My Enemy, My Secret Admirer

My Enemy, My Secret Admirer
Dinner At Mess


__ADS_3


“Habis makan kita jalan yuk!” ajak Nicko. “Kamu belum dapet gaun kan buat acara nikahan Vanno besok?”


Ashley menganggukkan kepalanya sambil mulai menyantap makan malamnya. Masakan Nicko benar-benar sangat enak dan pas di lidahnya. Sama seperti masakan abang kandungnya.


“Masakan bang Nicko enak banget. Aku gak nyangka deh, abang pinter masak kayak gini!” puji Ashley yang menikmati masakan Nicko dengan lahap.


“Abang emang sengaja belajar masak karena abang tahu calon istri abang gak bisa masak!” balas Nicko membuat Ashley tersindir kali ini.


“Yah, kenapa abang mau kalo calon istrinya gak bisa masak?” balas Ashley. “Cari calon istri yang pinter masak dong, bang!”


“Namanya juga udah cinta. Susah kalo mau pindah ke lain hati, dek!” balas Nicko membuat Ashley mulai berdebar-debar. Ia paham betul jika Nicko sedang membicarakan tentangnya kali ini.


“Oh yaaa?” balas Ashley yang tidak tahu harus menimpali apa lagi.


“Sekarang abang tinggal berjuang untuk menyatakan perasaan abang sama dia!” lanjut Nicko dan kali ini Ashley memilih diam tidak menimpali.


“Dek!” panggil Nicko sambil memandang ke arah Ashley yang mulai menghabiskan makan malamnya.


“Hemm!”


“Abang cinta sama adek. Adek mau gak jadi istri abang?” tanya Nicko tepat saat suara mobil yang tadi dibawa Papi Arick datang.


Hal ini dijadikan Ashley sebagai alasan jika ia tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Nicko. “Abang ngomong apa barusan?” tanya Ashley. “Agak gak denger tadi!”

__ADS_1


Nicko pun menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Kemudian ia siap untuk mengulangi ucapannya tadi. “Abang ...”


Belum selesai Nicko melanjutkan kalimatnya, terdengan Papi, Mami, dan juga Vanno mengucapkan salam dan masuk ke dalam. Ashley sendiri memilih untuk menjawab salam dan menyambut kedatangan mereka.


“Mami perginya kok lama banget sih?” tanya Ashley sambil menyalami mami Rychelle.


“Maaf yaa, papi sama mami tadi habis dari kantor langsung pergi cari pakaian buat kita semua besok!” Mami Rychelle langsung duduk di sofa dan membuka beberapa kantong belanjanya.


Sedangkan papi Arick dan juga Vanno langsung menuju meja makan untuk mengisi perut mereka yang sudah keroncongan.


“Ini gaun buat Ashley.” Mami Rychelle memberikan gaun yang baru saja dibelinya. “Ashley coba deh, pas atau enggak!”


“Waaaah, cantik banget Mami! Ashley cobain yaa!” puji Ashley sambil membawa gaunnya ke kamar Vanno.


“Mami kenapa udah beliin gaun buat Ashley sih?” gerutu Nicko. “Kan tadinya aku yang mau cari gaun buat dia malam ini!”


“Tadi itu kan sekalian, Nicko. Lagi pula kalau kalian berdua mau jalan malam ini juga silahkan aja! Mami juga gak akan ngelarang kok!” timpal Mami Rychelle.


“Kamu nih dibeliin bukannya bersyukur dan terima kasih, malah ngomel-ngomel!” tegur Vanno sambil menepuk bahu Nicko.


“Emmh, makasih ya Mi!” ucap Nicko sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“Iya, sama-sama!” balas Mami. “Maklum deh Van, lagi galau dia gara-gara Ahley sekarang udah gak peduli sama secret admirernya!”


“Oh yaaa? Tumben tuh anak!” balas Vanno sambil mengerutkan dahinya. “Atau jangan-jangan Ashley udah lelah kali yaa jatuh cinta di dunia halu!”

__ADS_1


“Ck, tauk deh itu. Makanya aku gak bisa lagi pakai topeng dan harus cepet-cepet buka topeng di depan Ashley. Apalagi dia udah mau coba-coba pacaran sama cowok lain lagi!” timpal Nicko gusar.


Vanno hanya terkekeh sabil menepuk bahu sahabatnya. “Selamat berjuang yaa kalo gituh! Kabarin aku kalo Ashley udah jatuh cinta sama cowok cemen kayak kamu nih!” ledek Vanno.


“Enak aja kalo ngomong!” protes Nicko tidak terima.


“Alaaah, buktiin aja kalo emang gak cemen. Papi aja sampe eneg negliatnya kamu jatuh cinta diem-diem gituh. Gak tahu deh nurun siapa!” timpal Papi Arick membuat wajah Nicko merah padam diledek papinya.


“Mami setuju banget sama papi. Padahal papi sama maminya tuh gentle banget loh!” sambung Mami Rychelle.


“Iya iya! Malam ini deh aku bakal nyatain semuanya!” balas Nicko.


“Kamu yakin malam ini?” tanya Vanno sedikit tidak percaya.


“Emmmh, kalo gak malam ini sih besok!” jawab Nicko.


“Yaelaaah! Ujung-ujungnya pasti begitu tuh! Ya udah lah, daripada pusing mending papi mandi duluan!” celetuk papi Arick sambil masuk ke dalam kamar.


Tak lama kemudian pintu kamar Vanno terbuka dan tampak Ashley keluar mengenakan gaun yang baru saja dibelikan Maminya.



“Mami, Ashley cantik gak?” tanya Ashley sambil berputar di depan mami Rychelle, Vanno dan juga Nicko.


 

__ADS_1


__ADS_2