
"baiklah paman kurasa seluruh presentasi sudah kami sampaikan, apa ada pertanyaan atau paman bisa menambahkan beberapa hal jika ada yang kurang" ucap vano menyandarkan tubuhnya dikursi sambil menyilangkan kedua tangannya
"Mm kurasa tidak ada, presentasi kalian cukup bagus untuk seusia ini" kata david masih tidak percaya dengan 3 bocah ini
"Kalian tidak sekolah?" Tanya david menatap ketiganya
Dengan serempak vino, farel, dan ethan mengubah ekspresi mereka menjadi anak bocah yang imut-imut ketika ditanyai tentang sekolah
"Mm hehe begini paman, kami kan menjalankan tugas negara dari sang penguasa jagad raya jadi kami berusaha untuk mengerjakannya dengan sangat amat detail atau bisa dibilang,,,,,"
"Elllaaahh katakan saja bolos kenapa harus berbicara panjang lebar tanpa ada isi" celetuk farel
Vano langsung memukul kepala saudaranya itu, farel meringis kesakitan karena tangan vano cukup keras
"Dasar bocah lain kali perintahkan anak buah mu untuk meminta izin pada pihak sekolah" ucap david ketus
"Cih aku memberikan beberapa pertanyaan pada guru ku saja mereka tidak bisa menjawab" kata vano sinis
"Memangnya pertanyaan apa?" Tanya david kepo
"Berapa pendapatan Salvatrucha Group dalam sebulan dan minimal berapa pendapatan mereka setiap hari tapi guru ku tidak ada yang tau" jawab vano polos
"Itu rahasia perusahaan bodoh!" Ucap farel dan lagi lagi mendapat pukulan dari vano
"Terserah, aku harus pulang sekarang" ucap david berdiri dengan wajah sedikit panik karena melupakan bela
"Paman aku ikut!" Teriak vano berlari mengejar david
"Bagaimana dengan perusahaan??" Tanya david
"Om yang tadi mengantar paman salah satu kepercayaan abi jadi aku bisa meninggalkan perusahaan sebentar" jawab vano santai
"Baiklah"
__ADS_1
Vano tersenyum riang lalu memberikan kode untuk farel dan ethan untuk ikut
"Hey tadi kau bilang ingin ikut kenapa mengajak mereka!!" Ucap david kesal karena ketiga bocah-bocah itu sedikit berwajah nakal
"Aku tidak bilang hanya aku yang ikut paman, sudahlah kenapa kau cerewet sekali ayo jalan!!" Kata vano mendahului david keluar kantor
"Sebenarnya siapa yang akan berkunjung dan siapa pemilik rumah, memangnya mereka tau apa apartemen ku dimana" gerutu david mengikuti tiga anak itu dari belakang
David membawa mereka keluar kantor dan melaju ke apartemennya, ketiga bocah-bocah itu tertawa dan sesekali berteriak teriak melihat jalanan. Sangat berbeda dengan sikap mereka dikantor tadi
"Jadi ini apartemen paman?" Tanya farel bersemangat
"Tidak ini kandang ayam" jawab david datar
Ketiganya terkekeh mendengar jawaban david, vano langsung masuk kedalam apartemen melihat lihat seluruh sisi apartemen yang sangat rapi dan bersih
"Hey hey kemari lihat pemandangan disini sangat indah" ucap vano bersemangat
"Kau tidak apa-apa?" Tanya david mendekati bela lalu mencium keningnya
"Aku baik baik saja tapii mm kepala ku sakit" jawab bela
"Kau sudah minum obat?" Tanya david khawatir
"Sudah" jawab bela singkat
"Kau membawa manusia kemari?" Tanya bela mengeryitkan dahi
"Aku tidak mengerti"
Bela menunjuk tiga bocah yang sedang mengintip mereka dengan matanya. Vano berdiri stabil lalu tercengir kuda begitu juga dengan farel dan ethan
"Hay nona cantik apa kabar" sapa vano masih tercengir
__ADS_1
"Mm tidak baik, masuklah!" Ucap bela tersenyum
"Kau sakit nona? Huuhh paman ini harusnya kau memberitahu ku jika nona cantik sakit" kata vano mendekati bela lalu bersalaman
Ets vano melakukan itu karena dia ada maksud tersendiri, vano mencium tangan bela dan mencoba mengendus tangannya
"Nona kau yakin sudah meminum obat??" Tanya vano serius
"Su,,, sudah" jawab bela terbata sambil menatap david bergantian dengan vano
Farel dan ethan mengerti maksud vano, keduanya beraksi mencari sesuatu di sekeliling kamar
"Hey apa yang kalian lakukan" ucap david bingung
David melihat perubahan yang sangat besar diwajah mereka, wajah wajah penuh misteri bahkan vano mengeluarkan seringai nya menatap bela
"Nona cantik aku bertanya sekali lagi, kau yakin sudah meminum obat?" Tanya vano serius
"I,,,iya" jawab bela melepas tangannya dari genggaman vano
"Kau yakin tidak berbohong nona cantik?" Tanya farel menunjukkan obat yang dibuang oleh bela disamping jendela
Bela gugup melihat beberapa obat yang ia buang sekarang berada ditangan farel dan ethan, mata mereka sangat tajam hingga dapat menemukan obat yang tersembunyi dengan rapi
"Bela!!" Teriak david kesal karena ternyata bela tidak pernah meminum obatnya
"Hehe maafkan aku" jawab bela cengengesan
"Pantas saja kepala mu masih sakit ternyata kau tidak pernah meminum obat"
"O,,, obatnya sangat besar" ucap bela menunduk seperti anak kucing
Vano memberikan kode untuk farel dan ethan agar keluar dari kamar itu. Ketiganya keluar lalu duduk disofa membiarkan david mengurus masalahnya
__ADS_1