My Cruel Boss

My Cruel Boss
bab 88


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian, rumah tangga bela dan david semakin hangat ketika ia dihadiahkan seorang putri cantik di tengah tengah mereka.


"Sayang putri papa" David meneteskan air matanya melihat buah hati yang selama beberapa bulan ini ia tunggu tunggu.


"Sayang lihat putri kita, dia sangat cantik" puji David.


"Kau ingin menggendong nya?" Tanya bela yang masih pucat karena lelah berteriak melahirkan putrinya.


"Tidak aku belum berani memegang nya aku takut dia jatuh ditangan ku" jawab David.


Keduanya tersenyum bahagia melihat putri kecil mereka menggeliatkan tubuh mungil itu didalam gendongan suster.


Ceklek


Kedua belah pihak keluarga David dan bela berkerumun memasuki ruang persalinan menemui putra putri dan si kecil.


"Sayang kau baik baik saja" ibu tita dan bu dewi kompak memeluk bela.


"Maaf bu ini putri ku biarkan aku yang memeluknya terlebih dahulu, kau peluk saja putra mu terlebih dahulu" ucap bu tita meraung-raung menangisi bela.


"Putra ku tidak melahirkan seperti bela bu tita, bela juga putri ku. Nak kau baik-baik saja kan" ujar bu dewi ikut menangis.

__ADS_1


"Ibu, ma bela baik baik saja mm bisa lepas pelukan kalian? Bela sesak"


Lagi lagi dua besan itu kompak melepas bela dari rengkuhan mereka, ibu dewi dan bu tita lupa dengan tujuan nya kesana untuk melihat cucu mereka.


"Ma cucu mama sangat cantik" saut David tersenyum bahagia memegang pipi mulus dan lembut putranya.


"Astaga mama sampai melupakan cucu mama" bu dewi langsung mengambil cucu nya dari gendongan suster.


"Ayo bu kita bawa cucu kita ke ruang bayi"


Bu tita mengangguk setuju lalu keluar dengan membawa cucu mereka.


"Kak bela selamat ya akhirnya kalian menemukan titik terang dalam hidup masing-masing" ucap Syifa yang sedari tadi sudah gatal ingin memeluk kakak iparnya.


Keduanya berbincang bincang sesama wanita membahas soal bagaimana cara merawat diri setelah melahirkan agar tetap menjadi ibu ibu yang tidak ketinggalan zaman apalagi bela dengan level tinggi sebagai istri seorang David Ferrero.


Sedangkan Riki dan David berjalan kearah sofa dan mendengar seluruh celotehan Syifa tanpa henti.


"Bro bagaimana rasanya memiliki putri?" Tanya Riki.


"Kau tidak bisa mengatakan apapun karena semuanya bercampur menjadi satu, disisi lain kau kasian melihat istri mu melahirkan tapi disisi lain kau senang akan memiliki anak" jawab David tersenyum tipis.

__ADS_1


"Siapa nama putri mu David?"


"Fania"


"Fania Ferrero?" Ucap Riki memperjelas perkataannya.


"Tepat sekali Fania Ferrero"


David berjalan mendekati bela dan tiba tiba mengecup keningnya didepan Syifa.


"Terimakasih sudah mau hidup dengan ku dan melahirkan anak-anak ku dari rahimmu" ucap david kembali mencium seluruh wajah bela.


"Anak mu anak ku dan anak ku adalah anak mu. Terimakasih telah memberikan banyak kesempatan untuk berjalan ke sisi mu"


Bela mencium bibir suaminya hingga lupa dengan kehadiran syifa dan riki disana. Syifa memberikan kode untuk riki agar mereka meninggalkan tempat itu sebelum keduanya melakukan hal lebih walaupun itu tidak mungkin karena bela baru saja selesai melakukan persalinan.


Rencana Tuhan tidak ada yang bisa mengetahuinya. Dulu pernikahan ini batal karena seseorang tapi ternyata Tuhan melakukan itu karena dia ingin melihat ku mengenalmu lebih jauh. Perlahan aku berjalan mencari titik terang ternyata Tuhan akan mempersatukan diri ku dengan mu hanya saja waktu itu belum waktunya dan sekarang adalah waktu yang sebenarnya. Batin david


TAMAT


###

__ADS_1


NO BULLY


__ADS_2