My Enemy, My Secret Admirer

My Enemy, My Secret Admirer
Bendera Perang Mulai Berkibar


__ADS_3


‘Aduh, aku harus jawab apa yaa? Gak mungkin kan aku nolak buat jadi pacar Ashley. Apalagi aku udah menunggu momentum ini sejak beberapa tahun yang lalu!’ ceracau Nicko dalam hati.


Nicko memandangi Ashley yang sedang menunggu jawaban darinya. Perlahan Nicko mengatur nafasnya dan menjawab pertanyaan dari Ashley.


“Oke, kamu...” Nicko menunjuk ke arah Ashley. “Boleh jadi pacar saya!” jawab Nicko dengan debaran jantung yang tidak menentu.


Sayangnya jawaban Nicko kali ini membuat Ashley tertawa terbahak-bahak. Bahkan saking ngakaknya, Ashley sampai mengeluarkan air mata.


“Hei! Kenapa kamu malah ketawa sih?” tanya Nicko sambil mengerutkan dahinya. Ia masih belum sadar jika Ashley kini tengah mempermainkannya.


“Gini ya Pak Nicko. Saya ini perempuan terhormat!” tukas Ashley. “Kalo pun saya punya pacar, tentunya bukan saya dong yang nembak. Tapi harus yang laki-laki!”


“Lagi pula saya gak mau menjatuhkan harga diri saya buat jadi perempuan pengemis cinta.”


“Dan saya... Cuma mau pacaran sama laki-laki yang gentle kayak Wildan, yang secara terang-terangan menyatakan perasaannya. Yaaah, meskipun ujung-ujungnya bapak gak ngebolehin saya pacarin gak papa.”


“Yang penting saya punya harga diri dan rasa bangga karena dicintai pria gentle seperti Wildan.”

__ADS_1


“Jadi ... Kesimpulannya adalaaaah ...” Ashley sengaja menggantung kalimatnya sambil memandang ke arah Nicko yang sudah tampak pucat pasi.


“Saya gak mau jadi pacar Bos Jahat kayak Pak Nicko!” ucap Ashley sambil melenggang pergi keluar dari ruang kerja Nicko.


Sepeninggalan Ashley, Nicko langsung mengusap wajahnya kasar dan terduduk lemas di sofa. Siang ini, ia sudah dibuat kelabakan dengan tingkah Ashley. Padahal ia baru meninggalkannya beberapa jam yang lalu.


Nicko memijit kepalanya yang sedikit terasa pusing. Entah kenapa ucapan Ashley tadi benar-benar menusuk masuk menghujam hatinya. Tersinggung? Tentu saja ia tersinggung dengan semua perkataan Ashley yang menuju ke arahnya.


Namun Nicko masih tidak tahu apa yang membuat Ashley tiba-tiba seberani ini dan kembali mengibarkan bendera perang kepadanya.


‘Kenapa Ashley lebih memilih Wildan dari pada aku?’ gumam Nicko dalam hati.


‘Oh My God... aku baru sadar jika aku memang tidak seberani Wildan yang bisa menyatakan perasaan cinta secara terang-terangan kepada Ashley!’ Lagi-lagi Nicko mengusap wajahnya kasar. Bahkan kali ini ia juga mengacak rambut rapinya menjadi sedikit berantakan.


Nicko pun melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi untuk mendinginkan suasana hatinya. Ia pun membasuh wajahnya berkali-kali seprti apa yang dilakukan Ashley tadi.


Sedangkan di sisi lain, Ashley kini sedang menikmati kemenangannya yang berhasil membuat wajah Nicko pucat pasi.


“Emang enak dikerjain?” gumam Ashley. “Ini baru permulaan pengagum rahasiaku sayang! nanti akan ada tahap pemanasan, tahap inti, dan mungkin setelah aku puas, maka baru akan ada tahap penutupan!”

__ADS_1


“Enam tahun bukan waktu yang sebentar yaa. Jadi, jangan harap kalau pembalasan ini dinilai biasa saja!”


“Ingat! Pembalasan lebih kejam dari pada rasa penasaran aku selama enam tahun ini!”


Di saat Ashley tengah menikmati kemenangannya, telfon yang ada di meja Ashley pun berdering dan Ashley langsung mengangkatnya.


“Ada yang bisa saya bantu, Pak Nicko?” tanya Ashley dengan nada yang sangat lembut.


“Segera ke ruanganku, Ashley! Ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan!” titah Nicko di ujung panggilan.


“Siap Pak Nicko!” balas Ashley yang kemudian mematikan panggilannya secara sepihak.


Ashley pun langsung berdiri dari tempat duduknya dan mengatur nafasnya. Setelah itu ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan Nicko.


🍄🍄🍄


Naaah, Perang Dunia udah dimulai nih. Kira-kira gimana kelanjutannya yaaa?


Naaah, yang penasaran jangan lupa tinggalkan jejak kalian untuk karya Author dengan like, komentar, subscribe, gift (bunga, kopi, iklan, koin, dll), dan rate bintang 5 yaaa. Terima kasih semuanya.

__ADS_1


   


 


__ADS_2