
Beberapa hari selanjutnya undangan sudah rata tersebar dimana-mana begitu juga dengan undangan yang sampai dikediaman pryzel
"Da,,,david?" Mata pryzel terbelalak melihat undangan yang ada ditangannya
"Bela Diana Putri? I,,,itu sekertarisnya?" Tanya pryzel pada dirinya sendiri
"No David Ferrero sudah menjadi incaran ku sejak lama so let's start the game" ujar pryzel membuang undangan itu di bak sampah
***
Hari ini bela menjalani aktivitas nya sebagai sekertaris seperti biasa, dia harus menjadi pekerja keras dikantor walaupun hari pernikahannya dengan david sudah berada didepan mata alias 2 hari lagi
"David meeting dengan perusahaan tuan riki 15 menit lagi jadi bersiaplah" ucap bela sambil berjalan cepat mengikuti david dari belakang
"Perhatikan perusahaannya, kurasa dia mengembangkan bisnis kulinernya dengan cukup baik" kata david sambil memegang tablet ditangannya
"Tuan riki meraih omset tertinggi dari bisnis kuliner di negara ini jadi kau tidak perlu meragukan kemampuannya" ujar bela
"Kenapa memujinya?" Tanya david berhenti mendadak
Bruggh
"Kenapa sering sekali berhenti mendadak" ucap bela kesal sambil memegang keningnya
"Jawab pertanyaan ku" kata david tidak memperdulikan perkataan bela
"Bukan memuji tapi memang itu kenyataannya"
"Ingin memuji nya terus? Perlu aku menarik saham ku?" Tanya david
"Bukan bukan bukan aiihh bagaimana ya" bela menggaruk keningnya
David berdecak kesal lalu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang
"Urus saham dibidang kuliner,,,,"
__ADS_1
"Pak maksud tuan david adalah urus dengan baik (bela merebut paksa ponsel milik david) jangan sampai bangkrut. Ahh iya baiklah pak terimakasih"
"Ck bela!!" Ucap david kesal
"Jangan bertindak seperti anak kecil sedikit sedikit saham. Punya masalah diselesaikan bukan bertindak dengan saham" kata bela menarik david kedalam ruangan
"Akan ku jelaskan tapi kau tidak boleh marah dengan tuan riki" ucap bela sambil duduk di sofa diikuti oleh david
"Apa?"
"Tu,,,tuan riki sebenarnya mm di,,,aaaa suka dengan mmm" bela memainkan jarinya tanpa menatap david
"Berikan ponsel ku"
"Tuan riki menyukai syifa" kata bela dengan cepat
David membatu mendengar ucapan bela, ya walaupun dia sedikit tau mengenai informasi itu
"Tidak bisa!" Ucap david tegas lalu berjalan ke kursinya
"Jika aku sudah bilang tidak bisa itu artinya tidak bisa!!"
"Kau tidak bisa mengambil keputusan seperti itu, mereka yang menjalani hidup" ucap bela menatap david
"Akan ku pastikan syifa tidak menyukainya" jawab david dingin
"Terserah!!" Kata bela berjalan kasar keluar ruangan david
Begitu juga dengan david yang tidak peduli dengan kepergian bela, dia lebih memilih mengurus perusahaan daripada urusannya sendiri
Tok,,,tok,,, tok
Riki dengan santainya masuk kedalam ruangan david membawa bekal seperti biasa
Bughh
__ADS_1
"Aawww" Riki mendapat hadiah istimewa dengan lemparan beberapa dokumen diwajahnya hingga melukai ujung alisnya
"David kau gila!!" Teriak riki sambil memegang alisnya
"Untuk apa datang hah!" Ucap david sedikit meninggikan suaranya
"Untuk membawakan mu makanan untuk apalagi!!" Ujar riki kesal sambil meletakkan rantang makanan nya diatas meja
"Mulai sekarang jangan datang ke kantor ku" kata david ketus
Riki menghentikan tangannya untuk memegang alis karena ucapan david
"Why?"
"Berhenti mengantar makanan dan berhenti untuk menyukai adik ku!" Ucap david tanpa menatap riki
Riki diam dan perlahan mengeluarkan senyum tipisnya
"Apa salahnya?" Tanya riki
"Jelas salah, umur mu 28 dan adik ku 18 berbeda 10 tahun. Apa itu cocok?" Tanya david balik
Riki tersenyum sinis dengan ucapan david yang tidak memiliki kesalahan, benar apa yang david katakan
"Kenapa diam? Kau tidak bisa menjawab ku hah!"
Huuhh
Riki mengehela nafas perlahan menguatkan dirinya untuk menerima kenyataan
"Katakan saja aku gila tapi faktanya memang begitu" jawab riki serius
"Kurang ajar!!" Teriak david kembali melempar dokumen yang ada dimeja nya
Riki tidak mengelak dengan lemparan itu walaupun harus kembali menerima luka diwajahnya
__ADS_1