
Nicko menelan ludahnya kasar melihat penampilan Ashley yang membuatnya tidak karuan. Semua benar-benar di luar dugaannya, maksud Nicko adalah mengganti blousenya saja yang terkena siraman air dengan kemejanya.
Bukan seperti ini, Ashley justru melepas semua pakaiannya dan hanya mengenakan kemeja kebesaran miliknya. Nicko pun menghela nafasnya panjang dan mendekat ke arah Ashley.
“Kamu ngelepas semua pakaian kamu dan menggantinya dengan kemeja ini?” tanya Nicko yang langsung diangguki oleh Ashley.
“Iya pak, bukannya bapak nyuruhnya begitu?” tanya Ashley dengan wajah polosnya.
“Memangnya bawahan kamu basah?”
Ashley mengerutkan dahinya sambil mencoba mengingat ingat. “Sedikit sih!” jawab Ashley.
“Terus baju dalam kamu juga basah semua?” tanya Nicko lagi yang sudah tidak karuan melihat lekuk tubuh Ashley yang polos di balik kemeja yang ia kenakan.
‘Sial! Benar-benar sial!’ rutuk Nicko dalam hati.
‘Ternyata benar apa yang Ashley katakan jika dadanya tidak rata! Bahkan tampak ...’
‘Oh My God! Kenapa justru jadi seperti ini!’
“Oh iya,” Ashley menepuk dahinya sendiri sambil balik masuk ke dalam kamar mandi.
“Baju dalaman aku kan gak basah, kenapa harus dilepas yaa?” gumam Ashley yang terdengar begitu jelas di telinga Nicko.
“Jangan keluar sebelum aku bawakan baju seragam kantor untukmu!” teriak Nicko sambil menggedor pintu kamar mandi.
“Siap bos!” balas Ashley sambil berteriak.
Tak lama kemudian Tari pun datang untuk melaporkan apa yang sudah terjadi di lantai 3.
"Jelaskan apa yang sudah terjadi di lantai 3!" pinta Nicko.
Tari pun menjelaskan jika Ashley yang tidak hati-hati dan menumpahkan air mineral ke tubuhnya sendiri. Karena malu, Ashley pun membuat onar di lantai 3.
Penjelasan Tari yang tidak sesuai dengan apa yang ia lihat membuat Nicko mengernyitkan dahinya.
__ADS_1
"Apa kamu berani mempertanggung jawabkan penjelasan kamu ini, Tari?" tanya Nicko sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
Tari sejenak terdiam dalam kebimbangan. Ia sadar apa yang ia laporkan bukanlah yang sebenarnya terjadi.
Tapi saat di ruang CCTV di lantai 3,
"Jika kamu berani melaporkan kami kepada Pak Nicko, maka aku tidak segan segan menghancurkan keluargamu yang saat ini sedang terlilit hutang!" ancam kepala ruangan yang paham betul berapa tagihan hutang Tari perbulannya.
"Tapi bagaimana jika Pak Nicko mengetahui kebohongan ini?" tanya Tari ketakutan.
"Katakan saja jika Ashley yang tidak hati-hati dan menumpahkan air mineral ke tubuhnya sendiri. Karena malu, Ashley pun membuat onar di lantai 3!" jawab kepala ruangan.
"Tapi anda tadi dengar bukan saat Ashley memanggil Nicko dengan sebutan 'abang'?"
"Bagaimana jika dia justru yang mengatakan sebenarnya? Aku juga pasti akan tertendang dari perusahaan besar ini!" ucap Tari ketakutan.
"Jangan khawatir, aku dan Carolin akan mengurus anak itu untuk tutup mulut!" ucap Jandini.
"Jika kau tidak mengikuti petuah kami, jangan harap kau bisa selamat saat pulang kerja nanti!" ancam kepala ruangan sambil meninggalkan Tari begitu saja.
Kini Tari mulai bimbang, apa yang harus ia lakukan. Ia sangat ingin mengatakan yang sebenarnya, hanya saja nyawanya kini jadi taruhannya.
"Bestari!" panggil Nicko membuyarkan lamunan Tari.
"Sa-saya berani bertanggung jawab Pak Nicko!" jawab Tari terbata-bata.
Nicko pun mengepalkan tangannya dengan geram saat mendengar kebohongan Tari kali ini. Sudah satu tahun lebih Tari menjadi asisten Nicko.
