
“Yaa, kalo gak bisa sih mending gak usah bantu aku!”
Nicko kali ini makin kelabakan setelah menyanggupi jika dirinya akan membantu Ashley. Tiga hari adalah waktu yang sangat singkat yang Ashley berikan untuknya.
‘Sial! Aku terjebak dengan permainan yang aku buah sendiri!’
‘Oh My God, apa iya aku harus mengungkapkan kepada Ashley secepat ini jika aku adalah pengagum rahasianya?’
‘Gak! Gak! Gak bisa! Aku belum siap untuk memberitahukan Ashley!’
‘Huft! Tapi aku juga tidak mungkin mundur dari sesuatu yang sudah aku tawarkan padanya!’
‘Aaaarrrrggghhhh!’ teriak Nicko dalam hati.
Sedangkan Ashley yang melihat Nicko terdiam cukup lama langsung membuat kesimpulan.
“Tuuh kaaan! Aku yakin Bang Nicko pasti gak mampu bantu aku!”
“Kata siapa! Aku bisa bantu kamu. Tapi ada syaratnya!” ucap Nicko.
“Apa dong syaratnya?” tantang Ashley.
“Selama 3 hari ke depan, kamu nginep di Mansion aku. Kita lihat, kira-kira secret admirer kamu bakal tahu atau enggak!”
“Kalau dia tahu, aku akan dengan mudah menguak siapa dia sebenarnya!”
“Deal!” balas Ashley tanpa ba bi bu lagi. “Jangankan tiga hari ke depan, selama 3 bulan ke depan juga aku bakal tinggal di Mansion Om Arick. Soalnya Papa sama Mama ada tugas ke Ausie!”
Nicko pun langsung bersorak dalam hati. Meski ia tidak tahu bagaimana yang akan terjadi 3 hari ke depan, ia tetap merasa bahagia karena Ashley akan tinggal di Mansionnya.
Kini Nicko meminta sopir pribadinya untuk langsung mengantar Ashley pulang ke rumah. Tidak ada percakapan antara mereka berdua selama perjalanan karena mereka sedang sibuk dengan masalah yang memenuhi pikiran mereka masing-masing.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Ashley, Nicko pun turut turun dan mengikuti langkah Ashley yang hendak masuk ke dalam rumah. “Abang gak pulang?” tanya Ashley sambil mengerutkan dahinya melihat Nicko justru mengikutinya masuk ke dalam rumah.
“Loh, aku kan sudah janji mau bantu cari pengagum rahasia kamu. Jadi mulai sekarang aku harus tahu apa saja yang menyangkut dengan pengagum rahasia kamu itu! Yaaah, biar aku bener-bener bisa mendapatkannya 3 hari ke depan.” Jawab Nicko membuat alasan klasik yang sekiranya bisa diterima oleh Ashley.
“Tapi gak pakai berantem ya sama aku!” balas Ashley yang langsung diangguki oleh Nicko.
“Siap, Tuan Putri!” balas Nicko sambil menundukkan sedikit badannya.
“Diiih, bisa aja!” celetuk Ashley sambil mengajak Nicko ke taman yang ada di belakang.
“Tunggu dulu ya, Bang. Aku ambilkan minum sama cemilan dulu!”
Ashley kembali masuk ke dalam dan langsung menuju ke pantry untuk mengambil 2 teh kotak dari kulkas dan cemilan yang ada di atas meja makan. Setelah itu, Ashley langsung kembali ke taman dan duduk di samping Nicko.
“Tadi pagi itu, aku dapet surat cinta dari secret admirer aku, Bang.” Ashley langsung membuka tas kerjanya dan mengeluarkan surat cinta dari secret admirer yang ditujukan kepadanya.
“Nih, isi suratnya itu super duper romantis Bang! Sampe aku bener-bener jatuh cinta sama isi suratnya!”
Uhuk! Uhuk!
“Pelan-pelan dong minumnya! Bisa sampe kesedak gini siih Bang?”
