
"kita harus kembali" ucap david dengan cepat
"tuan tidak ingin minum sesuatu dulu?" tanya riko
"tidak, bela ayo" david mengalihkan pandangannya lalu menarik bela keluar dari apartemen itu
Bela melambaikan tangannya pada Raka dan Riko sebelum benar-benar menghilang dari balik pintu. mereka berdua memutuskan untuk pergi ke kantor
"ba,,, bagaimana bisa?" david masih gelagapan melihat kejadian tadi
"entahlah, penampilan mereka memang normal seperti laki laki tapi untuk urusan mm ituu mereka berbeda" jawab bela
"apa mereka tidak bisa melihat dunia lebih luas?" tanya david pada dirinya sendiri
bela mengangkat bahu karena tidak bisa memberi jawaban
"sejak kapan?" tanya david
"entahlah dia sudah seperti itu sejak pertama kali aku mengenal nya dan rahasia itu hanya kami berdua dan ibu ku yang tau oleh sebab itulah ibu ku sering marah marah melihat raka kerumah"
david mengangguk anggukkan kepala mendengar ucapan bela
"aku harus pergi menyiapkan meeting dengan The Star Light siang ini" ucap bela lalu berjalan keluar
"tidak ingat janji mu?" tanya david
"janji?" bela menghentikan langkahnya sambil mengernyitkan dahi
dia terus berpikir berpikir berpikir dan yak bela menepuk keningnya setelah mengingat janjinya akan menyelesaikan pekerjaan david hari ini
__ADS_1
"silahkan bekerja" imbuh david mempersilahkan bela duduk di kursinya
bela berjalan pelan namun tetap saja akan sampai, dia duduk dikursi kebesaran milik david
"selamat bekerja, pastikan saham ku tidak turun 20% saat berada ditangan mu. aku akan istirahat sekarang" ujar david dengan seringai liciknya
"ba,,, bagaimana dengan pekerjaan ku?" tanya bela memelas
"itu urusan mu bukan urusan ku. lain kali jangan berjanji diluar batas"
david masuk kedalam kamarnya diruangan itu, dia ingin mengistirahatkan otaknya sejenak
huhh
bela mengehela nafas panjang melihat setumpuk dokumen dilayar komputer
"baiklah siapkan dokumen dengan deadline terdekat terlebih dahulu mm seperti nya meeting dengan The Star Light harus dikerjakan lebih cepat" gumam bela
"dia menanamkan saham 10% di The Star Light? itu artinya kesempatan untuk mendapat keuntungan sangat besar, pintar sekali mengelabui lawan" ucap bela terkagum kagum
bela kembali memainkan jarinya di keyboard. hingga tak terasa satu jam bela telah menyelesaikan beberapa file dengan cepat dan teliti
tok,,,tok,,, tok
bela berjalan membuka pintu dan melihat wanita cantik tinggi dan mulus sedang berdiri dengan anggunnya diluar
"nona pryzel?"
"ah sekertaris bela bisa saya masuk?" tanya pryzel tersenyum manis
__ADS_1
bela mengangguk meskipun ragu ragu mempersilahkan pryzel
"dimana tuan david?" tanya pryzel melihat lihat sekeliling
"dikamarnya nona dia sedang beristirahat, saya akan panggilkan" jawab bela
"ah tidak biar saya yang memanggilnya, kau lanjutkan saja pekerjaan mu" ucap pryzel lalu berjala masuk kedalam kamar david
haahh
bela menghela nafas lalu duduk dikursi pengunjung agar pryzel tidak merada aneh jika bela duduk dikursi kebesaran milik david
"tuan"
"tuan"
david tidak bergerak sama sekali walaupun sudah dipanggil beberapa kali. pryzel menggunakan kesempatan itu untuk memegang wajah david
"tampan sekali" gumam pryzel
"tuan bangun!" ucap pryzel sedikit meninggikan suaranya
bukannya bangun david malah menarik pryzel ke atas kasurnya dan memeluknya. bukannya takut pryzel malah membalas pelukan itu dan tidak jadi membangunkan david
lama tidak keluar bela memutuskan untuk masuk kedalam kamar david untuk melihat bos-nya
sontak pemandangan itu membuat bela berhasil membulatkan matanya
"tuan david!?"
__ADS_1
david memicing kan matanya dan melihat sekitar, sesaat matanya menajam melihat tangannya sedang berada ditubuh pryzel begitu juga sebaliknya