
Keesokan paginya, Ashley bangun lebih pagi dari biasanya. Ia langsung mandi dan memakai pakaian kerjanya. Selepas itu Ashley langsung menuruni anak tangga dan menuju ke pantry.
Tampak Mami Rychelle sedang sibuk membuat sandwich untuk sarapan pagi ini. Ashley pun langsung mendekat dan menyapa Mami Rychelle.
“Pagi Mami ...” sapa Ashley dengan wajahnya yang tampak begitu ceria. “Gimana istirahat mami malam ini?”
Sapaan Ashley barusan membuat Rychelle merasa begitu bahagia.
“Pagi juga sayang! Mami tidur nyenyak malam ini! Gimanaa tidur kamu sayaaang?” tanya Rychelle dengan sangat lembut.
Belum sempat Ashley menjawab pertanyaan mami Rychelle, terdengar suara Nicko yang sudah lebih dulu menjawab pertanyaan maminya.
“Sangat nyenyak Mami, sampe semalam Nicko ditinggal tidur duluan sama Ashley. Padahal dia udah janji mau ngajak ngobrol tadi malam!”
Suara Nicko kali ini membuat Ashley mengingat apa yang sudah terjadi tadi malam. Tentang masalah badan atletis Nicko yang terus terbayang-bayang di kelopak matanya, sampai mimpinya semalam dimana Nicko menyatakan perasaannya dan kemudian menciumnya dengan sangat mesra.
“Iya kan, Ashley?!” tanya Nicko membuyarkan lamunan Ashley.
“Eh, i-iya!” jawab Ashley tergagap.
Ashley kini mendekati Mami Rychelle dan menawarkan diri untuk membantunya.
“Can I help you, Mami?”
“Of course, Ashley sayaang. Kamu bisa siapin sandwich seperti yang mami buat untuk Nicko dan kamu sendiri. Bisa kan?”
Entah mengapa ucapan Mami Rychelle membuatnya sedikit salah tingkah. Perlahan Ashley melirik ke arah Nicko yang kini tengah memperhatikannya. Namun saat tatapan mereka berdua saling tertaut, cepat-cepat Ashley mengalihkan pandangannya dan langsung mengambil roti tawar untuk mulai membuat sandwich.
“Bisa dong, mami!” balas Ashley.
“Lain kali ajarin Ashley masak ya Mami. Ashley kan juga nantinya mau jadi istri yang baik kayak Mami Rychelle!” lanjut Ashley membuat Nicko langsung tersenyum mendengarnya.
“Waaah, dengan senang hati sayang. Mami seneng banget deh. Berasa punya anak perempuan!” balas Mami Rychelle dengan matanya yang berbinar.
“Oh iya, Ashley mau gak jadi anak perempuan Mami?”
Pertanyaan Rychelle barusan membuat Nicko yang sedang menikmati susu hangatnya langsung tersedak-sedak. Tentu saja hal ini membuat Mami dan juga Ashley langsung fokus memandangi Nicko yang terbatuk-batuk.
__ADS_1
Mami Rychelle menepuk punggung Nicko berkali-kali sedangkan Ashley langsung mengambilkan air putih untuk Nicko.
“Abang nich kenapa sih minumnya selalu buru-buru! Kek anak kecil! Minum susu saja sampe batuk-batuk!” celetuk Ashley yang mulai merasa khawatir melihat Nicko terbatuk-batuk sampai mengeluarkan air matanya.
“Maklum sayang, Nicko suka gak percaya diri kalo mami ...”
“Awh!” pekik Mami Rychelle saat kakinya tiba-tiba diinjak oleh Nicko.
“Sakit tauk, Nicko!” protes Mami sambil memandang kesal ke arah putranya.
Nicko pun langsung memberi kode kepada maminya untuk tidak membuka kartunya secepat ini. Sedangkan mami Rychelle langsung memutar bola matanya malas saat memahami kode yang dilemparkan Nicko padanya.
“Ck, kamu nich payah!” gerutu Mami Ashley yang kembali melanjutkan membuatkan sandwich.
“Kenapa Mami? Kok gak dilanjutin?”
“Nanti saja ya sayang, kita cari waktu buat ngobrol berdua saja. Gak asyik kalo ada Nicko, suka rese’ dia!” timpal Mami Rychelle membuat Ashley terkekeh pelan.
Entah mengapa baru semalam tinggal di Mansion tersebut, Ashley sudah merasa sangat betah dan nyaman dengan kehangatan yang diciptakan anggota keluarga Nicko.
