My Cruel Boss

My Cruel Boss
bab 8


__ADS_3

pagi hari dikediaman bela, syifa sedang sibuk membantu bela menyiapkan sarapan karena sebentar lagi mereka akan berpisah untuk kegiatan masing masing


"kak minta tolong ambilkan selai" ucap syifa sedikit berteriak


"ambil sendiri" ujar bela ketus


Syifa mengeryitkan dahi mendengar bela yang sedikit ketus menjawabnya


"kak ada apa?" tanya syifa mendekati bela yang sedang menyiapkan minuman


bela mendiamkan syifa karena masih kesal dengannya


"kakak jawab syifa" ucap syifa memelas pada bela namun tetap diacuhkan


"kak jika kakak terus diam bela akan menangis disini" ancam syifa namun tetap tak ditanggapi oleh bela


"huaaaaaaaa!! kak bela jahat!!" syifa benar benar menangis seperti anak kecil


huuuhh


bela menghela nafas melihat tingkah kekanakan syifa ini


"bangun, untuk apa kau menangis seperti ini jika kakak mu datang maka aku akan dimarahi" ucap bela masih ketus


Syifa menghapus air matanya lalu berdiri menatap bela

__ADS_1


"kak jangan marah dengan syifa, syifa kan tidak tau jika kakak kenal dengan kak david" kata syifa memelas


benar juga, lalu kesalahan syifa dimana?. batin bela


"baiklah aku memaafkan mu kali ini, tapi kau tidak boleh menyembunyikan sesuatu padaku" ancam bela


"janji" jawab syifa mengangkat tangannya membentuk huruf V


"ya sudah ayo sarapan, sebentar lagi kakak harus ke kantor. terlambat sedikit kakak mu akan menjadi serigala" ucap bela bergidik ngeri jika harus melihat bosnya


"hehe kakak ku memang seperti itu kak, dia tegas dalam segala hal tapi percayalah dia sangat baik" kata syifa


"jangan banggakan kakak mu, tidak ada pengaruhnya bagiku. galak tetap saja galak" ujar bela


mereka sarapan dengan cepat karena waktu mereka sama sama sedang mepet. selesai sarapan mereka langsung berpisah untuk kegiatan masing-masing


bela pergi kekantor dengan tergesa-gesa karena waktu nya tinggal sedikit. bela menekan tombol lift dengan cepat


bela masuk kedalam ruangannya lalu mengatur nafas sejenak


"huh huuhh oke bela kau pasti bisa. semangat" ucap bela pada dirinya sendiri


bela berjalan sambil membawa flashdisk keruangan bosnya. sebenarnya dia malas harus bertemu dengan david karena sudah pasti akan mendapat sarapan pagi


"lama sekali, aku mempekerjakan mu bukan untuk bermalas-malasan!" ucap david dengan tegas karena dia tidak suka dengan orang lelet

__ADS_1


"ma,,maaf tuan saya salah" kata bela tak ingin berdebat


"berikan pekerjaan mu" ujar david ketus


bela memberikan flashdisk untuk david, david langsung memeriksanya tanpa menunggu waktu lama


"kau bisa bekerja atau tidak!!" teriak david emosi sambil menggebrak meja


"maaf tuan bisa anda beritahu letak kesalahan saya?" tanya bela memberanikan diri walaupun tangannya sudah gemetar


"kemari, lihat pekerjaan mu, kenapa kau hanya menulis poin poin nya bukan beserta penjelasannya" jawab david kesal


bela mendekatkan dirinya dan menunduk menghadap layar komputer memeriksa pekerjaannya


"tuan saya sengaja membuat ini lebih singkat, anda tenang saja saya akan presentasi didepan klien nantinya" ucap bela tanpa menatap david karena sibuk memainkan jarinya di atas keyboard milik david


"dan untuk masalah penjelasan saya sudah hafal semuanya, anda tidak perlu khawatir tuan" imbuh bela menjauh dari david setelah selesai memeriksa pekerjaannya sendiri


"kau tau klien kita? dia bukan orang sembarangan" ucap david memandang remeh sekertarisnya


"klien anda hari ini datang dari jepang, dia pembisnis besar yang telah dikenal didunia bisnis bukan!" jawab bela dengan tenang


"jangan kecewakan aku dengan hasil kerjamu" ujar david


"tidak akan, saya jamin itu, saya permisi tuan" jawab bela dengan yakin lalu meninggalkan david setelah memberikan penghormatan untuk undur diri

__ADS_1


__ADS_2