
Ceklek
"Da,,,,"
"Aku sudah makan pergilah" ucap david menyibukkan dirinya dengan layar komputer
Apa dia cemburu melihat kejadian tadi? Dengan Raka? Manusia ini tidak bisa apa membedakan orang normal dengan tidak. Batin bela
"Pergi bela aku tidak ingin melihat wajahmu!" Ujar david mulai kesal karena bela tidak bergerak sama sekali dari depannya
Bela tidak peduli toh david tidak akan memukulnya untuk saat ini, dia membuka makan siang yang ia bawa lalu mengambil kursi dan mendekatkan nya ke samping david.
"Makan" ucap bela diiringi senyum manisnya mengulurkan sendok yang berisi makanan didepan mulut sang bos
Mood David masih belum kembali, dia menepis pelan sendok didepannya lalu kembali fokus melihat layar komputer
Marah seperti anak usia lima tahun. Batin Tamara
"Ayolah aku tidak mau kau sakit"
"Memangnya apa peduli mu" kata david ketus
"Tentu saja aku peduli"
Hey bela itu diluar skenario pembujukan kenapa kau mengatakannya. Batin bela
David tersenyum geli lalu membuka mulutnya menerima makan siang yang ada ditangan bela. Persis seperti mahluk yang baru merasakan manisnya jatuh cinta itulah ekspresi david sekarang
"Ada apa dia kemari" ucap david kembali datar
"Raka?"
Tidak ada jawaban berarti iya. Batin bela
__ADS_1
"Dia mengurus perpindahan rifa tapi dia datang kemari sekaligus mengantarkan makanan untuk ku" imbuh bela kembali menyuapkan makanan
"Untuk apa disuapi seperti anak kecil saja" ujar david ketus
Lalu bagaimana dengan mu tuan David Ferrero? tingkah mu yang seperti ini jauh lebih kekanakan asal kau tau. Batin bela
Bela Tidak menjawab perkataan david, percuma saja pasti dia akan menyudutkan bela dengan segala macam pertanyaan
"Makan malam dengan ku" ucap david kembali membuka percakapan
"Nanti malam?" Bela menggigit bibir bawahnya tidak tahu harus menjawab apa
"Kenapa?"
"Mm Raka,,,,"
"Aku hanya meminta untuk malam ini saja" ucap david memotong kalimat bela
"Tapi aku,,,"
"Aaahh akhir akhir ini aku serba salah!" Gerutu bela keluar dari ruangan david
Sejak siang itu keduanya tidak bertemu lagi, bela sempat mengecek keberadaan david diruangan nya namun kosong. Resepsionis mengatakan david sudah pulang sejak 30 menit yang lalu
Perasaan bela semakin tidak karuan dan merasa bersalah, pasalnya bagaimana pun david kesal dia tidak akan meninggalkan bela sendiri dikantor seperti saat ini
Tin,,,tin,,,,tin
"Ayo masuk kenapa melamun?" Ujar Raka sedikit berteriak
Bela mengangguk lalu masuk kedalam mobil, sepanjang perjalanan bela tidak berbicara sama sekali karena memikirkan perasaan david
"Hey aku mengajakmu makan malam bukan melamun" kata raka
__ADS_1
"Heuh?? Mm iya ya lanjutkan saja perjalanan nya" ucap bela kembali menunduk
"Kau ingin menabrak tembok? Kita sudah sampai"
"Sampai? Cepat sekali"
"Makanya jika ingin melamun setel alarm mu, 1 jam perjalanan tidak terasa bagi orang galau" sindir raka tersenyum mengejek lalu keluar dari mobil
Begitu juga dengan bela, keduanya masuk kedalam restoran biasa tempat mereka makan waktu kuliah dulu
"Sekarang ceritakan padaku kenapa kau melamun sejak tadi" raka menyatukan kedua tangannya menunggu cerita dari bela
"Cih kau sendiri yang ingin bercerita sekarang bicaralah" ucap bela sembari mengaduk minumannya
"Sepertinya aku berubah pikiran, sebaiknya kau saja yang menceritakan masalahmu. Ayo beritahu aku sekarang" ujar raka
Bela mengambil nafas panjang lalu menghembuskan nya pelan dan mulai bercerita mengenai perasaannya pada david
"Bagus jika kau sudah sadar dengan perasaan mu padanya lalu ada masalah apa?" Tanya raka santai menyedot minumannya
"Sebenarnya malam ini dia mengajakku untuk makan malam tapi aku sudah berjanji untuk menemani mu"
Uhuk,,,uhukk,,,uhuk
Jika saja raka bisa memukul wanita mungkin sudah ia lakukan pada bela saking kesalnya karena kebodohan wanita ini
"Bodoh!!! Pergi sekarang pergii!!" Teriak raka hingga para pengunjung menatap mereka berdua
"Hey ada apa denganmu"
"Bela sayang sahabat ku satu satunya yang paling cantik dimuka bumi ini, pergi temui bos mu sekarang dan katakan kau juga mencintainya sebelum dia jatuh dipelukan orang lain cepaatt!!" Teriak raka memberikan kunci mobilnya pada bela
"Jatuh dipelukan orang bagaimana aku tidak mengerti" ucap bela polos
__ADS_1
"Kau ingat kenapa pernikahan mu batal? Karena orang ketiga bukan? Kau ingin kejadian itu terulang dua kali?"
Tanpa permisi bela mengambil kunci mobil di atas meja lalu berlari keluar restoran, diperjalanan pikiran mulai tidak benar dia kembali memikirkan pryzel yang sudah menggoda david