
Sesampainya dirumah bela dan david tidak diizinkan mengerjakan apapun, mereka harus istirahat yang cukup untuk acara besok. Bela pergi ke kamarnya begitu juga dengan david
"Haahh siapa yang akan menyangka menikah dengan seorang bos galak sepertinya" gumam bela menghempaskan tubuhnya di atas kasur
"Aiiihh apa yang akan terjadi kedepannya aku tidak bisa membayangkan apapun" ucap bela frustasi
Ting,,,ting
From Mr.DavidFerrero
Kau baik baik saja?
Mm baik, ada apa? ~~bela
Aku didepan kamar mu, buka pintu ~~david
Kenapa. Apa ada hal penting? ~~bela
Buka saja, apa harus ada hal penting baru aku datang? ~~david
Pintunya tidak dikunci~~ bela
Ceklek
Tanpa hitungan detik david langsung masuk dan menutup pintu dari dalam
"Ck kenapa tidak bilang dari tadi" ucap david sambil duduk di sofa
"Biasanya kau masuk tanpa permisi" ujar bela masih malas untuk berdiri
"Kemarilah!"
"Untuk apa, bicara saja" kata bela
"Aku yang kesana atau kau yang kesini"
Huhh
__ADS_1
Bela dengan malas berjalan mendekati david dan menatapnya dengan tatapan lesu
"Apa?"
"Peluk aku" ucap david datar
"Gila!" Bela beranjak menjauhi david namun david langsung menarik bela kedalam pelukannya
"Aaaa david!!" Teriak bela meronta-ronta
"Ck diam bisa tidak"
"David kau gila, apa yang kau lakukan!!"
"Apa salahnya, aku calon suami mu"
"Iyaa tapi masih calonkan" ucap bela masih meronta
"Diam bela aku sedang gugup" kata david
"Gugup??"
"Kau pikir aku tidak memikirkan acara intinya?? Pernikahan berbeda dengan acara presentasi" jawab david
"Apa hubungannya dengan memeluk ku?" Tanya bela mengeryitkan dahi
"Tidak tau, hanya saja tubuh mu seperti obat bagi ku" jawab david polos
Tapi tubuh mu seperti racun untuk ku, kau tidak tau jika perbuatan mu membuat ku gugup juga?. Batin bela
"Lepaskan, a,,,aku duduk disamping mu saja" ucap bela
David mengangguk lalu melepas bela membiarkan nya duduk disamping
"Memang nya kau tidak gugup?" Tanya david
"Jantung ku sudah tidak bisa dikontrol sejak tadi pagi" jawab bela
__ADS_1
Keduanya menghela nafas sambil menyandarkan tubuh masing-masing diatas sofa
"Bagaimana jika aku tidak datang dipernikahan?" Tanya david
"Aku yang lebih dulu kabur" jawab bela
David terkekeh dengan nasibnya, kenapa bisa menikah seperti ini
"Hmm tapi tidak masalah, itu ide bagus. Ayo kita coba!" Ajak bela semangat
"Jangan macam-macam, pernikahan ini bukan mainan, awas jika kau mencoba untuk kabur!" Ancam david dengan mata memerah
"Kau sendiri yang mengatakan tidak akan datang" kata bela ketus
"Acaranya dirumah ku sendiri, bagaimana bisa tidak datang lagipula aku tidak ada rencana untuk membatalkan pernikahan ini"
"Ahh sudah lah kau selalu mengajak ku bertengkar, keluar lah" ucap bela kesal
"Kau mengusir ku?"
"Bukan tapi kan mama menyuruh kita istirahat" jawab bela
"Ya sudah aku istirahat disini" kata david langsung tidur dipangkuan bela
"Ehh bukan begini maksud ku, kau pindah kekamar mu" ucap bela sambil mendorong tubuh david tapi percuma dia terlalu berat
"Bisa saja jika kau ikut kekamar ku. Bukankah itu sama saja?"
Bela memukul lengan david karena kesal dengan tindakan semena-mena nya
"Tangan" ucap david meraba raba lengan bela
"Untuk?" Bela mengulurkan tangannya
"Untuk apa?? Aku juga bingung untuk apa" kata david sambil menggenggam lengan bela dan berusaha memejamkan matanya
Kita tidak saling mencintai tapi kenapa sikap mu seolah-olah menyukai ku. Batin bela
__ADS_1