
"david kenapa kau mengambil keputusan seenaknya saja!!" teriak bela dengan nafas tidak teratur
david dengan santai merapikan dasi nya didepan cermin seperti tidak ada manusia yang berbicara dengannya
"david!" panggil bela meraih lengan david
"apa" jawab david menepis tangan bela
"bersiap siap lah sebentar lagi kita akan ke kantor" ucap david dengan sangat dingin
"kau tidak bercanda kan?" tanya bela
"cih memangnya kapan aku suka bercanda" jawab david ketus
"gilaa!!" teriak bela lalu pergi membanting pintu
bela langsung berjalan ke kamarnya untuk bersiap siap. setelah siap mereka pergi ke kantor sore itu tanpa bicara sedikitpun. ego masing-masing dari mereka masih sama sama tinggi
"selamat datang tuan" sapa resepsionis disana dengan penampilan sedikit acak karena terburu-buru
david langsung pergi kearah lift tanpa memperhatikan wajah wajah yang sedang tersenyum paksa disana
"nona bela ada apa dengan tuan muda?" tanya resepsionis itu
"aku tidak tau, tiba tiba saja seperti ini maaf untuk kalian semua karena aku tidak bisa mengontrol kejadian ini" ucap bela menyesal pada seluruh karyawan disana
__ADS_1
"nona bela sekarang masalahnya bukan pada kami tapi pada anda" jawab salah satu karyawan
bela mengeryitkan dahi, apa mereka sudah tau semuanya pikir bela
"apa?" tanya bela
"tatapan membunuh tuan muda sedang mengarah kepada anda" bisik karyawan itu
bela terbelalak mendengar ucapan karyawan itu, dengan sangat hati hati bela menatap bosnya dan benar saja tatapan itu sangat tajam bahkan bisa menusuk dari jarak 100 meter
bela langsung berjalan dengan cepat mendekati bos-nya
"maaf tuan saya lambat" ucap bela sedikit menunduk
"lain kali jangan teledor kenapa kau ceroboh sekali" kata david ketus lalu masuk kedalam lift diikuti oleh bela dari belakang
sampai diruangan nya david langsung menghubungi riki untuk datang menemuinya. ini adalah panggilan perdana untuk riki datang dengan undangan
"mimpi apa kau menyuruhku datang?" tanya riki sambil menutup pintu lalu berjalan ke sofa
"aku pusing" jawab david memegang kepalanya
"ingin ku panggilkan dokter?" tanya riki
"tidak" jawab david
__ADS_1
riki mengangkat bahu melihat david
"mm kenapa kau semena mena pada karyawan mu?" tanya riki menatap david
"memangnya ada apa? mereka harus bekerja bukan? aku sudah menggaji mereka lalu dengan santainya mereka menikmati libur?" kata david dengan sinis
"bu,,,bukan aahhh kau memanggilku untuk apa?" tanya riki kesal karena waktu meeting nya ia korbankan hanya untuk bertemu calon kakak iparnya, haha itu hanya menurut riki sendiri
"kenapa laki laki jika melihat wanitanya sedang bersama laki laki lain dia marah?" tanya david dengan serius
"kau sedang cemburu?" goda riki dengan senyum jahilnya
"ck cemburu itu apa?" tanya david kesal
"astaga kau benar-benar tidak tau apa itu cemburu? manusia dari planet mana kau david" ucap riki menepuk keningnya
"cemburu itu ketika kau melihat wanita yang kau cintai sedang bersama laki laki lain atau dia tertawa karena laki laki lain" imbuh riki
apa aku sedang cemburu? tapi kenapa aku cemburu?. batin david
"lalu kenapa jantungku tidak bisa terkontrol jika sedang bersama wanita ini?" tanya david seakan-akan sedang meminta solusi dengan dokter cinta yang menjalani status jomblo ini
"itu artinya kau menyukai wanita itu kenapa hal begini saja tidak mengerti sedangkan bisnis sedalam apapun sudah berada di luar otak mu?" kata riki frustasi
mereka terus berbincang masalah jantung atau rasa yang sedang david alami. david mengangguk angguk mendengar penjelasan riki
__ADS_1