My Cruel Boss

My Cruel Boss
bab 58


__ADS_3

Bela menjauhi david untuk sementara waktu karena moodnya sangat buruk pagi ini


"Huhh baiklah mari bekerja tidak usah pikirkan sesuatu yang bukan urusan mu bela" gumam bela


Walaupun bela bekerja tapi isi otaknya tetap menuju pada david, bela kembali mengutak-ngatik keyboard komputer didepannya namun hasilnya sama saja


"Haahh aku bisa gila jika seperti ini terus"


"Lalu jika aku memikirkan nya apa aku harus keruangannya untuk memberikan teh dan biskuit? Begitu? Hahaha bela kau sangat bodoh" ucap bela mengumpati dirinya sendiri


"Tapi aku benar-benar penasaran kenapa syifa keluar sambil menangis, masa bodoh aku harus bertanya padanya sekarang. Terkadang kepo itu bermanfaat diwaktu yang salah seperti ini, sebenarnya aku ingin mengumpat pada diri ku sendiri karena jiwa kepo ini tapi ya sudahlah jika tidak kepo tidak ada hasil" gumam bela meyakinkan dirinya


Setelah bernegosiasi dengan dirinya sendiri bela masuk keruangan david membawa teh dan biskuit seperti rencana awalnya


"Tuan ini teh anda"


"Terimakasih, pergilah lakukan pekerjaan mu" ucap david tanpa menatap bela


"Mm tuan ada yang bisa saya bantu?" Tanya bela berhati-hati


"Tidak ada, keluarlah sekarang"


"Apa ini masalah syifa?" Tanya bela memberanikan diri


"Menurut mu apalagi selain itu, bocah ini masih sangat labil mengenai hidupnya sendiri dia pikir keluarganya tidak sayang padanya sampai melakukan hal konyol" jawab david mulai kesal


"Saya boleh memberi saran tuan? Mm begini, bagaimana jika anda melihat terlebih dahulu calon tunangan syifa setelah itu anda bisa memutuskan akan menolak keras atau menerima orang itu" ucap bela dengan sangat hati-hati

__ADS_1


David mencerna ucapan bela sambil menatapnya, jika dipikir-pikir benar juga apa yang dikatakan oleh bela dia harus menemui kekasih syifa terlebih dahulu baru dia memutuskan yang terbaik


"Baik keluarganya datang besok malam, bersiaplah kau akan datang dengan ku" kata david mulai tenang


"Sa,,,saya tuan? Bukankah itu acara keluarga" ujar bela menunjuk dirinya sendiri


"Ya sudah kenapa tidak menjadi istriku agar menjadi keluarga" ucap david blak blakan


"Ahh sepertinya anda masih mengalami Hangover tuan, baiklah kalau begitu saya akan kembali bekerja. Permisi"


"Siapa yang mengizinkan mu keluar" cegat david


Sudah kuduga sebenarnya ini tidak terlalu baik. Batin bela


"Anda butuh bantuan tuan?" Tanya bela memutar tubuhnya diiringi senyum terpaksa


Bela melangkahkan kakinya perlahan mendekati david, tanpa aba aba david berdiri dan menarik bela untuk menggantikan posisinya duduk kursi


"A,,,apa mm itu saya sibuk diruangan saya tuan" ucap bela terbata bata


David memegang kedua pijakan kursi itu sehingga bela tidak bisa bergerak kemanapun


"Benarkah, lalu kenapa sekertaris ini sangat pintar mencuri waktu untuk mengantar teh?" Tanya david memegang dagu bela agar melihat matanya


Deg,,,deg,,,,deg


Apa maksudmu melakukan ini, kenapa kau ingin menjebak ku di jurang yang sama. Batin bela

__ADS_1


"Mm itu tadi saya mengambil biskuit untuk diri saya sendiri dan sekalian mengambilkan teh untuk anda. Lihat? Biskuit ini sangat enak" jawab bela dengan cepat sambil memasukkan biskuit kedalam mulutnya


"Cobalah tuan anda pasti suka" kata bela memasang senyum riangnya


"Boleh?" Tanya david menatap bela


"Tentu sa,,,ja"


David langsung mengambil potongan biskuit yang ada diluar mulut bela dan otomatis david bisa mencium bibir itu setelah sekian lama ia menghindar


"Aku baru tau biskuit dengan merk itu bisa seenak ini" ucap david tersenyum sambil mengunyah biskuit yang ada didalam mulutnya


Bela masih seperti patung bahkan tidak melanjutkan mengunyah karena terkejut, dia tidak menyangka bahwa david akan mengambil biskuit di mulutnya


Bela mengambil teh yang ia siapkan untuk david dan langsung meminumnya karena salah tingkah


"Itu teh ku bela" ucap david lembut


Uhuk,,,uhuk,,,,uhuk


"Maaf tuan, akan saya ambilkan yang baru" kata bela walaupun masih tersedak


"Tidak masalah, biarkan yang ini saja. Anggap ciuman secara tidak langsung" bisik david menggoda bela


Bela membuka paksa tangan david yang menggenggam kursi disampingnya


"Anda butuh vitamin tuan, sepertinya 1 vitamin tidak cukup untuk anda karena sekarang anda masih mengalami Hangover. Saya akan mengambilkan vitamin lagi permisi" ucap bela dengan cepat keluar dari ruangan david

__ADS_1


David tersenyum puas sambil membersihkan bekas biskuit yang ia kunyah


__ADS_2