My Cruel Boss

My Cruel Boss
bab 44


__ADS_3

Sampai dibutik syifa dan riki langsung memilih gaun, bukan syifa tapi riki yang lebih antusias dalam memilah semua gaun di butik itu


"Syifa coba pakai ini" ucap riki memberikan gaun berwarna hijau muda


Syifa langsung mengambil gaun itu dan masuk kedalam ruang ganti. Setelah nya syifa keluar dengan balutan gaun selutut berwarna hijau muda


"Kak ini bagus" kata syifa


Riki memutar tubuhnya dan melihat syifa sudah sangat cantik dengan rambut tergerai sebahu


"Mm ganti, pakai yang ini" ucap riki kembali memberikan gaun biru muda


Syifa mengangguk dan dengan senang hati kembali mencoba gaun itu


"Kak bagaimana dengan yang ini?" Tanya syifa sambil keluar dari balik pintu


"Mm tidak, ganti dengan gaun ini" jawab riki lagi lagi memberikan gaun selutut berwarna merah muda


Syifa cemberut dan mengambil kasar gaun yang ada ditangan riki


"Kali ini jika diganti lagi kakak saja yang gunakan" ucap syifa tanpa senyum keluar dari ruang ganti dengan gaun selutut dan sesuai kriteria riki


"Bagus, gunakan yang ini" kata riki tersenyum manis


"Lagipula kenapa harus diganti gaun yang hijau dan biru muda cukup cantik" ucap syifa


"Gaun pertama terlalu pendek gaun kedua terlalu terbuka gaun ketiga sempurna" jawab riki


"Terserah lah" kata syifa menghempas kan tubuhnya di atas sofa

__ADS_1


Riki senyum senyum sendiri sambil mengikuti kemana arah syifa berjalan dan duduk


"Senyum!" Titah riki


"Malas" jawab syifa karena asik dengan ponselnya


"Syifa"


"Hmm??" Syifa dengan berat hati mengalihkan pandangannya pada riki


"Senyum!" Ucap riki dengan lembut


"Ke,,,kenapa harus senyum?" Tanya syifa menatap kearah lain


Kenapa tatapannya sangat berbeda. Batin syifa


"Karena orang yang sering cemberut lebih cepat tua"


Tentu saja aku tau, aku tau kapan kau tersenyum kapan kau menangis. Bahkan aku tau sisi kecil yang tidak diketahui oleh keluarga mu. Aku tau rahasia yang kau sembunyikan dari mama dan papa mu. Aku tau berapa mantan kekasih mu semuanya aku tau syifa. Batin riki


"Baiklah baiklah maafkan aku tuan putri, kau suka dengan gaun ini?" Tanya riki


"Lumayan"


"Lumayan? Itu artinya kau tidak suka?" Tanya riki dengan serius


"Sayangnya aku lebih suka yang sedikit terbuka" jawab syifa tercengir


"Jangan macam-macam pakai yang ini" ucap riki ketus

__ADS_1


"Hehe kau tidak jauh berbeda dengan kakak ku, untung saja aku bukan kekasih mu kak jika iya habislah aku dengan peraturan mu" ujar syifa frustasi


"Itu artinya kakak mu sangat menyayangi mu" kata riki menatap syifa


"Itu artinya kak riki juga menyukai ku?" Tanya syifa antusias


Uhuk,,, uhuk,,, uhuk


Riki tersedak menelan ludahnya sendiri mendengar pertanyaan konyol syifa


"Kak minum" ucap syifa dengan cepat memberikan air minum


"Kakak kenapa?" Tanya syifa sambil mengusap punggung riki


"Ti,,,tidak apa-apa aku baik baik saja. Ayo pergi bayar" jawab riki dengan cepat kilat meninggalkan syifa


"Untuk gaun biru" ucap riki datar pada karyawan disana


"Tuan anda pemilik butik ini, apa harus membayar?" Tanya karyawan itu heran


"Itu bukan prinsip bisnis" jawab riki masih dengan wajah datarnya sambil menyodorkan kartu kredit nya


"Kak!! Syifa yang bayar" ucap syifa setengah berteriak


"Tidak masalah, anggap sebagai hadiah pertemanan" kata riki tersenyum manis


"Cih aku tidak ingin punya teman setua dirimu"


Sepertinya mustahil untuk mendapatkan mu, tidak masalah aku akan mengantarmu sampai di gerbang kebahagiaan baru aku akan memikirkan diri ku sendiri. Batin riki

__ADS_1


"Baiklah jangan berteman dengan ku. Kau masih bocah kecil yang berpikir pendek" ucap riki sambil mengacak-acak rambut milik syifa


Pertemuan perdana riki dengan syifa berjalan mulus walaupun sebenarnya pertemuan itu tidak disengaja namun menjadi sangat berharga bagi riki


__ADS_2