My Cruel Boss

My Cruel Boss
bab 80


__ADS_3

Malam ini David kembali menjadikan bela sebagai tuan putrinya namun ternyata ada yang lebih romantis dibanding mereka yaitu riki dan syifa


"Hay kak bela" sapa Syifa


"Hay Syifa" bela memeluk Syifa sebentar lalu duduk disamping David


Mereka menunggu kedatangan satu pasangan lagi yaitu Rifa dan Raka, dari kejauhan nampak tiga kepala sedang berjalan mendekati mereka yaa itu adalah rifa, raka, dan riko


"Selamat malam tuan David" sapa Rifa pada bosnya


"Kak Riko tidak membawa pasangan?" Celetuk Syifa


Riki menyikut siku Syifa yang bicara tidak mengontrol diri atau memang dia tidak tau kejadian sebenarnya


"Kenapa riko ikut??" Bisik bela ditelinga Rifa


"Raka yang mengajaknya, sangat sulit memisahkan mereka berdua, aku benar-benar pusing melihat mereka berdua berciuman didepan ku tanpa sensor" ucap Rifa frustasi


Bela terkekeh mendengar bisikan Rifa jika saja rifa pernah melihat adegan-adegan panas Raka dengan Riko dia pasti akan pingsan seperti saat pertama kali bela mengenal keduanya


"Kau ingin makan yang mana?" Tanya David


Bela menatap hidangan makan malam yang merupakan makanan kesukaannya, hampir seluruh makanan itu kategori yang ia sukai selama ini


"Ikan hiu tidak ada kah??" Goda Raka tertawa garing


David melempar sendok ditangannya kearah Raka, masih saja membahas hiu. Mereka sibuk memberikan makanan untuk pasangan masing-masing, kenapa malah laki laki yang menyiapkan makanan di meja itu, Riki, David, bahkan Riko menyiapkan makanan untuk pasangan mereka

__ADS_1


Rifa sedikit iri melihat kedekatan Raka dan Riko namun gila saja jika dia cemburu dengan laki laki tapi Raka juga menerima apapun yang diberikan oleh Riko


"Kau suka dengan makanannya?" Tanya David berbisik ditelinga bela


"Suka bahkan semua makanan ini makanan kesukaan ku" jawab bela tersenyum tipis lalu kembali makan


"Sayang pelan pelan makannya" ucap Riki sembari menghapus bekas bekas saus dibibir Syifa


Bela dan Rifa menatap kearah Syifa yang diberi perhatian penuh oleh pasangannya. Rifa mengambil kan ikan bakar untuk Raka namun dilarang oleh riko


"Hey jangan berikan dia ikan!!" Ujar riko


"Kenapa?"


"Dia tidak suka ikan dan ikan itu banyak tulangnya bagaimana jika dia terluka memakan itu" ucap Riko


"Sudahlah jangan ributkan soal makanan kalian juga makanlah dan kau riko makan juga ya" kata Raka sebagai penengah


Rifa memakan makanannya dengan cepat agar bisa pergi sesegera mungkin dari tempat itu


"Sudah aku sudah selesai, tuan, bela saya permisi terlebih dahulu selamat menikmati hidangan makan malam" ucap Rifa berjalan meninggalkan meja


"Hey Rifa!!" Panggil Raka namun tak digubris oleh Rifa


Bela memberikan kode untuk mengejar Rifa, Raka mengangguk lalu meninggalkan Riko sendiri. Awalnya Riko ingin mengejar Raka namun dihalangi oleh bela


"Mau kemana kau!" Ucap bela dengan wajah garangnya

__ADS_1


"Bela raka dia,,,,"


"Sudahlah Riko kau harus bisa memilih jalan seperti Raka, toh ini untuk kebaikan kalian kan. Jangan ganggu mereka lagi, lakukan hal yang sama seperti Raka kau pasti bisa" ujar bela memotong kalimat Riko


"Aku pergi bela" kata Riko setelah memikirkan ucapan bela


Kini tinggal dua pasangan yang tersisa di meja itu, Syifa asik tertawa tawa memainkan ponselnya bersandar di dada Riki


"Kak bela!" Panggil syifa masih asik menatap ponselnya


"Iya?"


"Kakak kapan menikah dengan kakak ku" ucap syifa


"Me,, menikah??"


"Huuhh kak bela tau tidak jika kak david itu tidak bisa melupakan kakak, jadi ayolah maafkan kakak ku atas kesalahannya dulu toh itu bukan sepenuhnya salah kak david kan" tutur Syifa melepas ponsel nya mulai berbicara serius


Hening sejenak, David melihat keraguan yang sangat jelas diwajah bela


"Ayolah kak tolong pikirkan baik-baik, memang nya kakak ku kurang baik apa selama ini pada kakak" imbuh Syifa lagi


"Anak kecil jangan ikut campur" saut Riki menarik lengan Syifa menjauhi meja


"Kurasa tidak ada salahnya kau memikirkan itu baik baik" ujar david menatap bela


Masalah nya aku tidak tau apakah aku mencintaimu atau tidak, ini bukan masalah pernikahan kita yang sempat batal melainkan masalah hatiku sendiri. Batin bela

__ADS_1


__ADS_2