
tok,,, tok,,,tok
"kakak!!!"
bela dan david memutar kepalanya menghadap pintu dan melihat wajah sumringah syifa
"kak david aku merindukan mu" ucap syifa memeluk kakaknya
"kenapa pulang?" tanya david
Syifa melepas pelukannya dengan wajah datar
"mama dan papa ingin segera pulang katanya untuk persiapan pernikahan" jawab syifa
"pernikahan siapa?" tanya bela
"kalian" jawab syifa santai
"apa!!" keduanya terbelalak mendengar jawaban syifa
"pe,,, pernikahan siapa?" tanya bela sekali lagi
"iya pernikahan kalian akan digelar seminggu lagi bukan" jawab syifa
"kenapa mama tidak memberitahu ku terlebih dahulu, mereka selalu saja mengambil keputusan sepihak" ucap david kesal
david langsung menghubungi kedua orangtuanya untuk menanyakan kebenaran nya
"ma benar apa yang dikatakan oleh syifa?" tanya david dari balik sambungan
"benar apanya sayang"
__ADS_1
"ada acara apa satu minggu kedepan?" tanya david
"pernikahan mu dengan bela" jawab dewi santai
"ma!! mama sudah berjanji memberikan kami waktu" ujar david kesal
"kami sudah setuju mengadakan pernikahan kalian minggu depan dan ini sudah menjadi persetujuan antara kedua belah pihak, iya kan bu tita"
bela langsung mendekati david dan mendengar suara ibunya sedang tertawa riang disana
"nyonya ibu saya berada disana?" tanya bela
"panggil mama"
"ma,,mm ibu bela ada disana?" tanya bela sekali lagi
"iyaa kami sedang mengurus acara pesta"
david memutuskan sambungan telepon dan langsung menarik bela keluar ruangan meninggalkan syifa
"eehh kak kenapa syifa ditinggal!!" teriak syifa namun tak ada jawaban
Syifa mengangkat bahu tidak ingin ambil pusing dan lebih memilih untuk tidur di sofa untuk beberapa jam kedepan
tok,,,tok,,,tok
tidak ada jawaban dari dalam, pria itu langsung masuk tanpa permisi kedalam ruangan seperti biasa
"da,,, vid"
riki terbelalak melihat syifa sedang tidur dengan imutnya disofa, ini pertama kalinya riki bertemu dengan jarak yang sangat sekat dengan syifa. jantungan?? tentu saja karena gadis yang ia sukai sejak beberapa tahun yang lalu sedang khusuk tertidur lelap
__ADS_1
riki mendekati syifa perlahan dan berjongkok sejajar dengan wajah gadisnya
"cantik sekali" gumam riki sambil menyelipkan rambut syifa yang sedikit berantakan
"manis" riki tidak bisa menghilangkan senyumannya pada wajah syifa
syifa menyipitkan mata karena merasa ada yang menyentuh wajahnya
"mmhh"
syifa belum menyadari seseorang yang sedang tersenyum disampingnya
"sudah bangun?" tanya riki dengan lembut
"kau siapa?" tanya syifa dengan cepat kilat menjauhi riki
"perkenalkan aku riki sahabat kakak mu, dia menyuruh ku datang untuk membawa makan siang padamu" jawab riki dengan sangat lembut
"tu,,, tunggu aku pernah melihat mu tapi dimana?" tanya syifa pada dirinya sendiri sambil berpikir
"aku dosen dikampus tempat mu kuliah"
"aahh bapak maafkan saya karena tidak mengenal bapak" ucap syifa dengan cepat meraih tangan riki dan menciumnya
riki tersenyum gemas melihat gadisnya berlaku seperti ini dan itu salah satu poin kenapa riki bisa menyukai gadis ini sejak ia berusia 14 tahun yang lalu dan itulah yang membuat riki harus meraih kesuksesan agar bisa menyandingi keluarga Ferrero
"tidak masalah, aku juga tidak mengajar di kelas mu wajar kau tidak mengenal ku sama sekali" ucap riki
syifa mengangkat wajah dan menatap lekat wajah dosennya
"bapak sangat tampan" kata syifa menatap lekat pada riki
__ADS_1
aku berusaha menjadi tampan agar bisa menyandingi kecantikan mu. batin riki