My Enemy, My Secret Admirer

My Enemy, My Secret Admirer
A romantic place


__ADS_3


Betapa terkejutnya Ashley saat melihat sebuah meja yang ditata seromantis mungkin dan dikeliling dekorasi  yang sangat aesthetik. Ashley langsung paham dengan apa yang dimaksud Nicko dengan tamu VIP kali ini.


Keluarga dari mempelai pria hanya dia seorang yang hadir, bermakna ini semua disiapkan khusus untuknya. Ashley memandang ke arah Nicko dengan tatapan yang sulit diartikan dan membuat Nicko sedikt tergagap menghadapinya.


“Emm, Ashley!” Nicko menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal. “Aku menyiapkan ini hanya tidak ingin kau merasa payah untuk mengantri mengambil makanan di ballroom!” tutur Nicko sedikit salah tingkah.


Ashley terkekeh pelan melihat Nicko salah tingkah di depannya. “Oooh, gituuh! By the way, makasih banyak ya bang!” ucap Ashley santai sambil melangkahkan kakinya menuju ke meja makan.


Nicko pun mengikuti langkah Ashley dan menarik kursi sambil mempersilakannya untuk duduk. Hidangan yang di hadapan Ashley tiba-tiba membuat rasa lapar yang tadi ia rasa menguar begitu saja saat melihat sebuat cake berbentuk cinta.


Terlebih saat Nicko menggenggam tangannya dan mengusapnya perlahan.


“Akuuu...” Nicko memotong kalimatnya sambil menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.


“Aku sangat bahagia mendengarmu menyetujui perjodohan kita, Ashley!”


“Kau tahu, ini adalah kalimat terindah yang belum pernah aku dengar sebelumnya. Bahkan aku tidak menyangka jika kau ternyata juga mencintaiku, meski sebelumnya kita berdua selalu mengibarkan bendera perang.”

__ADS_1


“Maksud abang apa? Perasaan Ashley sama sekali belum jawab pertanyaan abang waktu di kamar Bang Vanno deh!” timpal Ashley sambil mengerutkan dahinya.


Jika dilihat, Ashley tampak begitu santai menimpali ucapan Nicko kali ini. Padahal jauh di dalam lubuk hatinya, terus saja berdebar tidak karuan. Bahkan sejak pintu lift terbuka dan melihat keromantisan Nicko yang dipersiapkan untuknya.


“Tapi abang tadi dengar dengan jelas kalau kamu bilang sama Geri sangat setuju dengan perjodohan kita dan mencintai lelaki yang dijodohkan denganmu bukan?” balas Nicko mulai sedikit gusar.


‘Oh My God! Jadi tadi Bang Nicko sempet denger aku bilang kayak gitu?’ gumam Ashley dalam hati. ‘Aduuh, aku harus berkilah gimana yaaa? Masa’ iya sih aku harus ngaku gituh aja!’


‘Yaaah, alamat gagal balas dendam nih!’ gerutu Ashley dalam hati.


Ashley mencoba mengatur nafasnya dan berfikir untuk menjawab ucapan Nicko barusan.


“Aku bukan setuju sama perjodohan kita. Aku hanya kurang nyaman dengan Geri yang terang-terangan menyatakan cinta kepadaku, padahal baru saja bertemu dan bahkan belum ada hitungan dua puluh empat jam.”


Penjelasan Ashley kali ini membuat Nicko terhenyak dan tidak bisa berucap apa-apa lagi. Ia pun langsung melepaskan genggaman tangannya dengan Ashley dan mempersilakannya untuk menikmati makanan yang sudah ia siapkan.


Kini Ashley pun sudah bisa bernafas lega saat Nicko tidak menperpanjang pembahasan mereka masalah hal ini. Kini Ashley bisa menikmati makan malamnya dengan puas.


Selepas makan malam, Ashley memutuskan untuk melihat pemandangan kota denga berdiri di tepi roof top. Sedangkan Nicko pun mengikuti arah kemana Ashley pergi dan berdiri.

__ADS_1


“Ada satu hal lagi yang ingin aku katakan kepadamu Ashley!” tutur Nicko yang sudah bertekad untuk membuka identitasnya sebagai pengagum rahasia Ashley selama enam tahun belakangan ini.


“Katakan saja, Bang. Tidak perlu sungkan denganku!” timpal Ashley dengan sangat santai.


“Aku ingin minta maaf denganmu atas kesalahan yang aku perbuat selama ini!”


“Sebenarnya ...” Nicko kembali menggantung kalimatnya sambil mengatur nafas dan debaran jantungnya yang sudah tidak menentu.


Kali ini Ashley langsung melanjutkan kalimat Nicko yang terpotong. “Sebenarnya abang itu secret admirer Ashley kan selama enam tahun ini?” tembak Ashley to the point membuat Nicko langsung tercengang bukan main.


Deg!


Nicko seperti merasakan bumi berhenti berputar saat mendengar ucapan Ashley barusan. Apa yang terlontar dari mulut Ashley benar-benar tidak pernah terduga oleh Nicko sebelumnya.


“Dari mana kamu tahu, Ashley?” tanya Nicko dengan wajah yang sudah kalang kabut tidak karuan.


 


 

__ADS_1


__ADS_2