My Cruel Boss

My Cruel Boss
bab 64


__ADS_3

Riki mendekati syifa lalu menutupi tubuhnya dengan selimut dan membuka lakban di mulutnya setelah itu riki mengangkat tubuh syifa keluar


"Tidak apa-apa, kau sudah aman" ucap riki memegang bahu syifa


Dia tidak berani menyentuh syifa kali ini mengingat waktu itu syifa mengatakan bahwa dia membenci riki


"Hiks,,,,hiks,,,,hiks"


"Aku akan memanggil kakak mu" ujar riki karena tidak tau harus berbuat apa


Syifa membuka sedikit selimutnya dan langsung memeluk riki, dia menangis sejadi-jadinya didada kekar itu menumpahkan seluruh kekesalannya pada dino


"Gadis bodoh, satu minggu aku tidak mengikuti jejak mu kenapa kau bisa termakan rayuan laki laki!!" Ucap riki membalas pelukan syifa


"Ka,,,kak,,,," syifa tidak sanggup melanjutkan kalimatnya karena lelah menangis


"Aku mencintaimu syifa, tidak masalah kau menolak atau membenci ku tapi setidaknya sayangi dirimu, cintai tubuh mu jaga aset mu. Apa yang akan kau berikan pada suami mu jika kehormatan dari putri Ferrero sudah tidak ada. Jika kau tidak menyayangi dirimu sendiri setidaknya pikirkan keluarga mu?" Ucap riki dengan sedikit lembut agar syifa bisa tenang


"Tubuh ini, ini, ini dan ini sangat berharga, kau harus menjaga itu baik baik" imbuh riki menunjuk beberapa bagian dileher syifa yang memerah akibat perlakuan becat dino


"Di,,,dia mengancam syifa kak, beberapa hari ini dia menguasai syifa, dia merasa berhak atas diri syifa dan dia ingin memiliki syifa seutuhnya. Syifa tidak mau tapi dia mengancam akan menyakiti keluarga syifa" tutur syifa masih sesenggukan


"Bodoh!! Kau pikir siapa kakak mu" kata riki mengelus rambut syifa


Huhh


Setelah merasa lega riki melihat jam tangannya dan berdiri karena jam terbangnya sebentar lagi


"Hubungi kakak mu, aku akan pergi" ucap riki sembari berjalan menjauh


"Kak riki mau kemana?" Tanya syifa menyeka air matanya


"Itu bukan urusan mu" jawab riki lalu keluar dari kamar hotel menuju bandara


Riki tidak jadi berangkat bersama bela karena bela sedang berada dikantor polisi dengan david

__ADS_1


Ceklek


Tak lama david kembali ke hotel karena riki sempat memberitahu david jika syifa sendiri di hotel


"Kak"


Plak!!


Satu tamparan mendarat di pipi syifa dari tangan david


"Berani kau memanggilku kakak sekarang hah!! Masih belum mengerti apa maksud ku melarang mu dengan laki laki ******** itu!!" Bentak david


Syifa memejamkan mata karena teriakan david menusuk telinganya


"Jangan terlalu keras padanya dia masih kecil" saut bela sedikit lembut


"Aku tidak meminta pendapat mu" ucap david masih menatap syifa dengan tajam


"Kakak syifa minta maaf"


"Cih sekarang kau sadar letak kesalahan mu" david menatap sinis


Huuhh


David mencoba mengambil nafas panjang agar bisa memenangkan dirinya. Bagaimanapun juga syifa tetap adiknya harus ia jaga


"Keluar lah" titah david pada bela


Bela sempat bingung kenapa dia diperintahkan untuk keluar tapi jika dia menolak itu berbahaya bagi dirinya. Setelah bela keluar david kembali menatap syifa lalu mengambil pakaian yang dibawa oleh bela tadi


"Aku tidak ingin kejadian ini terjadi dua kali" ucap david membuka lilitan selimut itu dari tubuh adiknya


"Satu lagi jika ada masalah katakan padaku, aku adalah orang terdepan yang akan melindungi mu tapi jika kau tidak memberitahu ku masalah mu bagaimana aku bisa melindungi mu sayang" imbuh david sedikit lembut sembari memasangkan pakaian untuk adiknya


Syifa mengangguk patuh dengan seluruh ucapan kakaknya

__ADS_1


Ceklek


Bela kembali masuk kedalam dan melihat syifa sudah menggunakan pakaian nya, kini bela tau apa yang dilakukan oleh seorang kakak pada adiknya


"Maaf tuan boleh saya pergi? Riki menunggu saya di bandara" ucap bela menatap david


"Pergilah" kata david mengangguk


"Kak riki mau pergi kemana kak?" Saut syifa menatap keduanya


"Riki sudah terlalu lelah dengan cinta sepihak nya syifa, dia mencintai mu 8 tahun lamanya dan dia tidak menerima balasan apapun darimu bahkan dia rela menyakiti dirinya karena telah lancang mencium mu" tutur bela


"Permisi tuan saya harus pergi sebelum riki berangkat" imbuh bela mengalihkan pandangannya pada david


"Syifa ikut kak" saut syifa menyeka air matanya


Bela mengangguk dan mereka pun menyusul riki ke bandara. Syifa terus menyuruh bela untuk melajukan kecepatan mobil


Selang beberapa menit ketiganya sampai di bandara, syifa langsung berlari kesana kemari mencari riki karena tadi bela sempat menghubungi riki namun ponselnya sudah tidak aktif


"Kak rikii!!" Teriak syifa menatap seluruh arah tak peduli banyak orang yang menatapnya


"Kaak!!"


Syifa terus mencari ke segala penjuru namun tidak melihat batang hidung riki hingga kakinya lemah


"Kakak dimana" gumam syifa frustasi sambil menengok kiri kanan karena sudah lelah berlari


"Aku dengar ada orang yang mencari ku" saut riki tak jauh dari tempat duduk syifa


Mendengar itu syifa menatap kedepan dan melihat riki berdiri menenteng koper besar. Syifa tersenyum menyeka air matanya lalu berlari kedalam pelukan riki, syifa mengalungkan tangannya dileher riki


"Jangan pergi, kakak tidak boleh pergi" ucap syifa sesenggukan


"Berikan satu alasan untuk ku agar tetap tinggal disini" ujar riki memegang pinggang syifa untuk menopang tubuhnya

__ADS_1


"Syifa alasannya, jika ingin jadi kekasih syifa maka kakak harus tetap disini karena syifa tidak ingin pacaran jarak jauh" jawab syifa dengan cepat sambil meraung-raung menyesali kesalahannya


Riki terkekeh dengan jawaban konyol gadis kecil itu tapi dia senang akhirnya dapat membuka sedikit pintu hati syifa


__ADS_2