
Keesokan harinya, Ashley bangun lebih pagi untuk membuktikan jika dirinya bisa hidup mandiri. Selepas mandi, ia langsung turun ke bawah dan berkutat di pantry untuk membuat sarapan.
Prang!
Baru saja mengambil talenan untuk memotong bawang, Ashley sudah menjatuhkan tutup panci. Ashley pun mengambilnya dan meletakkan di tempat semula, setelah itu ia mulai memotong bawang dengan ukuran yang tebal. Ia bertekad membuatkan nasi goreng seafood untuk sarapan pagi ini.
Setelah menyiapkan bumbu-bumbunya dan mencuci udang, Ashley mulai menyiapkan nasi dan juga wajan yang akan ia gunakan untuk menumis bumbu.
Klontang!
Kali ini Ashley menjatuhkan wajan penggorengan ke lantai dan menyebabkan minyak dan bawang yang sudah ia potong jatuh berantakan.
“Aduuh, harus potongin bawang lagi deh!” gerutu Ashley sambil mengambil lap dan membersihkan tumpahan minyak. Karena tidak hati-hati, Ashley menginjak tumpahan minyak dan membuat tubuhnya jatuh terpeleset.
Brugh!
“Aduuuh, sakit banget!” keluh Ashley sambil mengusap pantatnya. Meski begitu, ia tidak pantang menyerah. Ia tetap berusaha berdiri dan melanjutkan aktivitas memasaknya pagi ini. Sayangnya, tanpa sengaja Ashley menyenggol piring yang berisikan nasi yang akan ia olah menjadi nasi goreng.
Pyar!
Piring tersebut pecah jadi berkeping-keping dan serpihan kacanya bercampur menjadi satu dengan nasi tersebut. Kegaduhan di pantry pagi ini membuat papa, mama, dan abangnya langsung ke pantry untuk melihat apa yang sudah terjadi.
“Ya Ampuuun, Ashley... Kenapa jadi berantakan gak karuan kayak gini sih?” tanya Mama Imelda yang melihat bawang, minyak, pecahan piring, dan nasi berceceran di lantai. Tidak hanya itu, meja yang di dekat kompor pun tampak begitu acak adul dengan ceceran sampah kulit bawang dan kulit udang yang belum sempat dibuang Ashley ke tempat sampah.
“Bukan berantakan mama!” kilah Ashley. “Ashley Cuma belum sempet beresin aja!”
“Pokoknya mama, papa, sama Bang Vanno tenang aja. Tiga puluh menit lagi, Ashley akan sajikan nasi goreng seafood di atas meja!”
Ashley pun langsung mengambil sapu dan pengki untuk membersihkan lantai pantry, dan kemudian kembali menyiapkan bumbu nasi goreng mulai dari awal lagi. Sedangkan papa, mama, dan juga abangnya hanya saling pandang dan geleng kepala melihat sikap keras kepala Ashley.
__ADS_1
Mereka bertiga pun akhirnya memutuskan untuk kembali ke kamar untuk berganti seragam. Namun baru beberapa langkah, terdengar teriakan Ashley di pantry meminta tolong dan membuat mereka balik lagi ke pantry.
“Tolooooong, Apiiiiiiii!” teriak Ashley ketakutan sambil berlari ke kamar mandi dan mengambil air dengan menggunakan gayung. Sayangnya air yang disiramkan Ashley ke kompor membuat kobaran apinya semakin besar.
Papa Teysar dan Vanno pun langsung mengambil karpet kain dan handuk, kemudian membasahinya dan langsung menutupkannya ke sumber api yang sedang berkobar. Sedangkan mama Imelda langsung mengambil alat pemadam kebakaran emergency yang tersimpan di bawah tangga.
Kobaran api pun surut dan tak lama kemudian mati. Ashley yang masih shock menghadapi kejadian ini pun langsung terduduk lemas dengan wajahnya yang terlihat sangat pucat.
“Masih mau bersikeras buat tinggal sendiri di rumah?” tanya Vanno sambil melipat tangannya di depan dada.
Ashley pun menganggukkan kepalanya dengan rasa tidak bersalah. “Iya! Kan papa kasih waktu Ashley 3 hari ke depan. Dan ini masih belum terhitung satu hari!”
“Oh My God, Ashley. Belum ada sehari saja kamu sudah bikin pantry kebakaran. Gimanaa kalo sampe tiga hari?” timpal Mama Imelda sambil menahan geram.
