My Cruel Boss

My Cruel Boss
bab 81


__ADS_3

Satu hari menjelang kontrak selesai david mulai menyerah dengan keadaan, bela yang tak kunjung memberikan reaksi membuat david frustasi semalaman dan hari ini david tampak kusut bahkan sangat sangat tidak bersemangat


"Selamat pagi david" sapa bela sembari meletakkan teh diatas meja kerja


David menatap seluruh pergerakan bela, kemanapun tubuh bela bergerak kesanalah arah mata david


"Ada yang bisa ku bantu?" Tanya bela mengeryitkan dahi melihat tingkah aneh david


"Cintai aku itu sudah cukup membantu" jawab david masih dengan tatapannya


Senyum canggung seketika menghiasi wajah bela, ingin menjawab iya tapi otak dan bibirnya enggan menyanggupi itu, hati dan pikiran bela tidak sama


David tersenyum tipis lalu menunjuk bela untuk mendekatinya. David mengeluarkan liontin permata biru dari saku lalu memberikannya pada bela


"Untukmu" ucap david


"Sebagai tanda kau telah menerima ku" imbuh david tersenyum tipis


"Maaf aku tidak bisa" bela langsung ingin membuka kembali liontin itu dari lehernya


"Pikirkan sampai nanti malam bela, sekarang keluarlah pikirkan baik-baik" ucap david menatap bela dengan sangat serius


Hening sejenak, bela melihat penyesalan yang dalam dimata david. Hatinya benar benar ingin berteriak mengatakan aku juga ingin bersama mu tapi bibirnya kelu


Keduanya sama-sama menyendiri hari ini, bahkan david tidak memerintahkan bela untuk bekerja agar dia bisa memikirkan perkataannya baik baik

__ADS_1


Ceklek


Bela melihat kearah pintu siapa yang datang menemuinya


"Hay!" Sapa Raka lalu menutup pintu


"Ah kau duduklah" ucap bela lesu tanpa tenaga


"Ada apa dengan tuan putri ini mm??" Tanya raka lembut sembari meletakkan makan siang di atas meja kerja bela


"Ada urusan apa kau datang" ucap bela langsung tanpa basa-basi


"Mengurus surat-surat pindah rifa kekantor ku"


"Karyawan istimewa" sindir bela


"Daripada memikirkan bos mu lebih baik makan siang sekarang" kata raka


"Ciih jangan sok tau, memangnya kau siapa" ucap bela ketus


"Sahabatmu sejak beberapa tahun yang lalu kau mau apa hah!" Jawab raka datar sembari menyuapi bela


"Ciee perhatian" goda bela dengan senyum manisnya


"Ck kau wanita satu satunya yang tidak pandai menggoda, sebaiknya jangan lakukan itu. Ini makanlah tangan ku pegal" ujar raka mulai kesal

__ADS_1


Bela membuka mulutnya untuk menerima suapan dari raka, dua sahabat yang saling memperhatikan satu sama lain disaat mereka butuh itulah bela dan raka


Ceklek


"Bela dimana makan si,,,ang"


David melihat raka sedang menyuapi bela dengan tangannya sendiri, jujur rasa cemburu dan tidak suka itu sering muncul walaupun raka tidak normal tapi tetap saja dia adalah pria


"Astaga" bela menepuk keningnya karena melupakan makan siang sang bos, dia segera meminum air dengan cepat lalu mengutak-ngatik ponsel untuk memesan makanan


"Tidak perlu, aku bisa memanggil office boy mengantar makanan" ucap david datar lalu menutup pintu dengan sedikit kasar


Bela dan raka saling pandang sejenak lalu bela kembali duduk


"Dia kenapa?" Tanya bela pada raka sembari meminum air kembali


"Mm mungkin cemburu" jawab raka singkat


"Denganmu? Cih memangnya tidak ada orang yang lebih baik apa" bela berdiri hendak menemui david diruangan nya


"Hey nanti malam makan dengan ku ya" ajak raka


"Malas, kenapa tidak mengajak rifa" ujar bela


"Aku ingin bercerita tentang dia bodoh" kata raka kesal

__ADS_1


"Mm baiklah nanti malam jemput aku"


Bela keluar menuju ruangan david setelah menyetujui ajakan raka sahabatnya


__ADS_2