Mami Rychelle benar-benar mirip dengan sosok mamanya yang tengah bertugas di Ausie yang masih disibukkan dengan berbagai macam kegiatan dan harus beradaptasi di sana. Papi Arick yang juga perhatian dan tentunya tidak jauh beda dengan sikap Papa Teysar.
Dan satu lagi, Nicko tidak lagi menyebalkan dan mulai berubah seperti abang Vanno yang selalu ada saat Ashley butuhkan. Kini ini tidak lagi merasa kesepian. Karena kehangatan dan kelengkapan keluarganya juga ia rasakan di sini.
“Apa-apaan itu girls time?! Gak ada, gak ada! Papi gak setuju! Mendingan Mami tetap menghabiskan waktu sama papi, dan kamu habiskan waktu sama abang kamu yang masih jomblo itu. Adil kan?” balas Papi Arick.
Kali ini Ashley mengerutkan dahinya saat mendengar ucapan Papi Arick. “Jomblo?” gumam Ashley.
“Bukannya Bang Nicko sudah dijodohin ya?” tanya Ashley membuat semua yang kini ada di ruang makan tercengang.
Nicko langsung memasukkan beberapa potong sandwich yang sudah dibuat oleh Ashley ke dalam tempat bekal makanan yang sudah ada di atas meja dan menarik tangan Ashley untuk segera meninggalkan ruang makan.
“Ashley, kita harus segera ke kantor. Kamu bisa sarapan di mobil. Aku juga sudah menyiapkan susu hangat untukmu di dalam tumbler!”
“Tapi, Bang! Ashley kan mau sarapan bareng sama papi mami!” sanggah Ashley yang tidak mau terburu-buru berangkat ke kantor. Terlebih hari ini meeting akan diadakan mulai jam 10 pagi.
“Makan barengnya nanti malam saja!”
Sikap Nicko kali ini membuat Mami dan Papinya hanya bisa geleng-geleng kepala.
__ADS_1
“Papi, Mami, Nicko sama Ashley berangkat dulu yaaa. Selamat bekerja semuanya!” ucap Nicko sambil melambaikan tangannya.
“Bye Mami, Papi. See you at dinner!” ucap Ashley sambil mengikuti langkah kaki Nicko.
Sesampainya di mobil, Nicko langsung berbisik kepada sopirnya untuk menjalankan mobilnya ke taman kota. Sedangkan Ashley sendiri mulai membuka kotak bekal yang dibawa oleh Nicko.
“Hemm, rasanya lumayan laah. Meskipun yang bikin masih chef kw yang masih amatir!” gumam Ashley memuji dirinya sendiri saat mulai menggigit sandwich buatannya.
“Aku mau coba juga dong!” pinta Nicko yang langsung menggigit sandwich tersebut di bekas gigitan Ashley.
“Wow, ini enak banget malah. Bukan lumayan lagi!” puji Nicko yang langsung menghabiskan sandwich tersebut tanpa sisa.
“Loh, tapi Bang ...”
“Itu kan bekas gigitan aku!” tutur Ashley sambil menelan ludahnya kasar. Bayangan mimpi semalam kembali menari-nari di pelupuk matanya.
“Emangnya kenapa kalo bekas gigitan kamu?” tanya Nicko kemudian.
“Gak masalah kan? Lagi pula nantinya juga akan terbiasa. Toh kamu sehat dan baik-baik aja kan?”
“Haaah?! Terbiasa?”
“Jangan bilang kalo yang tadi malem itu bukan mimpi!” gumam Ashley yang sudah merasa tidak karuan.
“Memangnya semalam kamu mimpi apa?” tanya Nicko yang tampak begitu penasaran dengan mimpi Ashley semalam.
Sayangnya Ashley langsung menggelengkan kepalanya dan membuang wajahnya keluar jendela.
“Gak ada! Aku gak mimpi apa-apa kok Bang!” kilah Ashley yang merasa nafasnya sudah mulai terasa sesak.
Melihat Ashley yang mulai malu-malu kucing membuat Nicko merekahkan senyumannya.
‘Jangan-jangan Ashley memimpikan jika aku mencium bibirnya semalam?’ tebak Nicko dalam hati.
‘Jika memang iya, dia lucu juga ya kalo lagi tersipu malu begitu!’
💞💞💞
Halo semuanya...
__ADS_1
Mampir juga yuk ke Novel aku yang lain