My Cruel Boss

My Cruel Boss
bab 41


__ADS_3

disisi lain david dan bela langsung memasuki rumah untuk menemui orang tua mereka


"ma pa"


kedua keluarga itu langsung menatap kearah pintu


"eehh david sayang kemari nak" ucap dewi


"ma bisa jelaskan maksud mama apa?" tanya david mendekati dewi diikuti oleh bela


"jelaskan apalagi sayang, kami sudah menyebar undangan jadi kalian tidak bisa menolak"


"ma!!" david menaikkan suaranya sambil mengepalkan tangan


"ibu bela ingin bicara" ucap bela langsung menarik ibu tita menjauhi ruang keluarga


"ibu jangan bercanda, menikah itu butuh persiapan yang matang bukan hanya dari segi materi tapi persiapan mental dan tanggung jawab, ibu sudah menikah tapi kenapa masih tidak mengerti" ujar bela kesal


ibu tita tidak terlalu peduli dengan ocehan bela yang terus menerus


"bela usia mu sudah 23 tahun nak ini sudah waktunya dan tentu mental mu sudah siap bukan" ucap ibu tita


"heehh darimana ibu tau jika mental bela sudah siap dan ayah mana?"


"ayah dirumah dia tidak ikut karena sedang menyiapkan acara syukuran untuk nanti malam"


"aahh" bela menghempaskan tubuhnya kasar diranjang kamar


"bela ibu mohon jangan menolak ya, ini sudah keputusan calon mertua mu dan undangan juga sudah tersebar. kau pasti tidak ingin mengecewakan keluarga Ferrero bukan?" ucap ibu tita lembut

__ADS_1


masalahnya bukan pada undangan tapi apa yang kami akan lakukan setelah pernikahan kalian tidak mengerti itu. batin bela


bela menutup wajahnya dengan bantal karena frustasi memikirkan kisah hidupnya


ibu tita menggelengkan kepala lalu keluar dari kamar dan melihat david sudah berada didepan pintu


"tante"


"bela didalam" ucap ibu tita tersenyum


bela mengangguk lalu masuk kedalam kamar dengan pelan hingga bela tidak sadar jika ibunya sudah tergantikan dengan david disampingnya


"ibu, ibu tau kan bos bela itu galak dan kejam ibu kenapa tega menyerahkan bela pada orang seperti itu hiks,,,hiks" gumam bela


david mengeryitkan dahi mendengar gumaman bela


david mencubit lengan bela dengan pelan namun tetap saja membuat kulit bela menjadi merah


"aww ibu kebiasaan memukul bela terus, iya bela ikhlas dipukul bu asal jangan menikah" ucap bela kesal


david langsung membuka paksa bantal yang menutupi wajah bela


"ibu ken,,,,apa"


bela terbelalak melihat ibunya berubah menjadi david, dia menyapu matanya sekilas untuk melihat pemandangan didepannya namun tidak berubah tetap saja orang disampingnya adalah david


"keberatan menikah dengan ku?" tanya david dengan serius


"bu,,,bukan mm" bela tidak tau harus menjawab apa

__ADS_1


"lalu?"


"i,,,itu mm menikah itu tanggung jawab yang berat, kita tidak saling mencintai bagaimana bisa membangun rumah tangga" jawab bela sambil memainkan jarinya


"Kenapa tidak mencoba"


"Mencoba? Pernikahan bukan tentang uji coba david" 89 bela putus asa


"Pernikahan bukan tentang uji coba. Memang benar tapi apa salahnya jika mencoba denganmu, kurasa itu bukan sebuah kesalahan"


"Dan mm tidak terlalu buruk" imbuh david sembari melihat tubuh bela dari atas sampai bawah


"Ti,,,tidak terlalu buruk a,,, apanya?" Tanya bela dengan cepat kilat menyilang tangannya didada


"Tidak terlalu kurus dan tidak gemuk, postur tubuh pas bentuk wajah cukup manis, tinggi sudah mencapai standar"


"Hey kau sedang mencari calon istri atau model" ujar bela kesal


David mengangkat bahu lalu berjalan kearah pintu meninggalkan bela


"Dan satu yang paling penting" david menghentikan langkahnya


"Apa?" Tanya bela polos


"Dada pas" jawab david dengan cepat kilat keluar dari kamar itu


"Yaaa!!!" Teriak bela dengan suara 5 oktafnya hingga david memekik telinga diluar pintu


"Kurang ajar ternyata kau memperhatikan tubuh ku selama ini. Bos mesum sialan!" Gerutu bela memukul mukul kasurnya

__ADS_1


__ADS_2