My Cruel Boss

My Cruel Boss
bab 34


__ADS_3

"permisi" bela langsung bergegas keluar dan menutup pintu dari luar


hati ku kenapa sangat aneh melihat tingkah nya yang dingin seperti itu. ini sedikit sakit aah tidak bahkan sangat banyak. batin bela


bela duduk di salah satu meja sambil menepuk dadanya perlahan karena sulit bernafas sedari tadi


tring,,, tring


From Mr.DavidFerrero


masuk


bela menghela nafas melihat pesan itu, bela berdiri dan merapikan penampilannya sebelum masuk kedalam


ceklek


"anda memanggil saya tuan?" tanya bela dengan senyum termanis nya


"makanan apa yang kau pesan, sampah!" jawab david sedikit meninggikan suaranya


"maaf tuan memang nya ada masalah apa?" tanya bela memudar kan sedikit senyumnya


"nona pryzel tidak suka makan makanan manis kenapa kau memesan makanan seperti itu!" ujar david sembari menggebrak meja


"tuan sebenarnya ini masalah kecil anda tidak perlu marah seperti itu pada sekertaris anda" saut pryzel

__ADS_1


"tidak, dia harus pintar dalam segala hal jika dia terus lalai seperti ini dia tidak pantas menjadi sekertaris David Ferrero"


bela terus menunduk karena hujatan demi hujatan yang dilontarkan oleh david padanya


"maaf nona anda ingin makan makanan yanh sedikit pedas?" tanya bela berusaha mengatur gerak tubuhnya agar tidak terlihat lemah


pryzel mengangguk ragu ragu karena tidak enak dengan bela


"baik nona saya akan menyiapkan itu untuk anda" kata bela menunduk lalu pergi


beberapa saat kemudian bela kembali dengan nampan Steak yang tidak manis dan tidak pedas


"bagaimana nona? sudah seperti yang anda inginkan?" tanya bela sopan


"mm ini cukup baik, terimakasih dan maaf merepotkan" jawab pryzel


"tunggu!" bela menghentikan langkahnya sambil memejamkan mata sekilas lalu memutar balikkan tubuh


"ada lagi yang anda perlukan tuan?"


"tidak, kau boleh pulang sekarang!" jawab david datar sambil menyilangkan kakinya


bela terdiam mencerna ucapan david, ini artinya david menyuruh bela untuk pulang sendiri bukan dengannya


"terimakasih, permisi tuan permisi nona" ucap bela melempar senyum termanis nya lalu pergi

__ADS_1


"tuan apa anda memiliki kekasih?" tanya pryzel sebelum bela benar benar pergi jauh


"tidak!" jawab david singkat


bela menghentikan langkahnya mendengar jawaban david, perlakuan nya terhadap bela selama ini apa? bela tidak bisa berpikir terlalu jauh


harusnya aku senang dengan semua ini, kenapa aku harus kecewa. batin bela


bela keluar meninggalkan hotel, dia memilih untuk berjalan kaki menikmati hembusan angin malam yang bercampur dengan sedikit luka di hati nya. bela tersenyum sinis melihat bintang bintang di langit


"seharusnya aku tau dari awal jika bintang itu terlalu jauh untuk ku gapai" ucap bela pada dirinya sendiri sambil terus menatap bintang yang mengiringinya berjalan diatas trotoar


"haahh kenapa aku terbuai dengan kehidupan kota, seharusnya aku sadar jika gadis desa dan biasa biasa saja harus banyak banyak bermimpi untuk hidup layaknya putri" gumam bela tersenyum sinis sambil menggelengkan kepalanya


hampir 2 jam bela berjalan kaki hingga sampai dirumah david, tidak ada rasa sakit walaupun kakinya sudah terluka banyak, ya begitulah jika hati sudah tersakiti maka luka fisik tidak akan berarti


tring,,, tring,,,tring


"kakak!" teriak syifa dari seberang sana


"jangan berteriak aku mendengar mu" ucap bela


"ada apa dengan suara mu kak, kenapa sangat ketus?" tanya syifa


"tidak, kakak sedang lelah pekerjaan hari ini sangat banyak, bagaimana dengan nyonya Ferrero?" tanya bela

__ADS_1


"hmm mama dan papa baik baik saja, kak bela benar hanya lelah? bukan bertengkar dengan kak david?" tanya syifa sedikit curiga


hening sejenak diantara mereka, bela tidak ingin memberitahu syifa karena dia pasti akan memberitahu papa dan mamanya


__ADS_2