My Cruel Boss

My Cruel Boss
bab 27


__ADS_3

hari ini bukan hari bukan hari libur namun david terlihat sedikit santai dengan baju rumahan, tidak ada kemeja elegan yang melekat ditubuhnya


"david cepat turun kita sudah terlambat" ucap bela sedikit berteriak mengetuk pintu


"sabar!" jawab david sambil membuka pintu


"astaga kenapa belum bersiap siap, meeting 30 menit lagi akan dimulai" kata bela panik melihat jam tangannya


"aku tidak ingin ke kantor" ujar david menutup pintunya lalu tidur bermalas-malasan dikasur king size nya


bela mengeryitkan dahi lalu membuka pintu itu


"david jangan bercanda ini sudah sangat terlambat hey bangunlah ayoo!!" bela menarik lengan david namun percuma karena tangannya seberat satu ton bagi bela


david langsung menarik bela keatas kasur nya dan memeluk bela dengan erat. sontak mata bela langsung membulat


"da,,,david a,,,apa yang kau lakukan! ayolah jangan bercanda nama perusahaan akan tercoreng jika meeting berantakan" ucap bela memasang wajah memelas


"ssttt diam" kata david tetap memejamkan matanya memeluk bela


"ck jika kau bermimpi bangunlah dan tangan mu astaga david" bela geram melihat kedua tangan david sedang memeluknya


"diam atau aku akan berbuat lebih dari ini!" ancam david


bela langsung berhenti bergerak, dia langsung patuh tanpa mengucapkan kata sedikitpun

__ADS_1


"bela" panggil david dengan lembut


sebentar ini suara nya atau suara mahluk gaib kenapa halus sekali. batin bela


"i,,iya?" jawab bela dengan pelan


"kenapa kau galak sekali" ucap david tersenyum tipis tanpa membuka mata


what?? aku galak? astaga orang ini benar benar belum berkaca. batin bela


"da,,,david kau tidak mabuk kan?" tanya bela dengan hati hati


david mengeryitkan dahi lalu membuka matanya


"kau lebih kejam dari pada aku" jawab bela dengan suara sangat kecil namun tetap terdengar ditelinga david


"mm begini bisa kau lepaskan aku dulu? setelah itu pergilah mandi dan aku akan menyiapkan pakaian mu" kata bela


"siapa yang akan bekerja?" tanya david dengan senyum nya


"ki,,kita lalu siapa lagi?" tanya bela balik


"aku sudah meliburkan kantor" jawab david kembali tersenyum


bela memegang kening david ingin memastikan suhu badannya stabil atau tidak

__ADS_1


"tidak kesurupan, apa telinga ku yang salah dengar??" tanya bela pada dirinya sendiri


"ck apa salahnya meliburkan kantor sehari agar mereka bisa berkumpul dengan keluarga" ujar david menyentil kening sekertaris imutnya


"ahaha baiklah terserah kau saja, aku akan kembali ke kamar" ucap bela cengengesan lalu bangun namun ditarik oleh david


"david nanti mama dan papa melihat kita, ayolah biarkan aku pergi" wajah bela memelas sambil melihat pintu kamar david


"syifa, papa, dan mama keluar negeri untuk beberapa hari" ujar david dengan santai


lalu bagaimana nasib ku? apa aku harus tinggal denganmu berdua? mimpi buruk apa aku semalam ini saja masih beberapa jam sudah berani bertindak seperti ini. siapapun datanglaahh tolong akuu. batin bela


"david boleh aku pergi?? mm hanya untuk mengganti pakaian saja" ucap bela cengengesan


"perlu bantuan?" tanya david dengan wajah menggodanya


bisa mati karena sakit jantung aku jika melihat senyum ini. aahh aku juga manusia normal. batin bela frustasi


"tidak perlu aku bisa sendiri" jawab bela dengan cepat


"baiklah" david langsung meraih tengkuk bela dan mencium bibirnya, demi apapun sebenarnya david belum biasa karena tidak pernah melakukan ini tapi karena kejadian tadi malam membuat david semakin bernafsu melihat bibir mungil milik bela


"david" bela langsung menjauhkan dirinya dan berdiri sambil memegang bibirnya


david tersenyum tipis mengangkat bahu tanpa bersalah lalu kembali tidur dengan tenang sedangkan bela langsung keluar dari kamar laknat itu

__ADS_1


__ADS_2