
keesokan harinya bela bersiap siap untuk pergi ke kantor namun sebelum itu drama pagi selalu dan pasti ada seperti sekarang ini david menghubungi bela hanya untuk memasang dasi dikamarnya
"selesai" ucap bela pada dirinya sendiri
"bagaimana kaki mu?" tanya david sambil merapikan rambutnya
"sudah lebih baik, terimakasih" jawab bela
"david jadwal pagi ini tidak ada meeting sama sekali, pekerjaan mu sebagian sudah ku ambil alih jadi waktu mu kosong satu jam kedepan" tutur bela
"kenapa kau melakukan itu?" tanya david mengeryitkan dahi
"aku ingin mengajak mu ke suatu tempat, aku yakin tidak akan lama karena tempatnya tidak jauh dari gedung Ferrero Group" jawab bela
david mengangguk lalu kembali menghadap cermin, seperti biasa dia harus memastikan penampilannya yang sangat elegan dan berkarisma setiap hari
beberapa saat kemudian mereka berdua berangkat ke tempat yang diarahkan oleh bela
"kita akan kemana?" tanya david bingung melihat apartemen mewah
"ayo turun!" ajak bela
mereka berdua turun dan berdiri menghadap gedung tinggi pencakar langit itu. bela berjalan masuk dan menaiki beberapa lantai menggunakan lift
"untuk apa datang kesini bela, jika tidak berguna aku akan kembali, ini menyita waktu ku sangat banyak bahkan aku bisa menghasilkan uang ratusan juta dengan waktu kosong yang kau maksud" ucap david terus menggerutu hingga lift terbuka di lantai 35
bela menekan tombol disamping salah satu pintu apartemen disana
"bela, tuan david?" raka tidak percaya dengan apa yang dia lihat
"hay maaf mengganggu mu pagi pagi seperti ini" ucap bela dengan ekspresi tidak enakan nya
__ADS_1
"seperti sedang berbicara dengan orang asing saja, ayo masuk lagipula aku senang kau datang apalagi dengan tamu kehormatan yang sangat jarang bisa ditemui oleh orang orang" jawab raka menatap david tersenyum
"urus urusan mu aku tidak peduli" ucap david ketus lalu meninggalkan bela
"eeh" bela mengejar david dan langsung menarik kerah kemeja nya
"ayolah aku ingin menjelaskan sesuatu" ujar bela
"tidak perlu, kau ingin pamer bahwa kau sangat akrab dengannya? iya? hah tidak perlu menjelaskan apapun" ucap david mengepalkan tangannya
"jika kau masuk aku yang akan mengerjakan seluruh pekerjaan mu hari ini"
"tawaran yang menarik" ucap david menatap sinis mata hitam milik bela
bela tidak peduli dia menuntun david masuk kedalam apartemen milik raka lalu duduk diruang tamu
"ingin minum apa?" tanya raka asik bergelut dengan alat dapur
"oh sedang mandi didalam sebentar lagi keluar" jawab raka dengan santai menuangkan teh
bela menganggukkan kepala lalu menatap david yang sudah memasang wajah suntuk disana
"ini minumlah, tuan muda silahkan" ucap raka sopan
david acuh saja tidak mempedulikan raka bagaimanapun senyumnya merekah
ceklek
seseorang dari dalam kamar keluar
"hay riko" sapa bela
__ADS_1
riko memutar tubuhnya lalu melihat bela, wajahnya berubah sumringah melihat bela sedang duduk disana
"belaa!!" teriak riko berlari memeluk bela
wajah david semakin kusam melihat pemandangan didepannya
"kapan datang? tumben sekali kau ingin mampir kesini" sindir riko melepas pelukannya
"maaf aku tidak punya banyak waktu, perkenalkan ini bos ku namanya David Ferrero" jawab bela
"Riko" ucapnya sambil mengulurkan tangan pada david
"Rik jaga pandangan mu" ucap raka dengan serius
"ah maafkan aku sayang" ujar riko lalu berjalan mendekati raka dan
cup
riko mengecup kening raka lalu tersenyum manis
"jangan ulangi itu"
"tidak akan" jawab riko
sontak pemandangan itu membuat david berhasil membulatkan matanya hingga hampir keluar
"me,,, mereka" david mengalami hangover seketika
"yaahh inilah mereka, raka dengan riko mereka memiliki kesamaan. mereka tidak tertarik dengan wanita namun lebih tertarik pada sesama jenis" ujar bela
david hampir pingsan mendengar ucapan bela, pantas saja pandangan raka pada bela biasa biasa saja tidak seperti pryzel yang menatap david dengan penuh makna
__ADS_1