan
david melepas pelukannya dan memegang tangan bela, benar apa yang ia katakan, tangan bela merah karena paksaan nya tadi
david mencium setiap jari jari bela yang merah karena perbuatannya
"aku tidak akan mengulanginya" ucap david langsung mencium kening dan bibir bela
bibir david berhasil membuat bela refleks menjauhkan dirinya dengan cepat. david tersenyum ditempat melihat pergerakan bela
"ayo makan" ajak david menggenggam tangan bela keluar ruangan
"tidak masalah aku bisa memakan semuanya" kata david
"tidak tidak aku akan memesan yang lain"
"bela! sebaiknya kau duduk disini lalu makan dengan ku. ku dengar kau lebih menyukai makanan dingin bukan?"
"darimana kau tau?" tanya bela mengeryitkan dahi
david mengangkat bahu tidak ingin membahasnya lebih jauh
"makanlah"
__ADS_1
bela duduk dan melihat sekitar ruangan bosnya yang sepi
"mm dimana nona pryzel?" tanya bela
"sudah ku usir" jawab david santai sambil memakan makanannya
"di,,,dia salah satu penanam saham yang besar" ucap bela terbata bata
"aku tidak peduli, selama saham ku lebih banyak maka kita tidak akan rugi jika dia memutuskan kontrak kerja malah dia sendiri yang akan mengganti rugi" kata david
david memberikan satu sendok makanan kepada bela karena dia tidak menyentuh makanannya sama sekali
"makan"
"a,,,aku bisa sendiri" ucap bela dengan cepat
"sekali ini saja" kata david kembali menyodorkan sendok
bela membuka mulutnya pelan lalu memakan makanan yang david suapi
"enak?"
bela mengangguk dengan tatapan kosong melihat perlakuan david
"ehhh kenapa makan dengan sendok itu?" tanya bela saat melihat david makan dengan sendok yang sama
"anggap ciuman secara tidak langsung"
uhuk,,,uhuk,,,uhuk
David langsung mengambil air minum untuk bela
__ADS_1
"hati hati"
bela mengangguk patuh mengikuti perintah david