
Keesokan harinya tepat dimalam hari david dan bela pulang kerumah utama atas perintah dari nyonya Ferrero. Mereka berjalan berdampingan namun bela tetap menjaga jarak agar orang orang tidak menganggap lebih
"Selamat datang tuan muda" sapa para pelayan
David berjalan ke meja makan karena acara intinya berada disana
"Terimakasih atas penyambutan kalian, saya masuk dulu" ucap bela tersenyum lalu mengikuti david ke meja makan
Disana sudah kumpul dua keluarga yang berasal dari keluarga syifa dan dino calon tunangannya
Bela membukakan kursi untuk bosnya lalu membukakan dirinya dan duduk disamping david jika sewaktu-waktu dia butuh bantuan bela bisa dengan cepat menangani itu
"bela terimakasih sudah bersedia hadir sayang" ucap dewi tersenyum manis ditemani oleh ervan disampingnya
"Saya senang bisa berjumpa dengan anda kembali nyonya dan tuan Ferrero" kata bela ikut tersenyum sopan
Dewi menatap suaminya karena kekakuan bela yang sekarang, bahkan sikap bela lebih dingin daripada 10 bulan yang lalu
"Baiklah karena semua sudah berkumpul mari kita makan malam" ucap ervan sebagai kepala keluarga
Bela langsung menyiapkan beberapa lauk pauk dipiring lalu memberikan nya pada david
__ADS_1
"Silahkan tuan"
David mengangguk lalu makan dengan tenang dan dingin, semua yang ada dimeja makan merasa canggung dengan kehadiran david yang tidak berbicara sama sekali ataupun menatap dino calon adik iparnya
Beberapa saat setelah makan malam mereka berpindah ke ruang keluarga, mereka duduk di sofa untuk memulai pembicaraan, dino dan kedua orangtuanya berada di satu sofa begitu juga dengan ervan dewi dan syifa sedangkan david berdua dengan sekertaris nya
"Tujuanmu datang kemari untuk apa" ucap david datar
"Ah tuan begini, kami datang kemari dengan maksud baik yaitu untuk melamar syifa secara resmi" kata ayah dino dengan sopan
Semua tersenyum bahagia dengan acara ini kecuali david dan bela yang agak acuh
"Aku ingin mengikat syifa lebih awal agar tidak ada yang mendekatinya dan aku ingin menjaga syifa karena aku sangat mencintai nya" jawab dino dengan mantap menatap syifa sekilas
"Bagaimana jika aku menolak?"
"Jawabannya ada di syifa kak" jawab dino memberanikan diri
David mengepalkan tangannya karena keberanian anak itu namun bela memegang lengannya yang tersembunyi diantara tubuh keduanya
"Apa jaminan mu bisa menjaga adik ku?"
__ADS_1
"Aku akan menjaga syifa dengan segenap jiwaku, aku tidak akan membiarkan syifa terluka sedikitpun, jika ada yang mencoba melukainya aku adalah orang paling depan yang melindunginya" jawab dino memberanikan dirinya menatap david
David diam sejenak, dia menatap bela yang tidak memberikan ekspresi apa apa kali ini bela juga bimbang antara setuju atau tidak
"Baiklah akan ku berikan satu kesempatan untuk mu, pergunakan itu dengan baik. Sekali saja kau melukai adik ku maka jangan harap kau bisa hidup dengan tenang, bahkan aku akan membuat mu membayar oksigen yang kau hirup jika berani menyakiti adik ku" ucap david penuh penekanan
Aku tidak bisa mengambil kesimpulan bahwa ini persetujuan atau ancaman. Batin bela
Semua orang yang berada diruangan itu lega termasuk syifa yang sudah tegang sedari tadi, karena persetujuan dari david mereka melangsungkan pertunangan malam itu juga sebagai tanda syifa telah memiliki calon suami
"Baiklah karena semuanya sudah selesai aku harus pulang" kata david berdiri lalu meninggalkan ruang keluarga
"Permisi tuan dan nyonya" ucap bela tersenyum pada seluruh isi ruangan lalu mengikuti david yang sudah menunggu didalam mobil
Diperjalanan pulang david diam menatap kedepan, arah pandangan nya kosong karena masih memikirkan keputusannya
"Anda baik baik saja tuan?" Tanya bela sambil menatap kaca didepannya
"Perhatikan jalan!" Jawab david datar
Bela mengangguk lalu kembali fokus memperhatikan jalan. Sesampainya di apartemen david langsung menuju ke kamarnya diikuti oleh bela dari belakang
__ADS_1