
Saat file di komputer Nicko terbuka, tampak tulisan “Welcome to My Addara Collection!” dan Ashley mencoba mengklik tulisan tersebut dengan perasaan yang berdebar-debar tidak menentu. File pertama pun terbuka dan tampak beberapa foto Ashley yang menjadi icon setiap file kecil di dalamnya.
“Ini kan foto aku waktu lulus SMP!” gumam Ashley sambil membuka file tersebut.
Seketika tangannya gemetar bukan main saat melihat beberapa gambar dan document notes yang tersusun rapi mulai dari bulan Januari sampai bulan Desember.
Dengan perasaan campur aduk tidak menentu, Ashley memberanikan dirinya membuka document tersebut satu persatu.
Seketika tangannya langsung menutup mulutnya yang menganga lebar saat mengetahui isi file tersebut sama persis dengan notes yang dikirimkan secret admirernya setiap hari.
Jangan ditanya bagaimana shocknya Ashley saat ini. Namun, rasa ingin tahunya yang besar membuat tangannya terus membuka beberapa file yang tampak sangat mencolok.
“Ini kan Masa Orientasi Siswa pas awal mula aku masuk SMA. Bang Nicko punya ini juga?” gumam Ashley dan mencoba membuka file yang lainnya.
“Loh, ini kan ulang tahun aku yang ke tujuh belas.”
“Hadiah ini memang dari pengagum rahasia aku, tapi kan waktu itu yang ambil gambarnya Bang Vanno!”
“Jangan-jangan ...”
“Oh My God!” Ashley mengusap wajahnya kasar. “Jangan-jangan selama ini Bang Vanno kerja sama sama Bang Nicko! Mereka berdua kan sahabatan!”
“Tunggu dulu, aku harus memastikan semuanya dengan baik. Belum tentu Bang Nicko itu secret admirer aku selama ini!”
Ashley kembali membuka file yang lainnya dan semuanya justru semakin menguatkan jika Nicko benar-benar secret admirer yang selama ini ia cari.
“Aaarggghhh! Ini bener-bener gilaa! Jadi selama ini Bang Nicko yang jadi pengagum rahasia aku?”
Ashley langsung keluar dari file rahasia milik Nicko dan mematikan komputernya. Selepas itu Ashley langsung berlari menuju ke kamar mandi dan membasuh wajahnya berkali-kali sambil memandangi dirinya sendiri di kaca kamar mandi.
Ashley’s Point of View
Aku tidak tahu harus bagaimana sekarang? Haruskah aku marah saat aku menemukan secret admirer yang aku cari selama ini?
Atau aku harus kecewa setelah mengetahui jika pengagum rahasiaku ternyata justru musuh bebuyutanku selama ini yang kini justru aku tengah ada rasa dengannya?
Sebenarnya dia itu bener-bener suka dan kagum sama aku, atau hanya mempermainkan aku selama ini?
__ADS_1
Kalau memang Bang Nicko suka sama aku, kenapa harus dengan cara sembunyi-sembunyi dan selalu mengibarkan bendera perangnya denganku?
Kenapa dia baru memberi perhatian khusus saat aku saat ini sendirian, tidak ada papa, mama, dan juga Bang Vanno?
Apa maksud Bang Nicko selama ini?
Aku mencuci wajahku lagi berkali-kali dan memandang diriku sendiri di depan kaca.
Aarrrggghhhh! Aku harus gimana ya sekarang? Semuanya justru membuatku sangat canggung. Jangan-jangan keluarga Bang Nicko dan keluargaku memang menjodohkan kita berdua?
Oh My God! Kalau memang benar, berarti selama ini mereka semua tahu dan menutupinya di depanku. Iiiiih! Kesel! Kesel! Kesel!
Kenapa semuanya justru ngebelain Bang Nicko dari pada aku? Kenapa semuanya tega membuat aku dirundung rasa penasaran selama enam tahun ini?
Aaaaaarrrrrrhhhh!
Tenang Ashley! Kamu harus tenang kali ini!
Jika mereka semua tega menutupi ini semua selama enam tahun, kamu bisa balas dendam dengan cantik.
Yaaa, aku harus buat mereka kebingungan dengan ketidak pedulianku dengan pengagum rahasia itu. Aku yakin mereka akan risau karena rencana perjodohan mereka pasti akan berada di ujung tanduk.
Enak aja, ngerjain aku selama enam tahun ini! Sekarang Aku akan melawan mereka semua. Me versus Bang Nicko, Bang Vanno, Papa, Mama, Papi Arick, dan Mami Rychelle.
Tapi tunggu, nanti kalau misalnya Bang Nicko beneran mundur dari perjodohan ini gimana doong? Aku kan udah mulai cinta sama dia!
🍄🍄🍄
Tak lama kemudian, terdengar pintu kamar mandi yang diketuk beberapa kali dari luar.
