
"Ehem" david sengaja berdehem agar bela melepas pelukannya
"Hisss bela kau ingin membunuh ku atau bagaimana" ujar raka pura-pura kesal karena tidak nyaman dengan pandangan david
"Hehe maafkan aku, ah ya bagaimana dengan riko?" Tanya bela lagi
"Mm dia juga sama hanya saja belum menemukan sasaran tapi biarlah mungkin nanti dia akan menemukan nya" jawab raka
"Aku bahagia mendengarnya, semoga kalian cepat sembuh" ucap bela tersenyum manis
Lama berbincang bincang raka kembali karena harus bekerja meninggalkan bela dan david
"Sarapan sayang" ujar david lembut sembari mengaduk makanan rumah sakit yang di antar oleh perawat disana
"Tidak mau" kata bela menutup mulutnya karena ia tau bagaimana hambarnya makanan rumah sakit
"Sedikit saja sayang agar perut mu tidak kosong" bujuk david tapi bela tetap tidak membuka mulutnya
"Baiklah mungkin aku tidak bisa melakukannya tapi ibu mu pasti bisa" imbuh david mengeluarkan ponselnya
"Ja,,,jangan iya iya makan" ucap bela dengan cepat memakan makanan yang disuapi oleh david
"Bahkan ibu mu lebih menyeramkan dari ku" kata david terkekeh sembari menyuapi bela
__ADS_1
"Sudah, aku sudah kenyang"
"Baiklah sekarang minum obat ya"
Bela menggelengkan kepalanya, obat adalah musuh terbesarnya seumur hidup
"Tidak mau minum obat"
David mengeryitkan dahi melihat tingkah kekanakan bela, bahkan dia belum sempat membuka pil nya tapi bela sudah menutup mulut rapat
"Minum atau,,,"
"Panggil saja ibu ku, aku akan kabur dari tempat ini jika kau berani memanggilnya" ancam bela
"Tidak, jauhkan obat itu!!" Teriak bela
"Pakai sendok ya lalu minum susu pasti tidak pahit" bujuk david dengan sabar
"Kau yakin tidak pahit?" Tanya bela
David tersenyum lalu mengambil sendok dan melebur pil nya perlahan
"Sekarang minum susunya dulu sayang tapi jangan semuanya ya sisakan setengah" tutur david
__ADS_1
Bela mengangguk patuh lalu meminum susunya setengah gelas setelah itu david langsung memasukkan obat dimulut bela
"Hey telan obatnya" titah david
Bela berlari ke toilet memuntahkan obat dimulut nya, david berbohong mengatakan tidak pahit faktanya obat itu 10 kali lipat lebih pahit
"Kau baik-baik saja?" Tanya david mengikuti bela kedalam toilet
"Kau bohong" jawab bela meneteskan air matanya karena pahit dimulut nya masih sangat terasa
"Maafkan aku, ayo kembali ke tempat tidur" ujar david mengangkat tubuh bela
David harus memutar otaknya agar bela bisa meminum obatnya, dia sampai bertanya pada riki bagaimana cara memberikan obat pada bela
"Masukkan pil itu kedalam mulut mu lalu berikan pada bela, jangan lepaskan ciuman mu sebelum dia menelannya" itu yang dikatakan oleh riki
Benar benar ide gila pikir david
David menatap bela sekilas lalu kembali mengambil pil ditangannya, dia mengambil meminum susu lalu memasukkan obat kedalam mulutnya
David meraih tengkuk bela tanpa persetujuannya mencium bibir mungil itu, bela awalnya tidak terkejut tapi matanya membulat sempurna saat merasakan manis bercampur pahit dimulut nya
David terus ******* bibir mungil bela agar dia meneguk obatnya, benar saja setelah beberapa lama akhirnya bela meneguk salivanya dan otomatis obat itu juga masuk kedalam tubuhnya. David tersenyum puas lalu melepas ciumannya
__ADS_1
"Minum obat saja harus berdebat panjang terlebih dahulu" gerutu david namun disisi lain ada keuntungan tersendiri baginya