
Keesokan harinya ditempat David, dia bangun sangat pagi dan menyiapkan sarapan untuk bela sebelum berangkat bekerja, david mengharamkan bela bergerak dari atas kasur sedikit saja
Bahkan yang lebih parah, bela mengubah posisi tidur saja David marah marah sejak tadi malam, bela tidak tau apakah ini perawatan atau penyiksaan
"Selamat pagi" sapa David sembari meletakkan sarapan diatas nakas
"Selamat pagi, ayo pergi bekerja" ucap bela mengusut matanya menatap layar ponsel
David mengambil ponsel ditangan bela dengan kasar lalu menatap layar itu sebentar. David menatap tajam bela saat melihat layar ponselnya berisi tentang file file yang harus ia kerjakan hari ini
"Beberapa hari ini ponsel mu disita oleh ku, jangan pegang benda yang bisa membuat otak pusing. Istirahat yang benar jika kau ingin kembali bekerja!!" Titah david tegas
Huhh
Bela hanya menghela nafas dengan segala macam protokol kesehatan yang menyiksanya tapi jika ditolak maka david akan bertindak lebih jauh
"Baiklah baiklah tuan muda yang terhormat sekarang pergilah bekerja" ucap bela tersenyum manis
"Kau memerintahkan ku?" Tanya david kesal sembari mengangkat bahu bela untuk mendudukkan nya
Aku yang salah akuu. Batin bela
"Makanlah" ujar david menyuapi bela
Bela tidak membantah karena itu percuma, dia menerima suapan demi suapan dari david hingga selesai setelah beberapa menit
__ADS_1
"Minum obat sekarang" ujar david membuka pil pil yang sebesar telunjuk itu
Bela langsung menatap jam weker disampingnya, dia harus menemukan ide secepat mungkin
"Me,,, meeting pagi ini lebih pagi dari sebelumnya karena Salvatrucha dan Alexander Group datang untuk melihat perkembangan bisnis, jika kau tidak hadir maka semua perusahaan anak cabang berjalan tidak terlalu lancar. Kalian bertiga adalah pembesar dari 450 perusahaan cabang di beberapa negara, jadi sebaiknya kau hadir lebih cepat" tutur bela tanpa titik koma
"Sial!! Minum obat mu awas jika kau tidak meminum obatnya!" Ancam david lalu berjalan keluar apartemen menuju gedung perusahaan Salvatrucha Group
Sampai disana david langsung disambut oleh beberapa staf dan diantar menuju ruang meeting. Matanya sedikit membulat sempurna saat melihat 3 anak kecil sedang duduk dengan wibawanya masing-masing dengan balutan jas yang rapi
"Maaf aku salah ruangan!" Ucap david dan bersiap keluar
"Tidak paman, kau berada diruangan yang tepat!" Ujar vano cengengesan
David memutar tubuhnya kembali menatap tiga bocah sedang menatapnya balik
"Pergi umroh" saut farel
"Baiklah paman akan pergi, jika mereka sudah kembali katakan untuk mengatur jadwal ulang" kata david menatap jam tangannya lalu bersiap pergi
"Kami disini untuk menggantikan mereka tuan Ferrero" saut Ethan datar
"Cih kau pikir aku percaya dengan bocah-bocah seperti kalian??" Kata david sinis
Ethan yang sedikit geram langsung mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi vino
__ADS_1
"Ada apa Ethan?" Tanya vino dari balik sambungan telepon
"Tuan Salvatrucha, klien mu pemilik Ferrero Group tidak percaya jika kami menggantikan mu dan tuan Alexander hadir di meeting kali ini" jawab Ethan sengaja membesarkan volume suara ponselnya
"Kau membesarkan volume suara nya sayang?" Tanya vino
"Sudah saya lakukan tuan" jawab Ethan
"Baiklah, tuan Ferrero maaf saya menitipkan perusahaan pada anak anak saya karena tidak ada orang yang bisa kami percaya selain mereka, anda tenang saja tuan Ferrero mereka tidak kalah cekatan dari kami bahkan mereka memiliki keistimewaan tersendiri" tutur vino meyakinkan david
David diam sejenak menatap tiga bocah itu yang rata rata berwajah masam seperti orang tua mereka
"Baiklah tuan, tapi sebaiknya anda lebih memperhatikan jadwal lain kali" jawab david
"Maaf atas ketidak nyamanan ini tuan Ferrero"
Setelah menyetujui meeting konyol ini, david duduk di depan tiga bocah yang sedang bersiap menyiapkan meeting. Ethan turun dari kursinya dan langsung kedepan untuk memulai meeting
"Baiklah tuan muda, kita bisa mulai sekarang?" Tanya Ethan menatap vano
"Silahkan" jawab vano datar
Mereka memulai meeting dengan serius, awalnya david tidak terlalu memperhatikan presentasi mereka namun setelah beberapa saat ternyata ketiganya membahas seluruh sisi kelemahan dan keunggulan bisnis mereka bahkan ketiganya saling bertukar pendapat untuk mencari solusi bagaimana memecahkan problem perusahaan
David benar benar bengong melihat kecerdasan tiga anak ini diluar nalar manusia, mereka mampu membahas perusahaan dengan sangat detail. Seandainya david tahu bahwa ketiganya ahli dalam tembak menembak, merakit bom bahkan seluruh senjata mampu mereka taklukkan david akan geleng geleng kepala
__ADS_1
Mereka sangat ahli menyembunyikan ekspresi membunuh dan menggantikannya dengan wajah puppy eyes layaknya anak kecil biasa