Sambil menepuk punggung Nicko, Ashley juga meniup kepala Nicko seperti yang biasa dilakukan mama Imelda jika ia sedang tersedak. Posisi Ashley kali ini yang begitu dekat dengan Nicko membuat Nicko merasa makin sulit bernafas.
Setelah batuknya mulai reda, Ashley tidak langsung menjauh dari Nicko melainkan justru mengusap pipinya yang kini sedang memerah.
“Ya Ampun, pipi Bang Nicko sampe merah gini!”
Usapan tangan Ashley yang terasa begitu lembut di wajah Nicko membuat pipinya semakin terasa panas. Nicko pun cepat-cepat memalingkan wajahnya dan berdiri meninggalkan Ashley.
“Aku ke toilet dulu yaa. Bentar aja kok!” ucap Nicko yang langsung dibalas Ashley dengan deheman.
Sesampainya di kamar mandi, Nicko langsung membasuh wajahnya berkali-kali. “Ayolah Nicko, Mana sikap gentle kamu yang selalu memicu perang dengan Ashley?”
__ADS_1
“Kenapa kamu jadi lemah gini sih? Come on Nicko! Kamu harus perjuangkan Ashley!”
Nicko terus menyemangati dirinya sendiri untuk bisa lebih dekat dengan Ashley dan membuatnya jatuh cinta tidak hanya dengan isi surat yang sudah ia buat, melainkan juga jatuh cinta dengan pembuatnya juga.
Setelah Nicko mulai tenang dan rona wajahnya menghilang, ia kembali ke taman dan duduk di samping Ashley yang sedang membaca isi suratnya untuk yang kedua kalinya.
“Bang, kalo aku baca dari isi suratnya. Aku sih menduga jika surat ini bukan dari Wildan!” tukas Ashley.
‘Ya memang bukan dari Wildan, karena itu aku yang buat!’ jawab Nicko dalam hati.
“Cuma tadi waktu aku ketemu sama Wildan, dia minta balasan dari surat yang dia kirim. Ini yang bikin aku bingung!”
“Selama ini, secret admirer aku itu selalu paham apa yang sedang aku suka, aku butuhkan, dan semua barang yang dia kirim selalu pas dengan selera aku. Dari segi warna, model, bahkan bahannya juga bukan barang sembarangan!”
‘Yaaah, tentu saja aku paham semua yang kamu butuhkan dan inginkan Ashley. Vanno tidak pernah pelit berbagi cerita tentang semua yang menyangkut dengan dirimu. Bahkan jika aku minta berapa ukuran pakaian dalammu juga pasti dia berikan tanpa ragu!’
‘Ta[i, kenapa Wildan begitu percaya diri ya meminta Ashley untuk membalas suratnya. Seharusnya dia juga tidak tahu jika Ashley baru saja mendapat surat dariku?’ lagi-lagi Nicko menimpali ucapan Ashley dalam hati.
“Tapi, jaket yang diberikan Wildan tadi sama sekali tidak sesuai denganku, apalagi jaketku sudah sangat banyak memenuhi lemari!” tutur Ashley lagi.
“Emmm, tadi pagi kamu sempat cerita gak sama Wildan kalau kamu baru saja dapat surat cinta?” tanya Nicko dan Ashley langsung menggelengkan kepalanya.
“Kalo begitu, bisa jadi Wildan memang menyelipkan surat cinta di dalam goodie bag yang berisi jaket tadi. Kamu sudah cek belum?” tanya Nicko.
“Belum sih,”
“Bentar deh Bang, biar aku cek dulu isi goodie bag tadi!”
Ashley langsung beranjak dari kursi taman dan masuk ke dalam rumah untuk mengambil goodie bag pemberian Wildan. Kemudian ia kembali ke taman dan mengeluarkan kembali isi goodie bagnya.
Benar saja dugaan Nicko, di dalam goodie bag ada amplop berwarna merah yang terselip di dalam lipatan kertas bagian dalam.
“Beneran ada kak!” pekik Ashley dengan mata berbinar.
__ADS_1
“Waaaah, berarti secret admirer aku selama ini bukan Wildan!” tutur Ashley yang nampak begitu gembira dan merasa lega.