
Dari jarak jauh david melihat tingkah adiknya memeluk riki, ada rasa lega dalam hatinya karena syifa menerima riki yang bisa menjaganya dengan baik
"Ayo pulang" ajak david pada bela
"Baik tuan" jawab bela
David menggenggam lengan bela keluar dari bandara tanpa persetujuannya
"Tuan sepertinya ini kurang bagus" ucap bela menatap lengannya
"Kau lupa dengan surat perjanjian yang kau tandatangani?" Tanya david memutar tubuhnya menghadap bela
Bela menggigit bibir bawahnya dengan pertanyaan itu, kebodohan terbesarnya ketika menyetujui seluruh perintah dari david selama satu minggu kedepan dan bonus dinner sebagai persetujuan memberikan izin
"Ikuti seluruh perkataan ku dan jangan pernah membantah!" Imbuh david dengan tegas dan kembali menarik lengan bela
Mereka berdua pulang meninggalkan syifa dan riki disana, david sudah percaya pada riki jadi dia tidak terlalu memikirkan keselamatan syifa lagi
***
Dan pagi hari keduanya bekerja kembali sebagai seorang atasan dan bawahan. Kali ini david harus ekstra cepat mengambil hati sekertarisnya jika tidak david sudah tidak bisa mengikat bela gara gara kontrak pekerjaan
David menyelesaikan pekerjaan hingga tuntas dan tak terasa larut malam, david meregangkan otot-otot ditubuhnya yang terasa kaku
"Time to bucin with my sekertaris" gumam david menyeringai
David mengambil kunci mobil lalu menjemput bela ke apartemen nya berhubung tadi david memerintahkan untuk bersiap siap terlebih dahulu jadi dialah yang harus menjemput bela
Tin,,,tin
David membunyikan klakson didepan bela yang sudah berdiri tegak didepan gedung apartemen dengan balutan gaun kuning telur diiringi dengan rambut yang dibiarkan tergerai begitu saja sampai bahu dan jepit rambut yang senada dengan gaunnya, cantik sekali dimata david hingga ia tidak bergeming untuk beberapa saat
__ADS_1
"Sudah siap?" Tanya david mendekati bela
"Berikan saya kuncinya tuan" ucap bela sedikit gugup hingga tak menjawab pertanyaan david
"Malam ini aku yang menyetir"
"Tapi,,,,"
Belum melanjutkan kalimatnya david sudah mendorong tubuh bela masuk kedalam mobil agar tidak ada pertengkaran lagi
"Mm sebaiknya anda tidak melakukan itu" ucap bela sembari memainkan jarinya
"Hanya menyetir bukan hal besar, diam dan tenanglah"
David memacu kendaraannya menuju salah satu restoran bintang lima di kota itu. Keduanya tidak berbicara sama sekali diatas mobil karena sudah merupakan peraturan dari david
Tak lama keduanya sampai, david keluar terlebih dahulu lalu membukakan bela pintu mobil
"Saya bisa sendiri tuan"
"Ssttt ikuti saja permainannya" ujar david kembali tersenyum
Susah payah bela mengontrol diri agar tidak berpikir lebih dengan sikap david kali ini. Perlahan bela menurunkan kakinya keluar dari mobil lalu david membawanya masuk kedalam restoran
"Sepi" ucap bela menatap sekeliling
"Aku sengaja mengosongkan restoran malam ini"
David membuka kursi lalu mempersilahkan bela duduk setelah itu dia membukakan kursi untuk dirinya sendiri lalu duduk didepan bela
David memberikan kode untuk para pelayan agar menyiapkan makanan diatas meja, mereka mendekati meja tempat dan bela kemudian menyiapkan hidangan makan malam
__ADS_1
"Alkohol?" Gumam bela menatap minuman didepannya
"Kali ini aku yang menyetir" ucap david menyeringai
"Ta,,,tapi sa,,,saya"
"Silahkan nona" kata david memberikan segelas minuman beralkohol untuk bela
Bela mengambil gelas itu dengan ragu tapi bela tetap meminumnya sembari menikmati tatapan indah dimata david
"Habiskan!" Ucap david
Bela memejamkan matanya lalu meminum seluruh minuman didalam gelas itu. Kelemahan terbesarnya dan selalu ia jauhi selama bekerja
"Bagaimana?" Tanya david meletakkan gelasnya seperti semula
Bela tidak menjawab karena minuman itu mulai bereaksi hingga membuat kepalanya pusing
"Kau baik baik saja? Tadinya aku ingin menyuruh mu menghabiskan satu botol ini" ucap david tersenyum
"Sa,,,saya,,,"
Bela menjatuhkan kepalanya di atas meja karena sudah tidak tahan dengan efek minuman keras itu. David membawa bela kedalam kamar yang sudah ia siapkan dari awal
"David brengsek" gumam bela disela sela kesadarannya
David tersenyum mendengar ucapan itu, mungkin bela tidak akan berani melakukanya jika sedang sadar 100%. David menidurkan bela diatas kasur
"Kapan kau berhenti marah bela, ayo baikan dan lanjutkan pernikahan kita" gumam david menggenggam tangan bela
Dia merapikan posisi bela lalu tidur disampingnya seperti apa yang david katakan sebelumnya
__ADS_1