“Ashley!” terdengar suara Nicko memanggil namanya. “Kamu lagi di dalem yaa? Masih lama gak?”
Ashley menghela nafasnya panjang dan mengatur debaran jantungnya yang kembali tidak menentu saat mendengar suara Nicko dari luar kamar mandi.
Pintu kamar mandi pun kembali diketuk oleh Nicko. “Ashley, jangan lama-lama yaa. Abang tunggu! Kita makan siang bareng!” ajak Nicko.
“Iyaa bang!” teriak Ashley dari dalam kamar mandi. Ia pun kembali membasuh wajahnya dan setelah itu keluar dari kamar mandi.
Betapa terkejutnya Nicko saat melihat baju Ashley yang sedikit basah karena tetesan air dari wajahnya.
“Ya Ampun Ashley, Kamu kenapa?” tanya Nicko yang tampak begitu panik dan langsung mendekat.
Sikap Nicko kali ini membuat Ashley berdebar-debar tidak karuan. Dia benar-benar semakin merasakan jika Nicko memang mencintainya dengan caranya.
“Kamu sakit?” tanya Nicko sambil mendekap tubuh Ashley dan meletakkan tangannya di kening Ashley.
__ADS_1
Ashley hanya menggelengkan kepalanya sambil mencoba melepaskan diri dari Nicko. “Aku gak papa kok, Bang!” balas Ashley yang mendahului Nicko begitu saja dan duduk di sofa.
Tampak dua kotak makan yang berisikan nasi ayam bakar kesukaan Ashley tersaji di depan mata. Ashley semakin menelan ludahnya kasar. ‘Bang Nicko benar-benar tahu apa yang aku suka!’ guma Ashley dalam hati.
“Ini buat aku, Bang?” tanya Ashley sambil memandang ke arah Nicko.
“Iya, tapi kamu harus ganti baju dulu Ashley. Abang gak mau kamu sakit karena nekat pakai baju basah kayak gini!”
Perhatian Nicko kali ini membuat hati Ashley kembali meleleh dibuatnya.
“Tapi Ashley gak bawa baju ganti, bang. Lapi pula bentar lagi juga kering kok!” sanggah Ashley membuat Nicko semakin geram dan mendekat ke arah Ashley.
“Kamu gak inget kalo di perusahaan ini masih banyak seragam baru yang pas dengan ukuran kamu?!” Nicko meraih tangan Ashley dan mengajaknya kembali masuk ke kamar mandi.
“Tunggu di sini dan abang akan ambilkan pakaian ganti untuk kamu!” tegas Nicko membuat Ashley mengulum senyumnya sendiri.
‘Bang Nicko nih bikin aku jadi gemes sama dia!’ gumam Ashley dalam hati.
Tak lama kemudian, Nicko pun kembali dengan membawa baju satu stel di tangannya.
“Cepat ganti baju, aku akan menunggu di sofa!” titah Nicko sambil menyodorkan pakaian yang ia bawa ke arah Ashley.
“Tapi Ashley udah laper nih Bang. Boleh makan dulu gak?” tanya Ashley yang sengaja menggoda Nicko dengan memperlihatkan puppy eyesnya.
Jakun di leher Nicko tampak naik turun melihat sikap Ashley kali ini.
“Ganti baju dulu Ashley!” balas Nicko dengan penuh penekanan.
“Gimana kalo Ashley gak mau?” tantang Ashley sambil melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi.
Cepat-cepat Nicko menahan tubuh Ashley dan menguncinya di pintu kamar mandi. “Kamu tuh bandel banget ya! Mau abang gantiin bajunya!” ancam Nicko dan justru dibalas dengan Ashley dengan anggukan kepalanya.
Anggukan kepala Ashley kali ini membuat tangan Nicko mengepal di bawah sana menahan sesuatu yang bergemuruh dalam dadanya. Ia tidak habis pikir Ashley membuatnya kalang kabut seperti ini. Terlebih saat Ashley mulai berani melingkarkan tangannya di leher Nicko.
Puk! Puk! Tiba-tiba tangan Ashley menepuk kedua pipi Nicko dengan pelan.
“Yeaay! Abang kena prank!”
“Mana mungkin aku mau digantiin baju sama abang!” tutur Ashley sambil mendorong tubuh Nicko yang masih terpaku dan cepat-cepat masuk ke dalam kamar mandi.
“Dasar Ashley!” gerutu Nicko sambil mengusap wajahnya kasar. “Bisa-bisanya dia bikin aku mati kutu begini!”
🍄🍄🍄
Naaah, yang penasaran jangan lupa tinggalkan jejak kalian untuk karya Author dengan like, komentar, subscribe, gift (bunga, kopi, iklan, koin, dll), dan rate bintang 5 yaaa. Terima kasih semuanya.
__ADS_1