
Hari yang ditunggu-tunggu tiba ya hari pernikahan antara david dengan bela. Persiapan sudah matang namun tidak dengan pengantinnya, bela terlihat semakin gelisah sedari tadi
"Bela kenapa belum siap siap nak?" Tanya pak toni ayah bela
"Ayah? Kapan datang?" Tanya bela berjalan memeluk ayahnya
"Baru saja, ibu mu dibawah sedang berbicara dengan nyonya dewi. Kenapa belum bersiap?" Tanya pak toni lagi
"Mm acaranya masih satu jam lagi kan ayah" jawab bela cengengesan
"Sayang kau keberatan dengan pernikahan ini?" Tanya ayahnya
Bela diam tidak tau harus menjawab apa, dibilang keberatan tidak, dibilang tidak keberatan juga tidak
"Apa kita tidak perlu melanjutkan pernikahan ini?"
"Tidak ayah (menjawab cepat) ku rasa pernikahan ini tidak ada masalah, walaupun bela belum tau perasaan bela terhadap tuan david, setidaknya bela bisa merasakan sesuatu yang berbeda darinya jadi bela tidak ada masalah dengan pernikahan ini ayah"
"Kau yakin?"
Bela mengangguk cepat
"Baik, bersiaplah ayah akan turun menyapa calon besan kaya" goda pak toni
Bela tercengir kuda sambil mengangguk menatap kepergian ayahnya. Dia berjalan mengambil gaun yang akan digunakan hari ini
"Baiklah ayo semangat dan ayo menikah" kata bela dengan semangat mengganti pakaian nya
Tok,,,,tok,,,,tok
Bela membuka pintu dan melihat 3 orang sedang berdiri membawa sebuah tas make up ditangan masing masing
__ADS_1
"Permisi nona kami datang atas perintah tuan david"
"Untuk?" Bela mengeryitkan dahi
"Untuk mendandani anda nona" jawab salah satu pria berbadan lentur
"Baiklah silahkan masuk"
Bela duduk dimeja rias menghadap cermin lalu mulai didandani oleh tukang rias yang disiapkan langsung oleh david
40 menit kemudian bela sudah disulap menjadi putri kerajaan dengan balutan gaun putih mengembang dan mahkota khusus tanda kepemilikan David Ferrero yang melekat dikepalanya
"Apa ini tidak berlebihan?" Tanya bela walaupun dia juga takjub melihat dirinya
"Tidak nona, keluarga Ferrero memang sengaja melakukan ini untuk pernikahan putra mereka" jawab tukang salon
Bela mengangguk pasrah dengan dandanan nya seperti ini, lagipula dia cantik
"Ibu ma"
"Luar biasa, kau cantik sekali nak" ucap ibu dewi
"Kau gugup bela?" Tanya ibu tita
"Terimakasih ma. Mm iya bela gugup bu sangat" jawab bela menunduk
"Hey apa ini? Kau akan menikah hari ini. Tersenyum lah" ucap ibu tita
Bela mengangkat wajahnya lalu tersenyum mengikuti perintah ibunya
"Baiklah nanti saat ada yang memanggil mu. David akan datang menjemput mu" ucap ibu dewi
__ADS_1
Bela mengangguk lalu ditinggalkan sendiri oleh ibu dan calon mertuanya beserta tukang rias tadi
"5 menit lagi" ucap bela melihat jam dinding dikamarnya
Bela mondar mandir kesana kemari menunggu waktu yang akan menjadi detik detik terakhirnya
5 menit kemudian david belum juga datang ke kamar bela walaupun nama mereka sudah dipanggil
"Kenapa dia belum datang?" Gumam bela
2 kali namanya dipanggil untuk turun david masih belum datang ataupun mengetuk pintu
Kau dimana? Acaranya sudah mulai~~bela
Tidak ada balasan sama sekali, bela menghubungi david namun tidak diangkat bahkan david memadamkan ponselnya
Panggilan ke-tiga kali bela memutuskan untuk keluar dari kamarnya menjemput david
Tok,,,tok,,,tok
"David keluar lah" ucap bela sedikit berbisik
Hening tidak ada jawaban bahkan tidak ada tanda-tanda jika david akan membuka pintu
"Sayang dimana david?" Tanya ibu dewi yang baru saja naik
"Tidak tau ma, bela sudah mengetuk pintu tapi david tidak membuka pintu" jawab bela
"Baiklah masuk kedalam, mama akan kebawah memberi penjelasan untuk mengulur waktu sementara kalian keluar" ucap dewi yang dibalas anggukan oleh bela
"Huuhh apa yang dia lakukan" gerutu bela
__ADS_1