
david masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. dia melihat bela sedang berbaring di atas kasurnya
"bangun!" titah david
Bela terbelalak melihat bos-nya sedang berada didalam kamar
"tu,,,tuan maaf saya akan pergi jika mengganggu" ucap bela langsung berdiri hendak pergi
"ck pergilah atau aku akan memecat mu!" ancam david membuat langkah kaki bela seperti lem
"maaf" kata bela menunduk menghadap david
"kenapa tidak keluar?" tanya david datar
"saya takut mengganggu tuan" jawab bela masih menunduk
"sudah sarapan?" tanya david masih dengan wajah datarnya
"belum" jawab bela singkat
"bodoh!!" umpat david dan langsung menarik tangan bela keluar dari kamar membawanya ke meja makan
"duduk!" titah david masih memegang tangan bela
bela mengangguk patuh namun tidak berani menatap david
"makan!" titah david lagi
__ADS_1
bela kembali mengangguk tanpa perlawanan. seluruh mata disana menatap david bingung melihat tingkahnya
"david ada apa sayang?" tanya dewi mengeryitkan dahi
"David benci melihat orang sakit karena tidak makan ma" jawab david datar sambil memakan makanannya
dewi dan ervan mengangkat bahunya melihat tingkah david yang peduli dengan sekertarisnya
"mm masakan kamu enak sayang" ucap dewi sambil menyeruput sup ayam buatan bela
"terimakasih nyonya silahkan dinikmati" jawab bela tersenyum tipis
"ma pa syifa juga ikut membantu" saut syifa kesal
dewi dan ervan menggelengkan kepalanya melihat wajah syifa yang kesal
"jika papa ingin syifa pulang jangan mimpi pa" ujar syifa menghentikan makannya
"nak kau tidak boleh seperti itu, papa dan mama sudah tua. papa ingin melihat kalian berkumpul nak" saut dewi dengan sendu
"tidak! jangan paksa syifa" syifa berdiri meninggalkan keluarganya
"bela akan ikut kerumah" ucap david dengan santai memakan makanannya
uhuk,,,uhuk,,,uhuk
bela tersedak dengan perkataan bosnya, bagaimana bisa david berkata seperti itu pikir bela
__ADS_1
bela langsung menegak air sebanyak banyaknya untuk menenangkan diri
"benarkah?? yee jika kak bela ikut syifa akan bersiap siap sekarang" ujar syifa berlari kedalam kamarnya sambil berjingkrak jingkrak
"sa,, saya tuan?? ta,, tapi saya anu mm" otak bela membeku seketika
"nak bela tolong mengerti keadaan kami, kami ingin sekali syifa betah dirumah tanpa kabur seperti ini" kata ervan sambil memegang bahu istrinya
bela diam sejenak lalu menatap mata bosnya yang masih terlihat tajam
ini sama saja aku membawa diri menuju neraka. batin bela
"aku ingin bicara!" ucap david datar dan langsung pergi ke balkon tanpa persetujuan bela
bela tersenyum kepada kedua tua syifa lalu pergi mengikuti david dari belakang
"aku akan menambah gaji mu 2 kali lipat dari sebelumnya jika kau bersedia tinggal dirumah ku" ucap david menyilangkan tangan didada nya
bukan uang masalahnya tapi kau. aku ingin sekali menjauhi mu tapi kenapa semakin dekat. cukup sudah aku bertemu dengan mu dikantor jangan dirumah. batin bela
"jika aku bicara dengar lalu tanggapi bukan diam seperti batu!" ucap david dengan tajam menatap bela
"ba,,baik tuan baik" kata bela sudah pasrah dengan hidupnya
"bagus" ujar david lalu pergi meninggalkan bela
nasib buruk apalagi ini. bos kejam, ibu kejam, hidup juga kejam aaahhh otak ku ingin meledak. batin bela
__ADS_1
bela masuk kedalam kamarnya untuk menemui syifa tapi bukan untuk memberi pelajaran kepada syifa melainkan untuk menyuruh syifa pergi tanpa dirinya