
Satu jam mendengar kan cerita dari riki bela izin pergi ke toilet untuk urusan wanita
"Anda butuh sesuatu nona?" Sapa seorang wanita dibelakang bela karena dia melihat bela seperti butuh bantuan
"Aah iya aku sedang mencari toilet lain, toilet disana rusak" ucap bela sambil menatap kedepan mencari pintu toilet
"Nona toilet disini sedang bermasalah jika anda ingin ke toilet harus pergi ke atas, mari saya antar jika tidak keberatan" ujar wanita itu
"Waah terimaka,,,,sih" bela menutup mulut menggunakan tangan saat memutar tubuhnya dan melihat wanita yang sedari tadi bicara dengannya
"No,,,,na pryzel" ucap bela masih bengong dengan penampilan pryzel yang persis seperti seorang *******
"Hay" sapa pryzel dengan senyum kecut walaupun ia sedikit terkejut dengan wanita didepannya
"A,,,apa yang kau lakukan disini nona?" Tanya bela menatap pryzel
"Haahhh kau tidak lihat penampilan ku? Kau pasti mengerti walau aku tidak menjelaskan nya" jawab pryzel tersenyum
"Tidak tidak mungkin, Fresh Gold sangat besar nona apa itu belum cukup?" Tanya bela menggelengkan kepalanya
"Seandainya waktu bisa berputar bela, aku tidak akan mengganggu keluarga Ferrero"
__ADS_1
"Sudah ya waktu ku tidak banyak" imbuh pryzel melihat jam tangannya lalu meninggalkan bela dengan sedikit terburu buru
Apa yang terjadi dengan nona pryzel, kenapa cara bicaranya seperti orang tidak berpendidikan seperti biasanya?. Batin bela
Bela menatap kepergian pryzel yang sedang dirangkul sambil memegang beberapa anggota tubuhnya oleh seorang pria
Melihat kejadian itu bela tidak ada niat sedikitpun untuk mengunjungi toilet, dia lebih memilih bergabung kembali dengan david dan riki
"Kenapa lama sekali?" Tanya david menatap bela
"Maaf tuan toilet disana rusak jadi harus keatas terlebih dahulu" jawab bela sedikit ragu
David mengangguk lalu melanjutkan minumnya sambil menatap keramaian club
"Sudah pulang" jawab david
Kini bela yang menganggukkan kepala nya sambil meminum air putih ditangannya
"Minum ini" ucap david memberikan gelasnya.
"Maaf tuan saya tidak minum" kata bela tersenyum manis sebagai penolakan
__ADS_1
"Ini perintah!" Titah david menyodorkan gelasnya
Bela mengeraskan rahangnya melihat gelas yang berisi minuman beralkohol itu, dia menatap david yang sedang menatapnya sambil menganggukkan kepala
"Maaf tuan saya menyetir" ucap bela menundukkan kepala mengambil jalan pintas
"Ck" david langsung meneguk habis gelas yang ia berikan pada bela tadi
Karena beberapa jam disana david dan bela pulang ke apartemen karena david sudah mulai oleng dan diluar kendali bela harus ekstra mengurus bos-nya disaat mabuk seperti saat ini
"Pelan pelan tuan" ucap bela berusaha mengeluarkan david dari dalam mobil
Bela dengan sekuat tenaga membawa david masuk kedalam kamar nya, banyak sekali omong kosong yang dibicarakan oleh david dan semuanya berkaitan dengan urusan kantor
"Aaagghh" bela membanting tubuhnya ke atas kasur karena tubuh david sangat berat
"Ini manusia bukan? Kenapa sangat berat" gerutu bela sambil berdiri melepas sepatu dan melonggarkan dasi ditubuh bosnya
Manusia batu keras kepala ini cukup manis jika sedang amburadul seperti saat ini. Batin bela
"Selesai, selamat malam Presdir" ucap bela menghela nafas lalu keluar dari apartemen meninggalkan david
__ADS_1
Selesai dengan pekerjaan rutinnya bela keluar dari gedung apartemen mewah milik david lalu berjalan ke gedung apartemen nya yang dulu ia tinggali bersama syifa