
Malam hari keluarga Ferrero sengaja mengadakan pesta kecil sebelum acara besarnya dimulai, mereka mengundang beberapa teman dekat dari bela dan david. Untuk kedua orang tua bela mereka pulang kerumah nya karena harus memberitahu beberapa kerabat
"Kak bela!!" Teriak syifa sambil menggedor-gedor pintu
Bela dan david membuka mata karena teriakan melengking dari syifa
"Mmhh buka pintu" ucap david dengan suara serak
Bela mengangkat kepala david dari pahanya lalu berjalan membuka pintu
"Kak ayo keluar, kita akan mengadakan pesta kecil-kecilan"
Bela langsung memfokuskan pikiran nya mendengar ucapan syifa
"Ulangi perkataan mu syifa" ucap bela
"Kita akan mengadakan pesta kecil-kecilan"
"Tapi kenapa aku tidak tau?" Tanya bela bingung
"Acaranya mendadak kak, kami juga baru tadi sore menghubungi teman teman kakak"
"Te,,,teman?"
"Iyaa sudah lah kak, syifa akan memanggil kak david kak bela bersiap lah" jawab syifa lalu berjalan kesamping kamar david
"Mm syifa" panggil bela sambil memainkan jarinya
"Iya kak?"
"Kakak mu tidak ada disana"
"Lalu?" Syifa mengeryitkan dahi
"Dikamar kak bela" jawab bela tercengir kuda
"Wah waahh rupanya kakak ku sudah tidak tahan ingin satu kamar dengan kak bela" ucap syifa sambil cekikikan
"Sudahlah, pergi kebawah terlebih dahulu nanti kak bela menyusul"
Syifa mengangguk lalu kembali ke taman depan rumah tempat perkumpulan teman teman david dan bela
"David david bangun bangun" ucap bela sambil menggerakkan tubuh bos-nya
"Jangan ganggu bela"
"Ini sudah jam 8 malam kau gila tidur dari pagi sampai malam!" Kata bela
"Apa!!" David langsung membuka matanya lebar-lebar mendengar ucapan bela
"Iyaa kaki ku sampai sakit gara gara kepala mu" ujar bela kesal
"Astaga waktu ku benar benar hilang banyak hari ini"
"Abaikan waktu mu yang hilang dan sekarang ada pesta di bawah, pergilah ke kamar mu untuk bersiap siap" ucap bela
"Pesta?? Kenapa aku selalu tidak tau tentang acara yang akan datang. Mereka selalu bertindak semaunya dan melibatkan aku didalamnya" kata david kesal
"Sudahlah pergi ke kamar mu sekarang"
Bela menarik lengan david keluar dari kamar dan langsung mengunci pintu dari dalam. David langsung memasuki kamarnya yang berada tidak jauh dari kamar bela
"Aku rasa aku sudah gila hidup di keluarga Ferrero mereka selalu bertindak semaunya" gerutu david walaupun dia tetap mengikuti seluruh kemauan keluarganya
Tak lama setelah itu keduanya keluar menuju taman tempat acara. Tidak banyak orang hanya ada syifa, rifa, riki, raka, riko
"Kak ayo duduk, dan ini makanlah hasil bakaran kami" kata syifa dengan senang dan sesekali tertawa melihat kekonyolan raka dan riko
Raka dan riko benar benar pintar menyembunyikan identitas mereka. Keduanya seperti sahabat yang penuh kekonyolan saat berkumpul dengan banyak orang contoh nya seperti sekarang ini
"Raka kenapa namamu sangat bagus?" Tanya riko
"Karena jika namaku riko pasti akan jelek" jawab raka dengan gampangnya
"Kemari kau, aku akan mencabut nyawamu!" Teriak riko mengejar raka lalu memukulnya
__ADS_1
"Hey berhenti bertengkar!!" Teriakan bela berhasil membuat keduanya berhenti saling pukul
"Kenapa sikap mereka netral, apa mereka sudah sembuh?" Bisik david
"Tidak, mereka memang begitu didepan umum" jawab bela ikut berbisik
"Bela dia mengatakan nama ku jelek" ucap riko
"Mm nama kalian bagus, dan aku baru sadar ternyata nama kalian mirip. Raka Riki Riko apa kalian kembar?" Tanya bela menatap ketiganya
"Aku tidak kenal" jawab riki datar
"Kami juga" jawab raka dan riko kompak
"Baiklah baiklah ayo makan, bukankah ini pesta" kata bela
Semuanya mengangguk lalu makan malam bersama ditaman. Mereka berkumpul untuk tujuan apa mereka juga bingung intinya untuk menikmati malam terakhir bersama kedua calon pengantin
"Kenapa tidak makan?" Tanya david menatap bela yang tidak menyentuh apapun
"Mm aku kenyang" jawab bela canggung
"Makanlah"
"Tidak!"
"Bela!"
