
ditempat lain yaitu didepan rumah bela, david keluar dari mobilnya dan langsung berjalan menuju pintu rumah bela membawa 2 map ditangannya
tok,,, tok,,,,tok
bukan bela yang keluar melainkan pak toni yang membuka pintu
"tuan david" sapa pak toni
"permisi, bisa saya bertemu dengan bela?" tanya david menatap pak toni
"siapa pak?" tanya bu tita dari belakang
bu tita berjalan mendekati pak toni dan melihat david berdiri didepan rumahnya
"tu,,,tuan david"
"bisa saya bertemu dengan bela?" tanya david sekali lagi
pak toni dan bu tita saling menatap, mata mereka memunculkan keraguan namun tidak bisa menolak karena dia adalah bos dari bela
"si,,, silahkan masuk tuan" ucap bu tita sedikit tersenyum
david mengangguk lalu duduk di kursi kayu yang sedikit sempit ditubuhnya
"saya akan memanggil bela tuan" ucap bu tita
keduanya pergi meninggalkan david sendiri kedalam kamar bela
__ADS_1
"bela bela bangun" ucap bu tita menggoyangkan tubuh bela
bela seperti batu jangankan menjawab, bergerak saja tidak
"bela bangun!!" ucap bu tita, kali ini bu tita memukul lengan bela karena tidak bergerak sama sekali
"mm bu sakit" gumam bela hingga tak terdengar ditelinga ibu dan bapaknya
"nak, tuan david datang kerumah sayang" ucap pak toni dengan lembut
bela yang masih memiliki kesadaran rendah mencoba membangunkan dirinya dengan cepat saat mendengar nama david
"david? David Ferrero?" tanya bela mengerutkan dahinya
kedua orangtuanya mengangguk menatap bela yang masih terlihat berantakan seperti ini
"kami tidak enak harus mengusir tamu bela, tolong temui dia walau hanya sebentar, mungkin ada urusan penting" kata pak toni yang disetujui oleh bu tita
bela tidak menjawab sama sekali, dia berjalan seperti robot keluar kamarnya, dia tidak peduli dengan penampilan kusut nya menemui david, baju kebesaran yang ia gunakan untuk tidur mampu menutupi wajah kusut itu. baginya penampilan sudah tidak penting didepan mantan bos
bela duduk dikursi sebelah dekat david tanpa menatapnya sedikitpun
"sudah siap bekerja?" tanya david tersenyum tipis
"cih"
bela memalingkan wajahnya diiringi senyum sinis mendengar pertanyaan david
__ADS_1
"satu minggu libur bekerja, tugas mu sudah bertumpuk tumpuk dikantor"
"bukankah saya sudah mengirim surat pengunduran diri?" ucap bela ketus
"benarkah? kau tidak melihat kontrak kerja?" tanya david penuh kemenangan
"kontrak satu tahun dan jika kau tidak mampu atau mengajukan pengunduran diri maka kau harus memberikan biaya kerugian perusahaan sebesar satu milyar dalam waktu satu minggu ini, kau mampu melakukan itu? jika tidak maka masuklah bekerja atau polisi akan datang menjemput mu sore nanti" ancam david dengan tegas
"kau jahat" ucap bela tetap tidak menatap david
"aku memang jahat, oleh karena itu kemasi barang mu sekarang dan kembali kerumah"
"saya akan kembali tapi tidak kerumah anda tuan"
"tapi,,,"
"saya ingat betul dikontrak kerja tidak ada perjanjian jika sekertaris harus tinggal dirumah bosnya, jadi saya akan tinggal dimana pun saya mau" kata bela memotong perkataan david
david tidak menggubris perkataan bela, terkadang dia bodoh disaat seperti ini
"baiklah kemasi barang barang mu, kita akan kembali"
"tidak perlu, anda duluan saja tuan saya bisa pergi sendiri"
"dikontrak kerja, bos adalah orang yang memberi perintah dan sekertaris tidak boleh membantah perintah itu" jawab david datar
bela mendengus kesal karena kalah berdebat dengan david, dia pergi meninggalkan david kedalam kamarnya untuk menyiapkan barangnya kembali sedangkan david tersenyum tipis karena berhasil membuat bela kembali walaupun tidak sedekat dulu
__ADS_1