
"selamat pagi" sapa david membuka kamar bela
Bela tidak menjawab sama sekali karena tidak ada yang bisa membangunkannya selain jam weker kesayangannya
"Sayang, bangun sudah pagi" ucap david lembut sembari mengelus pipi sekertaris nya
"Kenapa tubuhnya panas?" Gumam david menyentuh kembali beberapa bagian tubuh bela
"Bela bangun sayang" imbuh david namun tetap tidak mendapat respon
Panik bukan main david langsung mengangkat tubuh bela keluar apartemen dan membawanya kerumah sakit. Kepalanya buntu tidak bisa berpikir jernih, Diperjalanan david terus memegang lengan bela yang tak kunjung membuka mata
Sesampainya dirumah sakit david langsung disambut oleh beberapa perawat namun david membawa bela sendiri kedalam, enak saja ingin menyentuh wanita ku pikir david saat melihat perawat disana hanya ada laki laki
"Bagaimana keadaan nya?" Tanya david pada dokter sembari menatap bela
"Anda tidak perlu khawatir tuan, nona bela hanya kelelahan. Kedepannya nona bela harus lebih memperhatikan kesehatannya, sebentar lagi nona bela akan sadar" jawab sang dokter
David menganggukkan kepalanya sembari mendekati bela setelah memberikan kode pada dokter untuk keluar. David tidak berbicara sama sekali sembari memegang dan menatap bela menunggunya untuk sadar
Beberapa menit kemudian bela membuka matanya, samar samar bela melihat sosok david disampingnya dan perlahan sosok itu terlihat jelas sedang tersenyum
"Akhirnya kau membuka mata mu, apa ada yang sakit? Katakan padaku bela dimana yang sakit" ucap david tanpa titik koma
"Kepalaku,,,"
Blm melanjutkan kalimatnya david sudah memegang kepala bela lalu menekan nekan bagian kepalanya
"Kau beralih profesi menjadi tukang pijit?" Goda bela
"Ssttt jangan banyak bicara" ucap david dengan sabar merawat sekertaris nya
"Lagipula aku melakukan ini hanya untukmu" imbuh david datar
"Sudah sudah kepalaku tidak sakit lagi" kata bela
__ADS_1
David melepaskan tangannya lalu kembali menggenggam lengan bela
"Kenapa menatap ku seperti itu?" Tanya bela mengalihkan pandangannya karena tidak tahan dengan tatapan david
"Aku ingin memukul mu bela!" Jawab david mengubah tatapannya menjadi sangar
"A,,,apa salah ku" ujar bela mulai tegang
"Lain kali katakan padaku jika kau lelah sayang, aku geram melihat mu berpura-pura kuat seperti ini sampai-sampai aku ingin memukul mu"
Apa dia benar-benar peduli padaku? Tapi jika dilihat dari matanya dia memang tulus mengatakan itu. Apa aku bisa mengubah pandangan ku terhadap nya?. Batin bela
"A,,,aku hanya tidak terbiasa tidur terlalu larut seperti tadi malam" ujar bela
Cup
David mencium tangan bela beberapa kali hingga bela sendiri bingung kenapa david melakukan itu
"Maaf" hanya itu yang dilontarkan oleh david
"Maaf karena tadi malam aku membuat mu tidur larut, jika meeting dilakukan pada siang hari kau tidak akan pingsan seperti tadi" jawab david sendu lalu kembali mencium punggung tangan bela
"Itu bukan salah mu, memang jadwal meeting biasa dilakukan malam kan" kata bela
"Tidak, mulai sekarang aku akan merubah jam kerja. Di atas jam 8 malam sudah tidak ada kegiatan kantor lagi, jadwal meeting akan direvisi oleh bawahan mu" ucap david bersih kekeh
"Terserah, aku berbicara juga tidak ada gunanya" ujar bela ketus
Ceklek
Raka masuk tanpa permisi mengganggu percakapan keduanya, raka langsung mendekati bela dan memeluknya dengan erat
"Bodoh!! Kenapa tidak bilang jika kau sakit" kata raka semakin mengeratkan pelukannya
"Aku tidak sakit parah raka, hanya sakit biasa" ujar bela membalas pelukan raka
__ADS_1
David mulai menatap datar dua insan yang bersahabat itu, dia tidak cemburu samasekali pada raka setelah mengetahui bahwa raka memiliki kelainan hanya saja sedikit merasa di acuhkan oleh bela
"Kau harus berjanji tidak akan mengulangi itu, jika kau sakit kau akan mengatakannya padaku" ucap raka melepas pelukannya
Bela mengangguk patuh sambil tersenyum pada raka
"Sudah selesai?" Tanya david menyilangkan tangan didada
"Belum" jawab bela dan raka kompak
"Cih"
"Dan satu lagi, aku datang karena ingin memukul mu" ucap raka mengubah ekspresi nya
"Aku rasa tidak memiliki kesalahan" kata bela
"Hisss kau memberikan rifa sebagai target pertama" ujar raka mulai kesal
"Memangnya kenapa?" Tanya bela berpura-pura bodoh
"Itu ciuman pertama nya bela kenapa kau tidak memberikan bekas sebagai bahan pengetesan" jawab raka frustasi
Bela menutup mulutnya mendengar ucapan raka, rasa bersalah seketika menjalar ditubuhnya. Pantas saja rifa akhir akhir ini menjadi sosok sedikit pendiam
"Aku tidak mengerti kalian membahas apa" saut david menatap keduanya
"Nanti akan ku jelaskan, dan bagaimana reaksi rifa?" Tanya bela mengalihkan pandangannya pada raka lagi
"Dapat bonus tamparan" jawab raka datar
"Lalu bagaimana dengan reaksi mu?" Tanya bela antusias
"Mm sebenarnya aku belum tau tapi saat aku mencobanya aku merasakan seluruh tubuh ku menerima kehadirannya, tubuh ku menerimanya bela" jawan raka
"Benarkah?? Rakaa sahabatku sebentar lagi kau akan sembuh sayang" ucap bela antusias lalu menghamburkan dirinya memeluk raka
__ADS_1
Setelah sekian lama bela mencoba membujuk raka untuk mencoba akhirnya dia bisa merasakan bagaimana rasanya berhubungan dengan wanita walaupun hanya sekedar berciuman