
Sesampainya di taman kota, Ashley dan Wildan mencari tempat duduk di bawah pohon besar. Kemudian Wildan meminta Ashley untuk menunggunya sebentar karena ia akan membelikan jagung bakar dan juga boba yang Ashley suka.
Namun saat Wildan pergi, Nicko langsung datang dan menarik tangan Ashley.
“Pulang sekarang atau aku laporin ke Vanno kalo kamu ngedate sama Wildan sore ini!” ancam Nicko.
“Abang ini kenapa sih? Siapa yang ngedate juga, orang aku lagi cari jagung bakar sama boba!” protes Ashley sambil mengikuti langkah Nicko.
“Tapi kamu belum ijin kan?” tanya Nicko sambil berbalik menatap tajam ke arah Ashley.
Ashley pun menghela nafasnya kasar sambil menggelengkan kepalanya.
“Makanya, kalo mau pergi itu izin dulu! Jangan asal bikin janji ajaa sama orang lain! Nanti kalo ada apa-apa sama kamu gimanaa?!” gertak Nicko.
“Ayo, aku anterin pulang!” ajak Nicko kembali menarik tangan Ashley.
Namun sekuat tenaga Ashley menahan langkahnya dan membuat Nicko kembali berbalik menatapnya.
“Aku belum pamitan sama Wildan, nanti kalo dia nyariin aku gimana?”
“Telfon saja nanti kalo sudah di mobil!” titah Nicko.
Mau tidak mau, Ashley pun menurut dan mengikuti langkah kaki Nicko dengan menghentak-hentakkan kakinya kesal. Sesampainya di mobil Nicko, Ashley pun menghubungi Wildan dan mengatakan jika ia diminta untuk segera pulang oleh abangnya.
Sepanjang perjalanan pulang, Ashley terus saja meluahkan kekesalannya terhadap Nicko yang menurutnya terlalu ikut campur dalam kehidupannya.
“Kenapa sih abang selalu saja bikin aku kesel? Aku bukan siapa-siapa abang! Dan abang sama sekali gak berhak atur hidup aku!”
“Ya udahlah kalo kamu memang gak terima abang selamatin kamu dari amukan Vanno, mendingan kamu turun sekalian di sini dan telfon Wildan buat jemput kamu!” ancam Nicko.
Kini Ashley terdiam dan langsung membuang wajahnya ke luar jendela mobil. Ia tidak mungkin berani melawan abangnya sendiri. Bisa-bisa ATM dan uang jajannya diberhentikan selama satu bulan.
Meskipun Ashley juga mendapat uang jajan dari papa dan juga mamanya, tetap saja semua dalam pengawasan abangnya sendiri. Ashley pernah melayangkan protesnya saat duduk di kelas 2 SMA dan berujung kemarahan Vanno yang langsung mematahkan kartu ATMnya.
__ADS_1
Semenjak saat itu, Ashley tidak lagi membangkang dari aturan yang dibuat Vanno untuknya.
“Gimanaa? Mau turun atau pulang?” tawar Nicko dengan gertakan kecilnya.
“Pulang!” jawab Ashley yang tentunya dengan memperlihatkan bibirnya yang manyun.
“Harusnya aku itu hari ini tahu, Wildan itu pengagum rahasia aku atau bukan? Eh, semuanya ambyar gara-gara abang!”
“Masalah pengagum rahasia dari jaman baheula belum selesai juga?” tanya Nicko meledek. “Salah siapa menolak tawaran dari aku!”
“Bukannya belum selesai, bang. Aku hanya tinggal memastikan dia itu Wildan atau bukan!”
“Cih, dugaan yang sama sekali tidak cerdas. Aku sangat yakin dia bukan Wildan!” balas Nicko dengan begitu mantap.
“Sok tahu banget! Abang pasti iri kan ngeliat aku punya pengagum rahasia!”
“Apaa? Iri dengan kebingungan kamu yang masih belum ketemu siapa pengagum rahasia sendiri?” ledek Nicko dengan gaya khasnya.
“Diiih! Enggak banget ya! Aku bukan tipe orang bodoh yang nyaman karena tenggelam dalam rasa penasaran.”
“Enak ajaa! Abang pikir aku bodoh apa!” balas Ashley tidak terima.
“Semua barang yang ia kirimkan adalah barang yang sedang kamu inginkan dan butuhkan. Dia jauh lebih mengerti kamu, sedangkan kamu sama sekali tidak mengerti siapa dia!”
“Duuuh, Ashley! Ashley! Kasihan banget deh jadi kamu!”
