My Cruel Boss

My Cruel Boss
bab 62


__ADS_3

"tidak ada yang bisa menjawab?" Tanya david mendekati keduanya


"Ahh begini sekertaris mu atas bela diana putri akan mengundurkan diri dan mengikuti ku keluar negeri. Sepertinya kami akan menikah disana jangan lupa datang" jawab riki dengan gampangnya


"Riki!!"


Riki mengangkat bahu tidak terlalu peduli dengan bentakan david, dia menepuk bahu bela lalu pergi meninggalkan keduanya, riki sedikit kecewa dengan david yang menyetujui pertunangan itu dengan mudah


"Benar apa yang dikatakan riki?" Tanya david emosi


"Berpikir dengan jernih tuan memangnya saya punya uang untuk membayar penangguhan" jawab bela santai


Apa kepintaran ku berkurang?. Batin david


"Lalu untuk apa dia mengatakan itu?"


"Dia tau anda menerima pertunangan syifa dengan dino" jawab bela


David diam, sebenarnya david juga memikirkan itu dari awal jika bisa memilih antara dino dan riki tentu david akan memilih riki karena ketulusannya menjaga syifa tanpa menyentuh


"Syifa tidak mencintai riki bagaimana mereka bisa bersatu lagipula syifa tidak menikah besok pagi kenapa harus gelisah seperti itu" ucap david sedikit ketus


"Anda mengatakan itu karena anda belum merasakan jatuh cinta tuan. Untuk melupakan syifa, riki harus pindah negara agar dia tidak melihatnya lagi. Rasa cinta sepihak selama 8 tahun tentu tidak mudah bagi riki tapi dia tetap menikmatinya dan sekarang tiba saatnya dimana riki harus tersiksa karena cinta sepihak itu. Melupakan cinta pertama tidak semudah membolak-balik tangan" ujar bela sendu


Siapa bilang aku belum merasakan jatuh cinta, aku hanya sedang menunggu mu sembuh. Batin david


"Keluar negeri?" David mengeryitkan dahi


"Dan tinggal disana, mungkin tidak akan kembali" ucap bela


Hening sejenak, mereka berpikir masing-masing tentang cinta rumit yang dijalani oleh riki


Lama berbincang mengenai riki david dan bela kembali ke apartemen nya masing-masing untuk beristirahat


****


Dua hari setelah itu di rumah utama riki yang sangat besar dan hampir menyamai rumah utama milik david. Dia mulai menyiapkan seluruh barang dan berkas berkas yang harus ia bawa nantinya


Mengingat waktu riki tinggal 4 hari dinegara aslinya, dia mengadakan acara perpisahan malam ini dengan teman temannya, riki juga mengundang syifa dia ingin melihat syifa tersenyum untuk terakhir kalinya karena setelah ini riki benar benar akan hilang dari hadapan syifa

__ADS_1


Selain syifa riki juga mengundang bela, david, raka, riko, dan rifa agar semakin ramai


"Minum?" Tanya riki tersenyum menatap bela


"Aku menyetir terimakasih" jawab bela


"Aahh iya aku mengerti, aku akan mengambil cemilan untuk mu, tunggu disini" ucap riki bersemangat


Hanya dia dan yang lainnya semangat tapi tidak dengan david dan bela yang merasa kasihan melihat luka riki yang sebenarnya


"Ini makanlah, kita harus bersenang-senang malam ini karena sebentar lagi kita tidak akan bertemu" kata riki tercengir kuda


"Kak riki kenapa harus pindah? Kurasa disini tidak membosankan. Rumah kakak juga bagus" saut syifa dengan polos


Semua hening menunggu jawaban riki namun tidak ada tanda-tanda jika riki akan menjawab pertanyaan dari syifa


"Tidak semuanya harus kau ketahui syifa, diamlah" kata david


"Issh syifa kan hanya bertanya kak" ujar syifa kesal


"Bagaimana jika riki meninggalkan tempat ini karena cinta sepihak?" Tanya bela memancing syifa


"Cinta sepihak?" Ucap syifa mengeryitkan dahi


"Benar kak?" Tanya syifa menatap riki


Riki tersenyum lalu kembali meneguk minuman nya agar tidak terlalu menghiraukan percakapan mereka. Tidak ada jawaban sama sekali karena riki mulai hilang kesadaran


"Sepertinya racun ditubuh manusia ini sangat kuat, aku penasaran siapa gadis yang membuat pria ini menjadi gila" ujar raka menatap bela dan syifa, raka mulai mengerti akar masalahnya berasal darimana


"Gadis bodoh!" Umpat syifa pada gadis yang telah menyakiti riki


"Ini bukan pesta lebih tepatnya ini adalah rasa pelampiasan, aku harus kembali" saut riko


"Aku juga" saut rifa tanpa menatap raka karena masih marah


"Ayo kembali, jadwal untuk besok cukup banyak" ucap david menatap bela


Perlahan semua meninggalkan rumah riki dan hanya tersisa syifa disana, dia bingung alasan apa yang harus dia berikan tapi pada siapa dia meminta izin pulang

__ADS_1


"Syifa" gumam riki dengan suara rendah


"Iya kak, kak riki butuh sesuatu?" Tanya syifa mendekati riki


"Syifa" panggil riki sekali lagi


"Aku mencintaimu" ucap riki samar samar


"Kak, ayo masuk ke kamar syifa antar ya" ujar syifa karena tidak terlalu mendengar ucapan riki tadi


Syifa mencoba membawa riki kedalam salah satu kamar disana karena dia tidak tau pasti dimana kamar riki dan tidak ada pelayan sama sekali dirumah itu


"Ka,,,, kak riki berat!!" Teriak syifa sambil menarik riki keatas kasur


Syifa tidak sanggup mengangkat tubuh riki yang sangat berat itu, riki belum berdiri saja syifa sudah mengeluarkan banyak tenaga


"Syifa"


"Iya kak syifa disini" jawab syifa dengan cepat


"Hahaha bahkan disaat seperti ini aku masih bisa mendengar suara mu, aku benar-benar sudah gila karena mu syifa!!" Ujar riki tertawa sekeras yang ia bisa


Syifa masih belum mengerti ucapan riki


"Syifa" panggil riki lagi


"Iya kak?" Jawab syifa dengan hati hati


"Kau adalah syifa atau Kau bayangan nya? Tidak masalah, aku akan memberitahu mu satu rahasia terbesar ku. Kau tau aku mencintai gadis berusia 18 tahun? Iya kau sudah tau tapi kau tidak tau dia siapa sayang sekali" gumam riki sambil tertawa sesekali


"Memangnya siapa kak?" Tanya syifa


"Dirimu, aku mencintaimu syifa aku mencintaimu" jawab riki kembali tertawa namun mengeluarkan air mata


Riki menarik syifa kedalam pelukannya, pelukan itu sangat erat seakan akan itu adalah yang terakhir kalinya. Riki melepas pelukan itu lalu mencium bibir syifa, ini salah satu hal nekat yang dilakukan oleh riki disaat-saat terakhirnya bersama syifa


"K,,,kak"


Riki tidak membiarkan syifa berbicara sedikitpun, dia tetap menikmati bibir mungil yang selama ini ia jaga dan sampai pada akhirnya riki harus melihat air mata syifa tumpah karena perbuatannya sendiri

__ADS_1


"Aku benci kak riki!" Teriak syifa sambil memegang bibirnya dan menangis keluar dari kamar itu


"Itu bagus, kau harus membenci ku agar aku mudah melupakan mu" gumam riki lalu tertidur diatas lantai


__ADS_2