
Karena tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari kondisi bela, dokter memperbolehkan nya pulang dengan syarat harus beristirahat yang cukup dan tidak boleh terlalu lelah
Tentu saja david membawa bela ke apartemennya, dia harus menjaga dan merawat bela apalagi dengan kelakuan bela yang tidak bisa meminum obat
"Aku ingin pulang ke apartemen ku" ucap bela meronta-ronta dalam pelukan david
"David!!"
"Mm??" David menjawab hanya sekedarnya
"Aku ingin pulang"
"Iya kita pulang ke apartemen ku, aku tidak suka dibantah jadi diamlah" ucap david datar
Bela memukul dada bosnya karena terus berbuat semaunya namun disisi lain perbuatan david itu hanya untuk kebaikan bela
"Eehhh aku tidak mau tidur dengan mu" ujar bela saat melihat david membawanya ke arah kamar
"Boleh saja jika kau mau" kata david terkekeh
"Aku tidur dikamar sebelah kau tidur dikamar ku" imbuh david membaringkan tubuh bela diatas kasur
"Kenapa bukan aku yang disana, sebaiknya kau tidur disini" ucap bela
David menghalangi tubuh bela yang hendak berdiri, david sedikit kesal dengan bantahan demi bantahan bela sedari tadi
"Diam! Dikamar sebelah tidak ada kamar mandi, kau akan kesusahan berjalan kebawah"
"Lalu bagaimana dengan mu? Kau juga membutuhkan itu" ucap bela menatap david
__ADS_1
"Aku bisa tidur dimana saja, jangan pikirkan aku sekarang minum obat mu" jawab david mengeluarkan pil lagi
Tidak, obat itu seperti iblis untuk ku. Temukan cara bela ayoo cepat berpikir. Batin bela
"Berikan pil nya" ujar bela mengulurkan tangannya
"Apa rencana mu!" Kata david menghentikan tangannya mengambil pil
"Ti,,, tidak ada aku akan minum obat sendiri, kau memberikan obat dengan cara mencium ku seperti itu, bibir ku sakit"
"Baiklah, ini minum obat mu" david memberikan obat yang ada ditangannya
"Sekarang keluarlah, ku dengar ada yang mengetuk pintu" ucap bela
David merasakan kejanggalan dalam diri bela namun ia membuang jauh-jauh prasangka buruk itu, david keluar dari kamar dan turun kebawah untuk membukakan pintu
"Kakak!!" Syifa menghamburkan dirinya kedalam pelukan david
David memeluk syifa sembari tersenyum tipis menatap riki, rupanya ia benar benar berhasil mendapatkan cinta syifa sekarang
"Kakak dimana kak bela? Syifa dengar dia sedang sakit" ucap syifa melepas pelukannya
"Dikamar sedang istirahat,,,,"
"Selamat malam tuan maaf mengganggu waktu anda, mm bisakah saya bertemu dengan bela? Tadi saya ke apartemennya namun tidak ada orang" saut rifa dari belakang
Seluruh mata menatap rifa yang tiba-tiba datang membawa buah untuk bela
"Didalam kalian pergilah ke atas temani bela" ucap david
__ADS_1
Rifa dan syifa mengangguk lalu masuk kedalam kamar bela sedangkan david dan riki duduk di ruang tamu menikmati secangkir teh
Tok,,, tok,,, tok
"Apa kalian sengaja mengganggu waktu ku" sindir david kesal karena baru kali ini dia memiliki tamu sangat banyak
David berjalan membuka pintu dan melihat raka sedang tersenyum manis dan masuk begitu saja
"Hey punya sopan santun tidak!!" Kata david ketus
"Maaf tapi dimana bela? Aku tidak menemukan nya dirumah sakit atau di apartemen" ucap raka dengan wajah khawatir
Raka mendengar suara tawa dari atas, dia langsung menaiki tangga menuju kamar. Raka menghela nafas lega setelah melihat sahabatnya baik baik saja sekarang
"Syukurlah ku kira kau hilang" ucap raka mendekati bela lalu menggenggam tangannya
"Aku baik baik saja raka,,,,"
"Cih kau ingin merebut calon kakak ipar ku??" Tanya syifa ketus memotong kalimat bela
Raka tidak peduli apapun yang dikatakan banyak orang tentang dirinya yang memperlakukan bela dengan istimewa toh dia tidak ada rasa sama sekali pada bela hanya saja kasih sayangnya sebagai sahabat lebih dari segalanya
"Syifa kak bela dengan raka hanya bersahabat, kami benar-benar tidak memiliki hubungan khusus. Sekarang bisa kau keluar dahulu? Ada yang kakak ingin bicarakan" ucap memberikan pengertian pada syifa
Syifa menatap arah pandangan bela yang tertuju pada rifa dan raka, sepertinya syifa mengerti lalu menuruti keinginan bela untuk keluar
Setelah kepergian syifa, bela kembali menatap keduanya namun rifa tidak terlalu peduli
"Baiklah sepertinya kau baik baik saja, aku akan pergi sekarang" ucap rifa berdiri dari sofa
__ADS_1
"Tunggu!!"
Rifa menghentikan langkahnya, sebenarnya ia malas karena bela sudah pasti akan membahas masalah itu