"Mm??" Bela diberikan hadiah tatapan membunuh dari david
"Aku sudah kenyang david aku tidak bohong"
"Belajar bohong darimana?" Tanya david sambil memotong daging menjadi bagian bagian kecil
"Aku tidak bohong" bela meneguk air minum untuk menenangkan diri
"Apa kabar dengan tidur satu kamar sampai malam?" Celetuk syifa
Uhuk,,,uhuk,,,uhuk
"Masih ingin berbohong?" Tanya david
Bela menggelengkan kepala seperti anak kucing
"Makan!" Titah david memberikan piring berisi daging yang telah ia potong menjadi bagian bagian kecil
"Terimakasih!" Bela langsung memakan makanannya tanpa menatap seluruh isi meja disana karena ucapan syifa tadi
Selesai makan mereka semua berkumpul duduk lesehan dirumput rumput taman menikmati angin malam
"Bagaimana jika kita bermain game?" Ucap raka memberi ide
"Game?" Kata semuanya kompak
"Iya kita,, permainan truth or dare" jawab raka
"Yeyy aku sangat senang dengan permainan ini kak" kata syifa tersenyum riang
"Baiklah jika syifa setuju berarti semua harus ikut, aku akan mengambil botol" ujar raka berdiri mengambil botol bekas minuman mereka
Bela dan david tidak terlalu antusias sebenarnya karena mereka memikirkan hari esok
"Oke saat ujung botol ini berhenti dan menunjuk ke arah kalian berarti kalian lah yang harus menerima tantangan" kata raka lalu di angguki oleh semua
"Aku akan mulai"
Raka menatap wajah seluruh pemain yang ikut dalam permainan, dia mulai memutar botol hingga botol itu berputar-putar dengan cukup keras dan lama kelamaan berputar santai hingga berhenti disalah satu peserta
"Aku?" Tanya syifa menunjuk dirinya
"Baiklah syifa kau mengambil truth or dare?" Tanya raka
"Truth" jawab syifa dengan semangat
"Kak bela yang bertanya. Berapa mantan kekasih mu, dan siapa yang paling berkesan diantara mereka?" Tanya bela
__ADS_1
"Mmm aku tidak bisa menghitung nya kak dan untuk yang paling berkesan ku rasaa siapa ya?" Tanya syifa berpikir sejenak
"Mantannya ada 5 dan tidak ada yang paling berkesan karena mereka semua hanya melihat syifa dari segi materi" jawab riki spontan
Syifa membulatkan mata mendengar ucapan riki yang menyambar telinganya
"Ka,,,kak tau darimana?" Tanya syifa masih bengong
"Heuh?" Riki belum sadar dengan apa yang dia ucapkan tadi
"Dia tau dari ku, memang nya siapa lagi" saut david datar
"Benar kak?" Tanya syifa menatap riki
"Aahh ya kakak mu yang memberitahu" jawab riki dengan senyum terpaksa nya
Syifa mengangkat bahu sambil mengangguk
"Baiklah ayo putar lagi" raka kembali memutar botol itu dengan keras daaan
"Aku" ucap riko datar
"Baiklah kau ingin mengambil truth or dare?" Tanya raka
"Mm dare" jawab riko
"Syifa yang akan memberikan tantangan. Kak riko harus mencium kak raka sekarang hahahaha" syifa tertawa terpingkal-pingkal dengan tantangannya
"Syi,,,syifa kau tidak serius kan?" Tanya bela
"Tidak, kakak harus gentleman ayo cium kak raka" ucap syifa
"Baik"
Cup
Riki mencium kening raka didepan umum
Iieeekkk
Syifa, riki, dan rifa menatap mereka jijik karena mencium kening sesama jenis
"Setelah ini aku akan mencuci wajah seribu kali" kata raka
"Jangankan dirimu aku juga akan mandi air mawar besok pagi" ujar riko
Pintar sekali akting mereka menyembunyikan identitas masing-masing. Tidak akan ada yang menyangka jika mereka adalah pasangan
Beberapa saat kemudian syifa yang memutar botol itu dan mengarah pada riki
"Kak riki pilih truth or dare?" Tanya syifa masih dengan semangat 45
"Mm truth" jawab riki tersenyum
"Aku memiliki 3 pertanyaan. Pertama apa kau menyukai seseorang yang ada disini? Kedua kenapa kau menyukainya? Ketiga bisakah kau mengatakan siapa orang itu?" Tanya david bertubi tubi
"Heh kau menjebak ku" jawab riki dengan senyum sinisnya
"Ayo kak jawab" saut syifa
"Huuhh aku memang menyukai seseorang yang ada di sini. Kenapa aku menyukainya?? Heeh apa cinta butuh alasan? Kurasa tidak (tersenyum sinis) dan siapa orang itu?? Intinya salah satu dari kalian" kata riki menatap ketiga wanita yang ada disamping dan depannya
"Mm aku tau, kau menyukai kak rifa kan?" Kata syifa
"Bagaimana jika orang itu adalah kau?" Tanya david dengan serius
"Aku?? Hahaha tidak mungkin kak riki menyukai ku, dia sudah dewasa sedangkan aku masih anak kecil. Tidak logis sekali" jawab syifa dengan nada putus asa
"Benar, kau bicara apa david" saut riki berusaha menenangkan hatinya
"Ini sudah malam, aku harus pulang dan sebaiknya kalian juga pulang ini sudah larut" imbuh riki langsung berjalan keluar taman dengan cepat
"Baiklah kami juga pulang" ucap raka
Mereka meninggalkan kediaman Ferrero karena sudah malam, sedangkan penghuni rumah pergi beristirahat untuk acara besok
__ADS_1