My Cruel Boss

My Cruel Boss
bab 56


__ADS_3

Siang hari bela keluar dari ruangannya menuju dapur karena jam makan siang hampir tiba jadi bela harus menyiapkan makanan untuk bosnya


"Hay bela" sapa rifa yang ingin mengambil teh


"Hay rifa" jawab bela sibuk membersihkan sisi sisi piring agar tatanan makanan itu tidak berantakan


"Sekertaris bos sangat sibuk" sindir Rifa sambil menuang teh


"Aku tidak ada waktu berdebat, sudah ya aku harus mengantar makanan" ucap bela menepuk bahu rifa lalu pergi keruangan david


Tok,,,tok,,,tok


"Masuk!"


Bela masuk kedalam ruangan karena jika david tidak mempersilahkan maka bela tetap akan berdiri didepan pintu, sikapnya 100% berubah saat pertama kali bekerja di perusahaan itu


"Tuan makan siang anda sudah siap, silahkan dinikmati" ucap bela tersenyum


David berjalan ke sofa lalu duduk menatap makan siangnya


"Kenapa hanya satu?" Tanya david


"Memang nya untuk siapa tuan?" Tanya bela bingung


"Kau tidak makan?" Tanya david saling bertanya sedari tadi


"Maaf tuan tapi saya sudah makan siang jadi saya tidak perlu makan disini" jawab bela dengan sopan


David mendengus kesal dan membuang makanan itu sembarang hingga tumpah berserakan


"Tuan anda tidak suka dengan makanannya?" Tanya bela menatap piring yang pecah di bawah meja


"Aku tidak suka dengan kinerja mu!" Jawab david ketus lalu berjalan ke mejanya untuk bekerja


"Maaf tuan, tidak akan saya ulangi" kata bela sambil mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi OB dan kembali memesan makanan untuk dua orang


Setelah semuanya selesai dan makanan untuk dua orang sudah siap, bela kembali masuk lalu meletakkan makanan diatas meja


"Silahkan tuan anda bisa makan siang sekarang" ucap bela tersenyum sambil menundukkan kepalanya

__ADS_1


"Apa sekertaris bos tidak butuh asupan?" Sindir david mengambil sumpit lalu memakan makanan nya


Bela duduk di sofa yang berbeda dengan david lalu memakan makanannya agar tidak ada perdebatan, bela selalu mengikuti seluruh perintah david agar tidak ada masalah yang lebih jauh lagi seperti masalalu nya


"Minum"


Bela melepas makanannya dan langsung mengambilkan air minum untuk david diatas meja. Selesai makan siang david tidak pulang ke apartemen walaupun jadwalnya kosong


"Tuan mari saya antar pulang" ucap bela tersenyum


"Tidak ada waktu, aku harus bekerja" jawab david meninggalkan bela disofa


"Baik tuan saya akan kembali keruangan" ucap bela mengalah


"Apa aku meminta mu kembali" ujar david datar


"Silahkan anda memberi perintah tuan"


"Tidur dengan ku" ajak david sekali lagi


"Saya rasa anda butuh istirahat tuan, saya akan mengambil vitamin untuk anda permisi" ucap bela segera meninggalkan david


Disisi lain bela menyandarkan tubuhnya didalam lift, debaran 10 bulan yang lalu kembali lagi dan bela sangat benci akan hal itu. Dia benci mengingat masalalu nya dengan david


"Dia hanya main-main untuk mengisi waktu kosong bela jadi jangan tergoda atau tergiur" ucap bela mengelus dadanya sendiri agar tidak panik


****


Malam hari pukul 20.00 david memutuskan untuk keluar dari kantor karena memang pekerjaan selama satu minggu kedepan bisa dilakukan agak santai


"Silahkan tuan" ucap bela seperti biasa membukakan pintu mobil untuk bosnya


Diperjalanan david mendapat pesan dari riki, dia meminta david untuk datang ke club biasa tempat mereka melepas kekesalan jika terjadi sesuatu dan sepertinya itu yang dialami oleh riki sekarang ini


"Putar balik ke club biasa" ucap david sambil memperhatikan ponselnya


"Saya rasa anda tidak memiliki jadwal di club tuan" kata bela


Bela menatap david yang sedang berdecak karena perintah nya tidak dituruti melewati kaca

__ADS_1


"Baik tuan" imbuh bela setelah melihat tatapan itu


Sesampainya di club david langsung masuk kedalam dan menemui riki sedang duduk di ujung


"Untuk apa kemari?" Tanya david datar


"Duduklah" jawab riki tanpa menatap david


"Kau sedang bangkrut?" Tanya david duduk didepan riki diikuti oleh bela disampingnya sambil menuangkan minuman


"Cih bangkrut bukan masalah besar bagiku" jawab riki tersenyum sinis


"Lalu?"


"Tidak ada, aku hanya lelah" ucap riki sambil meneguk minumannya


"Menghabiskan waktu" david langsung berdiri hendak meninggalkan riki


"Apa aku harus menyerah?" Tanya riki menatap minumannya


"Menyerah untuk apa tuan?" Tanya bela mengeryitkan dahi karena belum paham dengan pokok masalah nya


"Adik kecil ku sudah bahagia dengan orang lain, sepertinya aku harus segera menghilangkan racun ditubuh ku ini" jawab riki masih dengan senyum sinisnya


"Apa maksudmu?" Tanya david kembali duduk


"Kau belum tau? Ahh mungkin syifa belum memberitahu mu"


Keduanya menatap riki untuk melanjutkan perkataan selanjutnya


"Syifa telah dilamar oleh kekasihnya tentu saja syifa senang akan hal itu dan sebentar lagi laki laki itu akan membawa orang tuanya menemui keluarga mu. Pulanglah lihat calon adik ipar mu" imbuh riki tanpa menatap david


"Dilamar? Kurang ajar sekali bocah itu menerima lamaran tanpa seizin ku" dengus david kesal


"Hanya melamar bukan menikah, ku dengar mereka akan melangsungkan pernikahan setelah selesai kuliah jadi mereka hanya bertunangan" ucap riki


"Darimana kau tau?"


"Jangan bertanya semudah itu, Kau tanya jam berapa menit berapa dengan detik keberapa aku hafal semuanya" jawab riki sinis

__ADS_1


Keduanya diam mendengar curhatan riki, pria tulus yang mengikhlaskan dirinya menderita untuk gadis yang sangat amat ia cintai sejak 8 tahun lalu kini harus ia lepaskan, gadis yang membawanya dari orang yang bukan siapa-siapa menjadi luar biasa. Riki memang sudah sadar ini pasti akan terjadi tapi ia tidak tau akan secepat itu dan dia belum sama sekali memiliki persiapan untuk melupakan syifa


__ADS_2