
Malam ini keduanya bergegas menuju hotel milik Ferrero untuk pertemuan dengan beberapa klien dari luar sehingga mereka sengaja bertemu dihotel agar langsung beristirahat disana
"Silahkan" ucap bela membukakan pintu untuk david
David terkejut sembari mengalihkan pandangannya dari tablet lalu menatap bela dengan tatapan tidak suka
"Lain kali jangan bukakan pintu untuk ku, aku yang membuka pintu untuk mu!" Ujar david ketus
"Baiklah maafkan aku sekarang ayo masuk karena mereka sudah menunggu didalam" kata bela tersenyum manis karena tidak ingin berdebat
Keduanya masuk dengan langkah sedang menuju ruangan khusus untuk meeting yang didesain hanya untuk pemimpin perusahaan yaitu David Ferrero
Ceklek
"Selamat datang tuan muda, senang bertemu dengan anda" sapa beberapa klien
Seperti biasa david langsung duduk di kursi kebesarannya tanpa membalas sapaan para klien diiringi bela yang tersenyum manis sebagai pengganti dari david
"Maaf tuan kalian menunggu lama, baiklah kita akan memulai ke pembahasan,,,,"
David mengambil alih meeting dan bela mencatat seluruh isi pembicaraan mereka dengan cekatan dan teliti hingga tidak ada satupun yang tersisa atau tertinggal
Hingga beberapa jam berikutnya mereka sudah selesai meeting, keduanya keluar dari ruangan hendak pulang tapi langkah bela berhenti saat melihat sosok yang mungkin tidak asing dimatanya
__ADS_1
"David aku harus ke toilet, bisa kau menunggu sebentar?" Tanya bela ragu
"Baiklah aku di mobil" jawab david mengangguk lalu meninggalkan bela
"Aku harus tau apa yang dia lakukan disini" gumam bela berjalan mengikuti wanita didepannya bersama seorang pria dari belakang
Bela mengendap-endap menatap pryzel yang sedang dirangkul oleh pria mabuk yang sedang mencium seluruh sisi tubuhnya bahkan sebelum sampai di dalam kamar laki laki itu tidak memiliki malu untuk menyentuh pryzel
"Nona pryzel tidak mungkin semurah itu memberikan tubuhnya pada pria hidung belang" gumam bela menutup mulutnya
"Nona!!" Panggil bela mendekati pryzel dengan langkah cepat
"Oh hay bela sedang apa kau disini? Ahh aku lupa kau adalah milik David Ferrero maafkan aku. Ayo sayang kita masuk" ucap pryzel mengalihkan pandangannya pada pria hidung belang itu
"Nona pryzel apa yang kau lakukan!!" Ujar bela menaikkan suaranya sembari menarik pryzel menjauhi kamar itu hingga menuju toilet
"Aku memang lancang nona maafkan aku tapi kau tidak bisa menyerahkan tubuh mu begitu saja pada pria hidung belang seperti itu!!" Ujar bela ikut emosi
"Hahaha tubuh ku?? Tubuh ini sudah rusak bela sudah rusak!! David menjual ku di club malam dan aku harus menjual tubuh ku untuk bertahan hidup. Bahkan ayahku harus melepas seluruh selang ditubuhnya dan hasilnya dia mati sekarang! Aku harus hidup sendiri dan tidak ada yang bisa ku kerjakan selain menjual tubuh ku untuk makan setiap harinya!! Walaupun aku tidak ingin, aku harus tetap melakukan nya. untuk apa? Tentu saja untuk menghindari hukuman dari david" tutur pryzel menggebu gebu tidak bisa mengontrol dirinya
Bela menyandarkan tubuhnya ditembok dekat toilet mendengar ucapan pryzel, dia tidak menyangka david akan melakukan hal sekejam itu pada pryzel yang merupakan rekan kerjanya sendiri
"Ba,,,, bagaimana bisa?" Tanya bela menatap kosong tembok didepannya
__ADS_1
"Pasti bisa, apa yang tidak bisa dilakukan oleh David Ferrero. Dia menghancurkan hidup ku karena telah menganggunya dan itu adalah penyesalan terbesar ku bela, aku ingin lari tapi dia menghantui ku. Tubuh ku sakit menerima perlakuan dari para lelaki hidung belang yang tidak bisa memperlakukan ku dengan halus" jawab pryzel berkaca kaca
Bela kembali tidak berkutik dengan jawaban pryzel, pryzel saja yang merupakan rekan kerjanya dia buat seperti itu apalagi bela yang hanya sekertaris miskin, itu mengerikan. Bela mulai takut dengan david, kakinya lemas dan sulit digerakkan
"Jaga dirimu bela, mungkin setelah aku kau adalah korban kedua" ucap pryzel menyeka setetes air matanya lalu pergi meninggalkan bela
Bela masih bengong tanpa ucapan bahkan dia tidak sadar jika pryzel sudah pergi
"A,,,,aku tidak boleh takut" gumam bela bergetar
"Ti,,, tidak jika aku melakukan kesalahan maka david akan menjebloskan ku ke tempat yang sama" gumam bela lagi
Lama di toilet bela keluar dari hotel dan langsung menuju mobil. Diam, itu yang dilakukan oleh bela sekarang, bibirnya kelu tanpa sepatah katapun. Walaupun david menjalankan mobil bela tetap diam tidak berani komen lebih banyak
Sampai didepan gedung apartemen nya, bela keluar tanpa permisi. David yang merasa aneh dengan tingkah bela mengejar bela dan menarik lengannya
"Ada apa bela?" Tanya david
Bela terkejut bukan main dan langsung menepis lengan david dari tangannya
"Ti,,, tidak aku baik baik saja" jawab bela dengan bibir bergetar
David mengeryitkan dahi tidak mengerti dengan ucapan bela bahkan dia tidak berani menatap david
__ADS_1
"Lihat aku!" Titah david
Bukannya menatap david, bela menundukkan kepalanya bahkan dia menjauhkan tubuhnya dari david