My Cruel Boss

My Cruel Boss
bab 69


__ADS_3

"baiklah tapi hanya satu minggu kedepan setelah itu tidak lagi" jawab bela


David tersenyum sembari menganggukkan kepalanya


"Permainan dimulai?" Tanya david


"So let's start the game" jawab bela membalas uluran tangan david


Bela mulai membuka dirinya kembali setelah sekian lama, ada lampu hijau dari bela tinggal david yang bisa mempergunakan kesempatan itu dengan baik atau tidak


Mengancam memang cara paling ampuh, sekarang lakukan yang kedua yaitu menggenggam. Sebentar, maksud dari menggenggam itu apa? Ahh aku lupa menanyakannya pada bocah itu. Batin david


David memerintahkan bela untuk kembali keruangannya lalu mulai mencari beberapa informasi tentang vano


"Dapat!" Gumam david tersenyum puas


Tut,,,tutt,,,tutt


"Jika menghubungi ku tidak ada informasi penting jangan harap gaji mu akan keluar!!" Ancam vano dari seberang telepon


"Bocah!! Kau sedang berbicara dengan pemilik Ferrero Group" ucap david kesal


"Ehh paman? Hehe maaf maaf aku kira Ethan yang menelepon" ujar vano cengengesan


"Ethan siapa?" Tanya david kepo


"Sekertaris ku paman" jawab vano santai

__ADS_1


"Memanggil orang tua harus dengan sebutan bapak, punya sopan santun sedikit" kata david ketus


"Sayangnya umur Ethan masih 6 tahun paman. Ah ya paman butuh sesuatu?" Tanya vano mengalihkan pembicaraan


"Aku butuh penjelasan tentang menggenggam" jawab david datar


Vano terpingkal pingkal dengan tawanya mendengar jawaban datar david


"Aku sudah tidak butuh!!" Ujar david ketus hendak mematikan sambungan


"Eehh paman paman aku minta maaf, baiklah baiklah paman ingin tau maksud dari menggenggam itu apa? Jadi begini paman, setelah kau berhasil mengancam nona cantik kau harus membuatnya berada lebih dekat dan sangat dekat dengan mu, jangan biarkan nona cantik memiliki waktu luang bersama orang lain. 24 jam kau harus bersamanya" tutur vano mulai serius


"Sudah ku lakukan tapi tidak ada perkembangan" ucap david datar


"Ck memang setiap hari kau melakukannya tapi kau tidak memberikan perhatian, iisshh kenapa pemimpin Ferrero Group bodoh sekali!!" Ujar vano mulai kesal karena david benar benar tidak mengerti


"Bukan aku yang bodoh tapi kau yang terlalu pintar, seharusnya urusan cinta kau belum menguasainya" kata david tak mau kalah


David meletakkan ponselnya lalu menyadarkan tubuh dikursi memikirkan ucapan vano, jika dipikir-pikir memang benar kalau david mengikat bela selama ini tapi tidak pernah ia perhatikan penuh pantas saja bela merasa biasa biasa saja berada disampingnya


Ceklek


"David ini lembaran materi untuk meeting nanti malam dengan klien jepang, jika ada kesalahan atau apa tolong hubungi aku nanti aku akan kembali memperbaiki nya" tutur bela memberikan beberapa lembar kertas lalu keluar ruangan


David mengambil kertas itu, senyum nya merekah melihat kinerja bela yang tidak pernah mengecewakan. Tapi senyuman itu berubah menyeringai setelah mendapat ide


David menekan tombol diatas mejanya yang terhubung dengan ruangan bela

__ADS_1


Ceklek


"Ada apa?" Tanya bela


"Kemari" jawab david menggerakkan telunjuknya


Bela berjalan mendekati david


"Duduk disini" titah david berdiri dari kursinya


Bela mengangguk patuh karena memang david tampak serius akan membicarakan soal pekerjaan


"Sekarang perhatikan kotak kotak dari angka ini, kau membuatnya terlalu panjang,,,"


"Ini untuk persiapan jika ada tambahan angka nol" ucap bela memotong kalimat david


David menunduk mensejajarkan tubuhnya dengan bela, dia sengaja berada 1 cm dipipi bela agar semakin dekat


Wajah ku panas david, menjauh lah. Batin bela


"Iya aku mengerti bela tapi tampilan nya tidak rapi, dan untuk penulisan kau sering salah bela. Lihat ini walaupun hanya satu kata tapi membedakan arti, bisa kau ulangi sayang?" Ucap david mengalihkan pandangannya dari kertas kepada bela


"Sa,,, sayang?" Tanya bela dengan wajah merah


"Iya, bisa kau ganti sekarang? Waktu kita sudah tidak banyak" jawab david dengan senyum menggodanya semakin dekaat hingga bulu bulu tipis diwajah bela bisa merasakan kehadiran david


Aku sesak. Batin bela

__ADS_1


"Aku bisa melakukannya jika kau tidak bernafas disamping ku" ujar bela datar menatap kertas didepannya


David tersenyum lalu mengangkat tubuhnya membiarkan bela bekerja dengan baik


__ADS_2