My Cruel Boss

My Cruel Boss
bab 43


__ADS_3

"Aku mencintai adikmu sejak usianya 10 tahun dan usia ku 20 tahun. Gila bukan? Iya memang gila. Kau pikir aku mau memiliki perasaan seperti ini?? Tidak david aku lelah aku tersiksa dengan cinta ini tapi apalagi yang bisa aku lakukan, aku ingin sekali melepaskan segala kasih sayang ku pada adik mu. Aku mencoba mencari beberapa wanita yang memiliki kepribadian seperti adik mu tapi tidak bisa. Hanya adik mu yang selalu mengisi hati ku. Terkadang aku benci dengan hati ku yang selalu memikirkan adik mu setiap hari setiap jam setiap detik" tutur riki berkaca kaca seakan telah mengeluarkan bebannya selama beberapa tahun ini


David pun terdiam mendengar ucapan riki, baru kali ini david melihat riki berbicara dengan serius dan berkaca kaca seperti itu


"Apa yang membuat mu jatuh cinta dengan adik ku di usianya 10 tahun. Dia masih kecil dan belum bisa menebar pesona?" Tanya david


"Entahlah, 8 tahun yang lalu aku masih menjadi mahasiswa biasa yang menerima beasiswa. Aku hanya tau belajar dan belum memikirkan masa depan namun saat melihat adik mu berlari lari dengan cerianya dipesta acara kampus milik keluarga Ferrero waktu itu aku sangat bahagia melihat senyuman nya. Bisa dikatakan aku mencintainya pada pandangan pertama, aku mencoba mencari tau siapa dan darimana keluarganya. Sesaat setelah aku tau dia adalah anak pendiri universitas aku tidak berharap lebih lagi, aku hanya bisa mengikuti kemana dia berjalan, aku mengikuti nya saat pergi sekolah begitu juga dengan saat pulang. Bisa dikatakan aku mengantar jemput adik mu selama 8 tahun secara tidak langsung. Aku harus memastikan dia sampai dirumah dengan selamat"


Huhhh


Riki mengambil nafas sejenak untuk menjelaskan kembali pada david


"Suatu hari saat aku ingin mengantar nya dari belakang dia tidak pergi ke sekolah melainkan liburan keluar negeri dan aku sangat paham jika aku tidak bisa mengikutinya keluar negeri karena sudah pasti aku tidak mampu membeli tiket semahal itu. Dari sanalah aku bertekad memantaskan diri untuk syifa, aku berusaha keras untuk berada di level yang cukup untuk nya. Jika syifa berada di level 10 maka aku di level 9. Dan setelah aku berhasil melakukan itu aku bisa mengikuti kemanapun langkah syifa berjalan atau berhenti. Kau pasti tidak tau apa saja yang dilakukan syifa saat berada diluar negeri tapi aku tau karena aku mengikuti seluruh jejaknya. Kau pasti bingung kemana syifa kabur waktu itu tapi aku tidak karena aku sudah tau syifa berada dimana dan dengan siapa. Anggap saja aku gila david tapi dengan cara mengikuti jejak adik mu aku bisa melihat senyumnya. Walaupun syifa bukan jodohku setidaknya aku pernah memelihara mutiara dalam hidup ku" imbuh riki sambil tersenyum berusaha untuk tegar


David pun kembali diam dengan ucapan riki, dia tidak tau selama ini riki melakukan banyak hal dibalik kekonyolan nya apalagi untuk syifa


"Haahh sudahlah jangan bahas masalah itu lagi, makan makanan mu dan jangan lupa berikan pada bela dia tidak bisa telat makan" ucap riki beranjak dari sofa


"Tunggu!!" David nampak berpikir sejenak


Begitu juga dengan riki yang menghentikan langkahnya di ujung pintu


"Lakukan sesuka hatimu!" Ucap david acuh tanpa menatap riki

__ADS_1


Riki tersenyum tipis mendapat lampu hijau dari sang calon kakak ipar ya walaupun umur mereka sama


"Syifa belum tentu menyukai ku" jawab riki lalu keluar


Huhh


Riki menyadarkan tubuhnya diluar pintu sambil mengambil nafas dalam karena saat interogasi dari david riki merasa kekurangan oksigen


"Hay pak" sapa seseorang didepannya


Riki terbelalak kaget melihat melihat syifa sedang berada didepan matanya


"Ha,,,, hay syifa" jawab riki terbata bata


Tolong jangan tersenyum seperti itu. Aku bisa mati disini. Batin riki


"Ah mm iya begitulah" jawab riki sambil menggaruk kepalanya salah tingkah


"Bapak berteman kan dengan kak david?" Tanya syifa


Riki mengangguk cepat dengan wajah polosnya, ahh tampan sekali


"Bapak mau menemani saya mencari gaun pesta pernikahan kak david? Kak david sudah pasti tidak bisa" ucap syifa dengan wajah cemberut

__ADS_1


"Bisakah?? dan mm jangan pasang wajah cemberut seperti itu?" Tanya riki balik


"Tentu saja bapak teman kak david berarti bapak juga teman syifa dan syifa tidak akan cemberut" jawab syifa menarik lengan riki menuju lift


Riki tersenyum tipis sambil menikmati halusnya tangan gadis yang ia cintai selama ini. Kemanapun syifa mengajaknya pergi riki akan menurut


"Bapak tau tidak,,,"


"Panggil kak" ucap riki memotong ucapan syifa


"Mm tidak apa apa?? Bapak kan dosen di kampus syifa"


"Tidak masalah, lagipula sampai kapan kau akan memanggil bapak, kau akan mencari baju di butik dan akan memanggil ku bapak disana, mereka akan mengira aku ayah mu" kata riki masih salah tingkah


"Hahaha mana mungkin seperti itu. Bapak,,,eh kakak kan masih muda" ucap syifa tertawa renyah


"Benarkah? Umur ku sudah tidak muda" kata riki


"Memangnya berapa?"


"28"


"Hmm 28 dan belum menikah? Astaga kau dengan kak david sama saja" sindir syifa

__ADS_1


Riki terkekeh mendengar ucapan syifa, bagaimana bisa dia akan mencari wanita lain jika gadis kecil saja sudah mampu memenuhi hatinya


__ADS_2