My Cruel Boss

My Cruel Boss
bab 84


__ADS_3

Paginya calon pengantin sudah terlihat bersiap siap ke tempat acara, bela sebenarnya masih tidak percaya dengan ucapan semua orang namun ia ingin melihat sejauh mana david berbohong untuk pernikahan mendadak ini.


"Bela sudah siap belum, cepatlah tidak perlu berdandan karena gaun pengantin beserta riasannya sudah tersedia digedung!" Ucap david sedikit meninggikan suaranya agar bela mendengar dari dalam kamar.


"Halu saja terus" gerutu bela keluar menyusul david.


"Siap apanya aku masih mengenakan kemeja dengan celana pendek" ujar bela kesal karena tidak dibangunkan oleh calon suaminya.


"Sudahlah seperti ini saja toh nanti menggunakan gaun saat akad dan resepsi" kata david.


"Bagus bagus kau sudah rapi dengan setelan jas dan aku masih hancur seperti ini masih hancur, wajah ku mau diletakkan dimana" ucap bela semakin kesal.


David memperhatikan jam tangannya, jika mereka terlalu lama di apartemen untuk berdebat waktunya tidak akan cukup. David terpaksa menarik paksa bela keluar apartemen dengan penampilan amburadul nya.


"Hey setidaknya biarkan aku mengenakan celana panjang!!" Teriak bela sembari berusaha melepas diri.

__ADS_1


"Waktunya tidak cukup kenakan pakaian apa adanya yang penting tidak telanjang" ucap david terus menarik bela hingga kedalam mobil.


Keduanya berjalan menuju tempat acara, david terus memperhatikan waktu yang masih tersisa sangat banyak namun kali ini ia tidak mau pernikahannya gagal untuk kedua kali hanya karena waktu.


"Aku belum mandi" ucap bela memijit pelipisnya.


"Nanti saja" kata david sibuk mengemudi sembari menatap ponselnya.


"Dimana?"


Bela menepuk keningnya, mana ada pengantin yang akan melakukan pernikahan tidak mandi terlebih dahulu, mungkin ada namun sangat langka.


Sampai di gedung tempat acara bela langsung dibawa kehadapan orang tua david dan orang tuanya sendiri. Bela benar benar tidak habis pikir akan keluar dengan penampilan seperti itu.


"Nak" panggil ibu tita sembari menatap tubuh anaknya dari bawah hingga atas, dia bingung kenapa putrinya menggunakan kemeja putih celana mini tanpa mengenakan sendal.

__ADS_1


"Ibu orang ini tidak memberikan kesempatan untuk ku bersiap siap" ucap bela memeluk ibu dan ayahnya.


"David waktu masih banyak kenapa sangat terburu-buru hingga tidak memberi kesempatan pada calon menantu mama" saut ibu dewi.


"Iya kakak pasti sudah tidak sabar mm,,,," syifa tersenyum geli melanjutkan kalimatnya.


"Husss anak kecil sudah pintar berbicara tentang seperti itu" saut riki menyentil kening kekasihnya.


"Maaf semua tapi asal kalian tau aku memajukan jam acara dan acaranya 1 jam lagi akan dimulai" ujar david tanpa dosa.


Seluruh mata menatap david dengan horor mendengar penuturannya, ingin sekali pak ervan menendang putra satu satunya itu.


"Aku ingin membunuh mu putra ku" kata pak ervan sudah bersiap meninju wajah david


"Pukul memukul nanti saja pa sekarang kami harus bersiap siap terlebih dahulu untuk acara akadnya" ucap david datar namun sangat serius, ia tidak ingin ada kecelakaan lagi dalam pernikahannya.

__ADS_1


Keduanya dibawa masuk kedalam ruang rias, bela langsung ditangani oleh tukang rias sementara david mengganti setelan jasnya didalam ruang ganti. Kali ini david tidak ingin berpisah ruangan dari bela, dia trauma dengan kejadian waktu itu sekarang pun jika ada yang menambahkan obat perangsang tidak akan berefek padanya karena david benar benar tidak menyentuh apapun yang bersifat menelan kedalam mulut.


__ADS_2