
"jadi artinya aku sedang cemburu?" tanya david
"betul sekali, memangnya dengan siapa?" tanya riki balik
wajah david yang tadinya serius berubah menjadi datar
benar juga, aku sedang cemburu tapi dengan siapa? bela?. batin david
tok,,,tok,,,tok
tak lama bela masuk kedalam ruangan david setelah kebut bekerja dalam menyiapkan dokumen dokumen
"permisi" ucap bela dengan sopan
david dan riki memutar kepala serempak dan melihat bela
"ini dokumen yang anda minta, silahkan ditanda tangani agar bisa langsung dikerjakan oleh pihak bawah" tutur bela
"hmm seperti nya aku melihat keanehan disini" saut riki mengetuk ngetuk dagunya
"letakkan di meja lalu kembalilah" kata david datar
bela mengangguk lalu meletakkan beberapa berkas di atas meja dan berjalan keluar
"stop!" riki mendekati bela dan menarik lengannya untuk duduk didekat david
"ck biarkan dia kembali" ucap david kesal
"ada masalah apa kalian berdua?" tanya riki mengabaikan perkataan david sebelumnya
__ADS_1
keduanya membisu, jika david tau jawabannya maka tidak dengan bela, dia sendiri pusing memikirkan kesalahannya
"nona bela apa anda pernah bertemu dengan seorang pria?" tanya riki lagi
"tidak" jawab bela dengan cepat
david memutar kepalanya kesamping menatap bela
"kau yakin tidak pernah?" tanya david
bela berpikir sejenak dan mencoba mengulang kejadian kejadian saat bersama david
"raka"
"siapa raka, kau bertemu dengannya dibelakang david?" tanya riki
"tidak kami bertemu didepannya" jawab bela dengan polosnya
"ada apa?" tanya bela
"kau tau david sangat tidak suka miliknya diganggu oleh orang lain?" kata riki
"lalu apa hubungannya dengan saya tuan? saya tidak pernah mengambil milik tuan david" ucap bela polos
lagi lagi riki harus menepuk keningnya karena kebodohan kedua orang ini
"bela yang pintar, kau tidak sadar jika david menyukai mu?" tanya riki menekan suaranya
"mustahil"
__ADS_1
"kenapa tidak? dia laki laki normal" ucap riki
"saya tidak perlu membahas soal ini tuan" kata bela menundukkan badannya lalu pergi
"bela bela hey belaa!!" teriak riki namun tidak di dengar oleh bela
ceklek
mata david menatap sekitar namun tak melihat bela disana
"bela sudah pergi" ujar riki membalikkan tubuhnya
"aku tidak peduli" ucap david ketus lalu menutup pintu kasar
"dua manusia hebat namun sangat bodoh! aahh bagaimana aku menjelaskan kebodohan mereka dimata publik" gumam riki gusar
beberapa jam kemudian bela harus masuk kembali dengan beberapa berkas di tangannya
"permisi, ini kontrak kerjasama antara Ferrero Group dengan Fresh Gold Group" ucap bela berdiri tegak
"jadwal pertemuan" kata david datar
"malam ini di salah satu hotel Ferrero Group"
"dan satu lagi pertemuan anda dengan pemimpin nya akan digantikan oleh putrinya" imbuh bela dengan serius
"kenapa?" tanya david
"ayahnya sedang sakit, dan mau tidak mau putrinya harus menggantikan pertemuan ini, tenang saja tuan putrinya tidak kalah pintar dari ayahnya" jawab bela
__ADS_1
"atur seluruh pertemuan kami, siapkan dokumen yang diperlukan, tidak ada yang boleh tertinggal sedikitpun. jika kau melakukan kesalahan sedikit saja aku akan memecat mu. jangan karena hubungan mu dengan ku satu langkah lebih dekat dengan karyawan lain kau bisa semena-mena dan lalai" ancam david dingin dan tajam
bela terkejut mendengar ucapan dingin yang dilontarkan oleh david padanya tapi tidak seharusnya dada bela sesak sekarang karena sifat david memang begini