
"Tuan riki" sapa bela menghentikan langkahnya menatap riki sudah berdiri didepan pintu apartemen david
Riki memaksakan senyumnya sebagai tanda dia mendengar sapaan dari bela
"Untuk apa kau kemari" ucap david
"Boleh aku meminjam bela?" Tanya riki tanpa menatap david
"Tidak boleh" jawab david ketus
"Bukankah jam kerja sudah habis diatas jam 22.00?" Tanya riki balik
David diam, dia ingin marah namun ekspresi riki kali ini benar benar membuatnya harus berpikir dua kali untuk merestui pertunangan syifa
"Aku pergi" ucap riki menggenggam lengan bela menuju lift dan membawanya ke suatu tempat
Riki membawa bela ke depan gerbang universitas nya dulu, tempat itu sepi dan sunyi hanya ada suara angin malam yang menghampiri tubuh mereka
"Kenapa membawa saya kemari tuan?" Tanya bela
Riki menyangga tubuhnya didepan mobil diikuti oleh bela disampingnya
"Panggil namaku saja, kau hanya marah padanya bukan pada ku" jawab riki datar
Hening sejenak bela ingin sekali bertanya banyak hal tentang kondisi riki yang tidak mengeluarkan senyum riang seperti dulu lagi
"Mm kau baik baik saja?" Tanya bela hati hati
"Sakit bela" jawab riki tercekat
"Apa aku terlihat baik baik saja sekarang? Demi apapun aku sangat rapuh kali ini" imbuh riki berusaha menahan segalanya
__ADS_1
"Apa ini karena syifa?" Tanya bela lagi
"Menurut mu siapa lagi yang bisa membuat ku hancur selain gadis kecil itu? Pengaruhnya dalam hidup ku sangat banyak bela, dia tertawa hidup ku akan baik baik saja, dia menangis maka hidup ku tidak tenang, sekarang dia sedang bahagia tapi kenapa hidupku hancur" jawab riki sendu
"Kau sangat mencintainya" ucap bela menatap kampus didepannya
"Haahh aku sudah menyerah mulai malam ini, aku akan keluar negeri dan tinggal disana beberapa hari lagi" ujar riki
"Kau yakin?"
"Bahkan aku tidak akan mengikuti kemana dia pergi, aku akan membiarkan dia bertemu dengan siapapun yang dia inginkan mulai detik itu"
"Detik itu?" Tanya bela mengeryitkan dahi
"Detik dimana david menyetujui pertunangan mereka dan laki laki itu memasangkan cincin dijari syifa" jawab riki memaksakan senyumnya
"Ka,,,kau tau darimana?" Tanya bela lagi
Riki menatap bela tanpa senyum, dia mendekati bela hingga jarak mereka sangat dekat dan sangat dekat daann
Bela menutup mulutnya melihat anting yang ia gunakan terdapat kamera pengintai
"Sekarang aku tau sebesar apa cintamu pada syifa, apapun akan kau lakukan demi melihatnya" kata bela masih tidak percaya
"Tidak untuk sekarang, aku akan melepaskan nya mulai detik ini, kamera ini adalah kamera terakhir yang berkaitan dengannya. Aku sudah memutuskan seluruh sambungan dengannya agar aku tidak melihatnya lagi" ujar riki sambil melempar kamera pengintai nya ke selokan
Bela mengelus punggung riki untuk menguatkannya, riki memeluk bela agar bela tidak melihat dirinya menangis
"Terkadang kita akan berada di fase hancur sehancur hancurnya seperti ini tapi apalagi yang bisa kita lakukan selain bersabar" ucap bela menenangkan riki
"Kau semakin menyakiti ku dengan kata-kata itu"
__ADS_1
"Minggu depan aku akan pergi keluar negeri dan tinggal di sana, jika kau ada perjalanan luar negeri hubungi aku, aku akan menjemput di bandara" imbuh riki
"Memangnya harus pergi? Kau tidak bisa tinggal disini saja? Bisnis mu bagaimana?" Tanya bela
"Aku akan bekerja dari sana dan urusan perusahaan aku sudah memiliki orang orang terpercaya. Jika aku disini kapan aku akan sembuh" jawab riki melepas pelukannya
"Baiklah terserah padamu, aku akan mengantarmu ke bandara minggu depan" ucap bela tersenyum
"Kau tidak ingin ikut? Mm lari bersama ku dan menikah dengan ku disana" ujar riki terkekeh
"Cih selera ku tinggi" ejek bela agar riki bisa melupakan masalahnya sejenak
"David Ferrero tak tergantikan" goda riki mulai tertawa
"Setelah ku pikir pikir ayo kita menikah saja agar aku bisa menyumpal mulut mu" kata bela kesal
Riki terkekeh melihat bela mulai kesal dan emosi saat namanya dikait-kaitkan dengan david
"Lagipula kenapa kau tidak memaafkan david, toh itu bukan kesalahannya 100%" ucap riki kembali serius
"Kami tidak saling mencintai, pernikahan itu dikarenakan paksaan dari orang tuan masing-masing jadi kami tidak ada masalah sama sekali jika pernikahan itu batal" ujar bela
"Benarkah? Lalu kenapa david sampai menjebloskan pryzel ke dunia malam"
"Apa maksudmu?"
"David tidak bercerita? Kurasa dia sengaja tidak memberitahu mu" jawab riki tersenyum
"Nona pryzel??" Tanya bela menatap riki
Riki ikut menatap bela dan menganggukkan kepala nya bahwa apa yang bela lihat waktu itu benar adanya
__ADS_1
"Sampai kapan sekertaris ku berada diluar? Kurasa besok tidak ada libur" ucap david yang datang dari belakang mobil riki
Keduanya menatap arah suara dan melihat david sedang memberikan tatapan membunuh pada keduanya