Ia selalu patuh dan memberikan informasi yang akurat. Baru kali ini Nicko mendapati asistennya berbohong dan sayangnya kali ini ia juga melibatkan perempuan yang sudah bertahta di hatinya sejak beberapa tahun yang lalu.
"Oke, sekarang aku minta ambilkan seragam kantor yang terbaru untuk dikenakan oleh Ashley. Dia tidak mungkin bekerja dengan baju yang basah!" titah Nicko.
Kini Tari pun bisa bernafas lega karena ia menganggap Nicko percaya dengan apa yang dilaporkannya.
'Huuuh, ternyata tidak seseram yang aku bayangkan! Bahkan Pak Nicko percaya begitu saja denganku tanpa bertanya macam-macam!' gumam Tari dalam hati sambil keluar dari ruangan Nicko untuk mengambilkan seragam baru yang akan dikenakan oleh Ashley.
Sedangkan Nicko kembali mengecek rekaman CCTV di layar monitor di mejanya.
"Hilang?!" pekik Nicko terkejut saat rekaman pembullyan Ashley yang ia lihat tadi tiba-tiba hilang begitu saja.
Kini Nicko tidak memiliki lagi bahan bukti yang akurat untuk membela Ashley dan ia hanya bisa mengusap wajahnya kasar.
__ADS_1
Tak lama kemudian tari kembali datang ke ruangannya dan memberikan seragam baru yang akan digunakan Ashley.
"Pak Nicko, ini seragam yang anda minta!" ucap Tari yang datang dengan membawa goodie bag berisikan seragam.
"Berikan kepada Ashley di kamar mandi!" titah Nicko.
Tari pun langsung menuju ke kamar mandi untuk menyerahkan seragam Ashley. Saat Ashley membuka pintu kamar mandi, Tari pun langsung mendorong pintu dan masuk ke dalam.
"Ashley, maafkan aku kali ini!" ucap Tari dengan raut wajahnya yang sangat ketakutan.
"Ada apa ya Kak?" tanya Ashley.
"Aku kali ini diancam oleh kepala ruangan dan yang lainnya untuk mengatakan bahwa kamu menyiram tubuhmu sendiri dengan air mineral dan kemudian membuat onar di ruang lantai 3!"
"Maafkan aku yang tidak bisa membelamu, Ashley. Jika aku tidak mengatakan ini, mereka tidak segan segan menghancurkan keluargaku yang saat ini sedang terlilit hutang!"
"Hutangku di perusahaan sangat besar Ashley. Dan sekarang mencapai dua ratus juta untuk biaya ayahku yang terkena gagal ginjal dan harus cuci darah setiap bulannya."
Tari langsung menutup wajahnya dan menangis. "Aku sebenarnya juga sudah tidak tahan bekerja di sini karena sangat tertekan dengan mereka!"
"Tapi aku tidak punya pilihan lain karena ayahku masih membutuhkan biaya yang besar!"
Ashley pun turut sedih mendengarnya. Tapi di sisi lain ia tidak mau mendapatkan hukuman dari Nicko yang sudah sekian lama menjadi musuh bebuyutan nya.
"Tapi kaak.. Aku..."
Belum selesai Ashley mengutarakan kalimatnya, Tari sudah memotongnya.
"Aku mohon Ashley, tolong aku kali ini saja! Aku masih membutuhkan pekerjaan ini!" pinta Tari berlinangan air mata.
"Tapi bagaimana jika Pak Nicko tahu yang terjadi sebenarnya?" tanya Ashley.
"Rekaman CCTV sudah berhasil dihapus. Jadi jika sampai Pak Nicko tahu, pasti jika bukan dariku tentunya dari informasi yang kau katakan padanya!"
Kali ini Ashley menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.
"Baiklah, aku akan membantu kakak kali ini dan untuk yang terakhir kalinya. Tapi jika ke depannya seperti ini, aku tidak bisa biarkan begitu saja!" ucap Ashley.
"Sekarang kakak bisa keluar dan aku akan mengganti bajuku dulu!" usir Ashley dengan halus.
"Terima kasih banyak, Ashley. Kali ini aku berhutang budi padamu!" ucap Tari sebelum keluar dari kamar mandi.
__ADS_1