My Cruel Boss

My Cruel Boss
bab 16


__ADS_3

"syifaaa!!" teriak bela agak pelan


"ada apa kak?" tanya syifa tanpa dosa


"ada apa ada apa, hey jika kau ingin pergi pergi saja jangan ajak aku tolong" jawab bela menyatukan kedua tangannya memasang wajah memelas


"baiklah gampang saja syifa akan diam disini dengan kak bela" ucap syifa mengangkat bahunya


"baiklaah!!" teriak bela sedikit kesal mungkin david mendengar nya


"bagus" ucap syifa tersenyum manis


yaah percuma bela melawan karena adik kakak ini sama sama keras kepala. bela terpaksa ikut mengepak pakaiannya padahal baru beberapa hari mereka tinggal di apartemen


"ayo kak kita pulang" ajak syifa menggandeng tangan bela


selamat tinggal hidup damai. batin bela


bela mengangguk lalu keluar dari apartemen. ervan dan david membawakan koper keduanya


beberapa menit kemudian bela, david, dan sekeluarga sampai dirumah. bela sempat bengong melihat rumah itu yang sangat luas


"ini rumah atau kota?" bisik bela kepada syifa


"ini rumah kak" jawab syifa ikut berbisik

__ADS_1


"kenapa sangat besar, hey kau bodoh pergi meninggalkan rumah sebesar ini?" tanya bela memukul lengan syifa


"besar tapi sepi apa gunanya kak. mama dan papa sering keluar negeri dan kakak tidak pernah libur bekerja" jawab syifa sendu


bela menepuk bahu syifa, dia mengerti keadaan syifa yang selalu mengajaknya berbicara selama ini karena memang dia kesepian


saat baru keluar david dan keluarganya disambut oleh para pelayan, persis seperti kehidupan kerajaan


"selamat datang tuan, nyonya, tuan muda, dan nona syifa" sapa para pelayan membungkukkan badan


"bibi perkenalkan ini bela, penghuni baru disini" ucap dewi dengan ramah


"selamat datang nona bela" kompak seluruh pelayan menunduk menghadap bela


dewi, ervan, dan syifa terkekeh melihat kepolosan bela sedangkan david hanya tersenyum tipis


"baiklah syifa bela kalian istirahat lah didalam ya, syifa tunjukkan kamar bela nak" ujar ervan mengelus kepala putrinya


"siap pa, kak ayo syifa tunjukkan kamarnya" ucap syifa menarik lengan bela ke lantai atas


"silahkan masuk" kata syifa mempersilahkan bela bak ratu kerajaan


"kau yakin ini kamarku?" tanya bela masih belum percaya dengan apa yang dia lihat


"memangnya kenapa kak?" tanya syifa

__ADS_1


"kau tau bahkan kamar ini lebih luas dari rumahku syifa" jawab bela masih bengong melihat kamar barunya


"benarkah?? bagaimana jika kita pergi liburan kerumah kakak suatu saat nanti" ucap syifa dengan antusias


"baiklah, tapi tunggu sampai kakak mu menikah" ujar bela tersenyum


syifa mengeryitkan dahi, kenapa harus begitu pikirnya


"kenapa?" tanya syifa bingung


"karena jika kakak mi menikah kita pasti diberikan hari libur 2 hari atau lebih" jawab bela


mereka pun tertawa terpingkal-pingkal dengan ucapan bela.


"hahaha aduh kak bela perut syifa sakit, tapi kau benar. untuk mendapatkan libur dari bos mu harus menunggu dia menikah terlebih dahulu" ucap syifa kembali tertawa memegang perutnya


"sudah selesai tertawa?" tanya david yang tiba-tiba berdiri didepan pintu, entah sejak kapan dia seperti jin disana


bela dan syifa mendengar suara itu langsung menghentikan tawanya dan menatap david sedikit takut karena kecerobohan mereka


"lain kali jangan bicara sembarangan, hormati bos bukan mengejek bos" ucap david datar


bela dan syifa serempak mengangguk. david pergi meninggalkan mereka berdua dan saat itulah bela bisa menghembuskan nafas dengan baik


ini baru permulaan, belum 5 menit aku tinggal dirumah ini. sampai kapan aku harus tersiksa seperti ini, siapapun tolong bantu aku. batin bela

__ADS_1


__ADS_2