Ledekan Nicko yang semakin menjadi-jadi membuat Ashley naik pitam. Ia pun langsung memukul lengan Nicko bertubi-tubi. “Iiiih, abang ini ya jahat banget sih mulutnya. Pantes saja sampe sekarang gak ada cewek yang mau sama abang! Abang harusnya juga sadar, sudah tua tapi masih belum nikah juga!”
Pukulan Ashley di lengan Nicko membuat Nicko sedikit oleng saat mengemudi. Untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, Nicko pun menepikan mobilnya. Nahasnya, saat Nicko membanting setir mobilnya dan menolehkan kepalanya ke kiri, bibir Nicko tanpa sengaja mendarat mulus tepat di bibir Ashley.
Mobil Nicko seketika berhenti, sedangkan Nicko dan Ashley yang sangat terkejut dengan posisi mereka sekarang hanya terpaku dan membiarkan bibir mereka saling menempel dalam durasi waktu yang cukup lama.
Tak lama kemudian Ashley mulai tersadar dan membetulkan posisi duduknya sambil menutup mulutnya. “Bang Nicko!” gerutu Ashley kesal.
Nicko pun turut membetulkan posisi duduknya dan mulai mengatur nafasnya. Ia sama sekali tidak menduga akan mencicipi bibir Ashley secepat ini. Rasa gugup dan berbunga-bunga kini campur aduk menjadi satu.
__ADS_1
‘Bibir Ashley benar-benar sangat manis!’ gumam Nicko sambil menyesap bibirnya sendiri.
“Lain kali, jadilah penumpang yang baik, Ashley!” ucap Nicko sambil kembali menjalankan mobilnya.
“Jangan sampai Vanno curiga melihat bibir adiknya bengkak hanya karena pulang satu mobil denganku!” lanjut Nicko membuat Ashley langsung melayangkan tatapan protesnya ke arah Nicko.
“Bengkaaak?”
“Maksud abang apa, hah?! Abang mau jadi lebah sampai bikin bibir aku bengkak?” tanya Ashley yang masih sangat polos untuk hal yang seperti ini.
Sedangkan Nicko justru semakin gemas mendapati kepolosan Ashley yang sudah semester tujuh namun masih belum begitu mengerti tentang hal ini. Tak lama kemudian mobil Nicko sampai di depan rumah Ashley.
Ashley pun langsung turun tanpa mengucapkan terima kasih, sedangkan Nicko pun turut turun dari mobil mengantar Ashley sampai depan pintu rumah.
Lagi-lagi terlihat kotak hadiah yang diletakkan di atas meja teras. Ashley pun langsung bergegas membuka kotak hadiah tersebut.
“Jagung bakar dan boba?” pekik Ashley yang yang melihat ada 2 porsi jagung bakar lengkap dengan saus keju dan dua cup boba. Kini ia semakin yakin dan mantap jika Wildan adalah secret admirernya selama ini.
Ashley pun langsung duduk di kursi dan menikmati jagung bakarnya. Kemudian yang satunya ia sodorkan ke arah Nicko. “Ini, buat abang! Biar gak bengong ngeliatin aku makan.”
Nicko pun menerima pemberian Ashley dan keduanya sama sama menikmati jagung bakar dan boba tersebut sampai habis tak bersisa.
“Sekarang aku makin yakin dan mantap jika secret admirer aku itu Wildan! Buktinya dia sampai mengantarkan 2 porsi jagung bakar plus boba yang aku mau ke rumah!”
Uhuk! Uhuk!
Nicko pun seketika tersedak mendengar ungkapan Ashley barusan. Sedangkan Ashley dengan sigap langsung menepuk punggung Nicko untuk meredakan batuknya akibat tersedak.
“Jagung sudah habis malah baru tersedak. Dasar gak nyambung!”
Mata Nicko tampak mulai berair dan memerah. “Apa kamu yakin, kalau Wildan adalah pengagum rahasia kamu selama ini?” tanya Nicko sedikit tidak terima.
“Ck, sudah aku bilang bukan? Aku tidak bodoh, Bang! Buktinya aku sudah bisa menemukan siapa pengagum rahasia aku!” balas Ashley yang tampak begitu lega.
“Sayangnya aku justru makin menilai kebodohanmu, Ashley!” ucap Nicko sambil meninggalkan Ashley yang masih duduk di kursi teras.
__ADS_1
“Dasar sapi hutan! Aku akan membuktikan jika aku tidak sebodoh yang abang kira!” balas Ashley tidak terima.
“Buktikan saja! Aku tunggu!”