“Mama gak setuju kamu tinggal sendiri di rumah. Kalo ada apa-apa nanti gimaanaa sayaaaang?”
“Yaa kan Ashley masih perlu latihan mamaaa! Iya kan paaa?” tanya Ashley yang kembali meminta dukungan papanya.
“Emmm, kali ini latihannya saat papa dan mama pulang dari Ausie yaa. Jadi selama papa dan mama bertugas, kamu tinggal di Mansion Om Arick untuk sementara.”
“Mau nurut atau abang nikahin muda biar kamu ada yang jaga?” tanya Vanno memberi penawaran pada Ashley.
“Iya deh iya. Ashley nurut!” jawab Ashley sambil menggerutu dan menghentakkan kakinya dengan kesal menaiki anak tangga dan masuk ke dalam kamarnya.
“Iiiiiih! Kesel! Kesel! Kesel!”
“Kenapa sih kamu jadi perempuan yang gak bisa apa-apa?” tanya Ashley merutuki dirinya sendiri di depan kaca.
“Kenapa kamu Cuma bisa jadi anak manja yang gak bisa hidup mandiri?” rutuk Ashley yang kesal terhadap dirinya sendiri.
Tak lama kemudian pintu kamarnya terbuka dan tampak mamanya masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
“Bukan gak bisa apa-apa, sayaaaang. Kamu hanya belum terbiasa untuk itu!” ucap mama sambil mengusap lengan putrinya. “Papa, mama, dan abang juga khawatir akan keselamatan kamu sayang!”
“Tapi Ashley memang anak yang payah maaaa. Ashley gak bisa ngerjain pekerjaan perempuan sebagaimana mestinya!”
“Ashley gak bisa masak, gak bisa ngerjain kerjaan rumah, dan Ashley Cuma bisa jadi anak yang nyusahin papa, mama, sama Bang Vanno!”
“Kata siapa Ashley payah?” tanya Mama Imelda menyangkal ucapan putrinya.
“Buktinya Tante Rychelle semalam cerita sama mama kalo Ashley berhasil bantu kerjaan abang Nicko di perusahaan. Bahkan sampai mau dijadiin asisten pribadi loh. Memang bener ya?”
Imelda memang sangat pintar mengembalikan mood Ashley yang berantakan. Ucapannya barusan membuat senyum Ashley langsung mengembang di bibirnya.
“Memang tante Rychelle cerita apa sama mama?”
Imelda pun menceritakan betapa bangganya Mami dan Papi Nicko atas kinerja putrinya di hari pertama magang. Keberhasilan Ashley mengembalikan rekaman CCTV membuat Mami Rychelle merasa berhasil mendidik Ashley menjadi hacker topi putih.
“Ashley, bukan berarti perempuan yang tidak pandai memasak dan beberes itu tidak bisa apa-apa dan payah. Semua orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Bahkan keahlian putri mama dalam meretas sistem justru tidak dimiliki semua orang wanita pada umumnya loh.”
“Jadiiii... jangan pernah merasa bahwa kamu tidak bisa apa-apa! Paham, sayang?”
Ashley pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. “Paham maaa. Maaf yaa sudah bikin pantry kacau balau dan hampir kebakaran gara-gara Ashley!”
“Tidak masalah sayaang. Sekarang Ashley mau kan tinggal di Mansion Tante Rychelle?” tanya Mama Imelda dan Ashley langsung menganggukkan kepalanya.
“Mau maaa!”
“Ya sudah, sekarang kamu ganti baju dan siap-siap buat berangkat magang. Hari ini Bang Vanno yang akan antar jemput kamu!”
“Loh, kenapa diantar jemput, maaa?” protes Ashley.
“Bang Vanno kebetulan ada tugas di perusahaannya Nicko. Jadi seharian Bang Vanno akan berada di sana!” jawam Mama Imelda memberi penjelasan.
__ADS_1
“Yaaaah, gak asyik banget siiiih!” gerutu Ashley setelah mengetahui jika hari ini Vanno akan bertugas di kantor yang sama dengannya.
Dengan langkah gontai, Ashley masuk ke dalam kamar mandi untuk membasuh wajahnya dan mengganti pakaiannya. Setelah itu ia merias wajahnya tipis-tipis dan siap untuk keluar dari kamarnya untuk menikmati sarapan dengan keluarganya.